Selasa, Maret 09, 2021


Melanjutkan cerita sambungan dari postingan Closehead Reunion ternyata sekarang ini ada perubahan nama. Yang awalnya Closehead Reunion sekarang menjadi Closehead doang. Awalnya saya juga bingung, nah kok namanya sama, trus nasib Closehead lama begimana, tapi ya akhirnya temanya sekarang diganti menjadi #GetCloserWithCLOSEHEAD​. Sekarang si reunion ini dinaungi oleh Didi Music Records, makanya rilis video live session kali ini dirilis di Youtube dan juga streamingan music lainnya. Bisa cek di link ini.

Sekarang juga formasinya ada perubahan, ternyata gitaris yang awalnya bang Igo sekarang berubah menjadi bang Saprol. Ceritanya itu personil awalnya bang Saprol, cuman karena waktu awal acara Rich Music Online dan Rock Aroma itu bang Saprol masih recovery abis kecelakaan motor jadinya diganti bang Igo. Nah setelah sembuh bang Saprolnya bang Igo digantikan, padahal saya fans nya bang Igo setelah lihat dua perform kok berasa klop dengan formasi Rock Aroma kemaren. 

Backing vokalnya juga masuk, pas sama suaranya bang Lamlam. Tapi kalau sama formasi awalnya dulu sih ya beda, soalnya dulu itu pas formasi bang Lamlam, bang Ijan sama bang Aid itu udah formasi legendaris. Bang Aid juga kalau nulis lirik juara, termasuk salah satu penulis lirik yang ngena di hati ini.

Untuk Live Session kali ini sih memang yang ditunggu - tunggu, apalagi bagi Closefriends yang udah kepengen liat comeback nya, apalagi ini accoustic sessionnya itu featuring sama beberapa musisi. Seperti Ink Mary, Tan d'Given, Prinsa Mandagie, Aska Rocket Rockers, Phopira. Tapi dari beberapa musisi ini saya taunya Aska Rocket Rockers aja, suaranya khas soalnya.

Ada 5 lagu yang dibawain di EP kali ini, dimulai dari Menunggu Bintang Terang yang featuring Ink Mary, Menjelang Hilang featuring Tan d'Given, Percayalah featuring Prinsa Mandagie, Rumah Impian featuring Aska, dan Berdiri Teman featuring Phopira. Karena dibawain akustik, dan udah lama enggak liat perform nya jadi sangat terpesona sama video yang ini. Sound nya juga mantep, dan juga dirilis di Spotify jadi bisa muter terus meski baru ada 5 lagu.

Harapan saya sih bakal ada Single atau perform lagi, yang full band nya sih kemaren di Rock Aroma. Makanya sampai sekarang full band di Rock Aroma masih membekas dan emang enggak ada bosennya kalau diputer terus. Terus kalau EP #GetCloserWithCLOSEHEAD ini ada versi full band nya kayaknya tambah seru.

Di antara 5 lagu yang dibawain ini ada satu lagu baru yang ditulis sama bang Lamlam, liriknya simpel tentang rumah tapi termasuk yang enak didenger berkali - kali apalagi featuring suara khasnya bang Aska. Semenjak mau rilis EP ini nama Closehead Reunion di instagram juga berubah, jadi Closehead doang. Mungkin kalah rame sih sama reuninya bang Lamlam sama bang Ijan ini Closehead nya. Dan bersamaan juga dengan dirilisnya logo baru dari Closehead, ini nih nungguin juga kapan rilis merchandisenya. Pasti ngincer kaos t-shirtnya ini, hehe. Yang Closehead Reunion kemaren kaosnya juga enggak kebagian,hehe. 

Untuk yang penasaran untuk nonton EP di Youtube bisa nonton 

Tracklistnya :

MENUNGGU BINTANG TERANG (1:00)
Written by Randy Mandagi & Aidoaudio
Performed by CLOSEHEAD feat. Ink Mary
Strings Arrangement by Ari Firman
String Players by Ajeng Okta, Athira Fatharani, Cahaya S. Ayu, Theodora Divina
Guitars and Back Vocals by Saprol & Randy Mandagi


MENJELANG HILANG (4:55)
Written by Aidoaudio
Performed by CLOSEHEAD feat. Tan d'Given
Strings Arrangement by Ari Firman
String Players by Ajeng Okta, Athira Fatharani, Cahaya S. Ayu, Theodora Divina
Guitars and Back Vocals by Saprol & Randy Mandagi


PERCAYALAH (9:03)
Written by Bob Melodica
Performed by CLOSEHEAD feat. Prinsa Mandagie
Strings Arrangement by Ari Firman
String Players by Ajeng Okta, Athira Fatharani, Cahaya S. Ayu, Theodora Divina
Guitars and Back Vocals by Saprol & Randy Mandagi
 

RUMAH IMPIAN (11:56)
Written by LamLam
Performed by CLOSEHEAD feat. Aska Rockers
Strings Arrangement by Ari Firman
String Players by Ajeng Okta, Athira Fatharani, Cahaya S. Ayu, Theodora Divina
Guitars and Backing Vocals by Saprol & Randy Mandagi
 

BERDIRI TEMAN (16:34)
Written by Aidoaudio
Performed by CLOSEHEAD feat. Phopira & Dyda d'Given
Strings Arrangement by Ari Firman
String Players by Ajeng Okta, Athira Fatharani, Cahaya S. 

Minggu, Maret 07, 2021


Kembali lagi dengan curhatan di minggu malam alias malam senin, hari senin yang pasti berat untuk yang kerja. Termasuk saya, oh iya lanjutan postingan sebelumnya akhirnya pagi tadi uda pengumuman psikotest kemaren. Dan hasilnya....... GAGAL!!!! Pertama liat pengumuman langsung search nama, eh kok not found, dan ternyata belum rejeki lagi untuk test kali ini. Semoga masih ada kesempatan di lain waktu, rejekinya masih di posisi sekarang. Kalau sudah begini ya kudu dinikmatin lagi, hehe. Kurang berusaha, kurang belajar, ini saya harus memperbaiki diri ini nih. 

Emang sih kemaren itu malam sebelum ujian bukannya saya belajar baca - baca psikotest kayak taun kemaren, eh malah nontonin konser di youtube. Emang dah pikiran kalau kebagi itu enggak bisa fokus, pelajaran nih, taun kemaren lumayan fokus gugurnya di test kedua. Yah, sudah terjadi kudu legawa dan kudu sabar. Tapi sih, masih ada alhamdulillahnya, ini di saat yang sama juga istri juga lolos untuk posisi yang baru. Istri lolos untuk posisi Supervisor, tapi masih deg - deg-an untuk penempatannya dimana. Soalnya dua tahun ini saya menjalani Long Distance Married alias LDM, istri di Bekasi, saya di Gresik. Mengulang kayak jaman pacaran jaman dulu. Nah ini kebetulan dapat kesempatan naek posisi supervisor, udah lolos tinggal psikotest dan penempatan. Saya sih berdoa biar di Surabaya, biar bisa kumpul lagi. Udah dua tahun lebih soalnya, semoga kali ini rejekinya bisa di Surabaya. Berdoanya sih penempatan Surabaya.

Enggak berasa ini udah hari ke tujuh di bulan Maret, saya ngerasainnya udah kayak pertengahan ini malahan. Saya juga di hari minggu ini kelar juga nonton series nya Netflix yang Umbrella Academy season 1, belum lanjut ke season 2 karena ceritanya ini agak berat dan saya juga ngelarinnya dua bulanan ini, sumpah kalau mau nonton ini kudu fokus deh. Saya nontonnya disambi kegiatan yang laen makannya enggak kelar - kelar, mana ceritanya menurut saya agak berat. Tertarik sama series ini sih karena ceritanya Umbrella Academy ini di tulis oleh Gerard Way alias mantan vokalisnya My Chemical Romance. Band yang jaman kuliah salah satu yang saya ikutin musik sama albumnya, berpengaruh lah dalam kehidupan jaman kuliah waktu di Jember dulu. Trus ada salah satu pemeran karakter Vanya di series ini kemaren juga sempet heboh karena di real life nya itu merubah gender alias jenis kelamin. Ya Ellen Page yang sekarang menjadi Elliot Page, saya kira itu gimmick di series ini tapi ternyata enggak beneran berubah loh. Saya sih merhatiin di season 1 ini emang karakternya tomboy banget sih, nah untuk season selanjutnya itu apakah ada perubahan dalam hal karakter yang diperanin sih saya belum tau, belum nonton soalnya. Lumayan ini nulisnya lumayan banyak tanpa kudu mikir, lempeng mulu kalau sudah curhat mah. Berjuanglah menghabiskan jatah gagal sekarang biar besok - besok bisa nemuin satu kesempatan lolos diantara kegagalan yang sudah saya hadapi. Semangat!!!

Selasa, Maret 02, 2021


Dikarenakan pandemi yang sedang berlangsung dan masih belum selesai jadi hampir separo kegiatan dilakukan dirumah saja dengan modal internet. Mengurangi kegiatan tatap muka dan berkumpul, ini saya juga barusan kelar juga psikotest. Saya barusan baru kelar menjalani psikotest job opening dari kantor yang saya kerjakan dirumah, soalnya kalau ngerjain dikantor takut enggak konsen. Inikan dirumah kosong, jadi bisa lebih konsen dan bisa leyeh - leyeh ngerjainnya. 

Kali kedua ini saya ikut JO ini, yang pertama taun lalu yang gagal di psikotest dan bahasa inggris. Tahun 2021 ini ada lagi dan ikut lagi nyari peruntungan, tau - tau aja bisa kecantol. Namanya juga usaha, hasil mah ntar dipikir kalau udah diumumin. Saya selama kerja ini awalnya itu tidak terobsesi banget untuk ikut JO, awalnya saya pikir posisi sekarang enak, keliling, lebih banyak di jalan sih jadi bisa disambi jalan kemana - mana gitu. Enggak terpaku sama rutinitas dalam kantor. Apalagi kalau masuk target triwulan bisa dapet bonus juga, dimana di tempat saya kerja ini selain kerjaan saya itu enggak ada bonus triwulanan. Ya saya pikir yaudah enak di posisi terus aja sampek besok - besok, tapi ya kok ada kesempatan tapi g diambil. Mungkin ego saya sudah kegerus sama keadaan dan kenyataan, kenyataan kalau orang itu juga butuh perubahan, perubahan kebutuhan dan perubahan keinginan. Dimana kalau emang punya keinginan itu enggak bisa kalau cuma biasa - biasa aja, kalau punya keinginan itu kudu dikejar alias diusahain biar tercapai. Nah oleh sebab itu sekarang baru saya mikir, kalau ada kesempatan lain untuk posisi lebih tinggi enggak ada salahnya nyoba. Toh juga belom tentu keterima, iya soalnya bagi saya awalnya itu uda merasa kepedeean kalau bakal diterima. Semua butuh proses dan ujian cuy, hehe. Jangan terlalu pede karena yang kepengen posisi itu bukan cuman saya, ada banyak yang kepengen untuk di posisi yang ditawarkan. Dan mustahil dong kalau enggak ada yang berusaha menjadi yang terbaik dari peserta yang daftar, pasti semuanya kepengen menjadi yang terbaik untuk menduduki posisi tersebut.

Saya juga pernah mengalami atau merasakan di atas angin yang pernah saya ceritakan di Ada Yang Namanya Bersyukur mengenai job opening yang terakhir saya ikutin tahun kemaren. Di test kemaren itu saya sempet merasa di atas angin, eh yang nyatanya juga meski juga nilai kita bagus belum tentu kesempatan itu terbaik buat kita. Pelajaran itu sih yang saya dapat, meski kita udah merasa kalau menjadi yang terbaik (sombong) dibandingkan peserta yang lain, dari segi kinerja ataupun pencapaian itu tidak menjamin kita bakal bisa lolos dari kesempatan itu. Buktinya saya kemaren meski dalam hal pencapaian bagus, dan sampai di wawancara akhir saya pun gagal. Setelah gagal itu baru saya sadar, janganlah sombong, janganlah merasa di atas yang lain, karena kalau belum rejeki kita enggak mungkin kesampean dah. Saya dapat pelajaran berharga itu, menurut kita itu terbaik bagi kita tapi belum tentu itu terbaik menurut-NYA. Biarkan hasil yang terbaik kita terima saja, yang bisa kita lakukan sekarang hanya berusaha dan berdoa, untuk masalah hasil biarkan dipasrahkan kepada-NYA.

Memang pengalaman yang terbaik itu adalah yang hal yang pernah dilalui, untuk test kali ini sih saya sudah enggak puyeng. Tadi tesnya mulai pukul 15.00 WIB yang waktu ngerjainnya sekitar 60 menit, dan baru sadar ternyata psikotest itu susah (yaiyalah kalau gampang mah tiduran di kamar,hehe). Kirain kan sama pertanyaannya kayak taun kemaren ternyata beda jauh, dan sebelumnya saya kan baca - baca soal psikotest. Itu yang keluar di soal ada 4 bagian doang, yang paling banyak soalnya malah pertanyaan masalah UUD, pemerintahan dan sejarah. Entah mungkin pernah belajar waktu SMA, tapi beneran susah,haha. Bisanya ketawa doang kalau nginget soal tadi, ternyata yang udah disiapkan itu belum tentu keluar jawabannya di tes,hehe.

Mana dua hari ini enggak konsen kerja karena kepikiran tes tadi lagi, besok kudu harus fokus lagi nih. Ohya sekarang saya lagi demen dengerin lagu dari Band Rocket Rockers, ini dua hari ini nyetelin lagu - lagunya biar mood adem dan semangat lagi. Yosh besok kerja lagi, ngeblognya kudu diseringin biar bisa curhat nulis lagi. Dan blog ini pun berisi tulisan curhatan lagi,hehe.

Senin, Februari 22, 2021

 
Pertama kali dengar kata Janda Bolong pasti yang terpikirkan oleh kita adalah hal dengan konteks negatif, tapi jangan beranggapan seperti itu dulu. Karena janda bolong yang dimaksud disini adalah tanaman hias, kaget kan? Saya saja awalnya kaget, ini kenapa tanaman dikasi nama Janda, apa enggak ada nama lain yang lebih baik. Tapi ini bukan tentang baik atau tidaknya nama sih, tapi emang karena udah unik saja dan emang menjual namanya jadi sampai sekarang lebih dikenal dengan nama janda bolong. Dan tentunya harganya juga selangit.

Saya bukan pecinta tanaman hias, tapi karena kebetulan ibu saya di rumah punya bakat menanam tanaman hias akhirnya saya dibagi satu pot isinya tanaman janda bolong. Agak was - was sih awalnya dikasi tanaman hias ini, takut enggak bisa ngerawatnya. Karena pengalaman saya melihara rumput jepang dan rumput gajah mini di teras rumah yang gagal alias kurang tumbuh subur jadi sayanya agak was - was. Tapi karena kata ibu saya ini tanaman tidak perlu kena matahari langsung dan bisa dirawat di dalam rumah akhirnya saya coba untuk ngerawat tanaman hias yang satu ini.

Tanaman hias yang dikenal dengan nama janda bolong pada mulanya dikasi nama daun yang bolong, dan dibahasa jawain jadi ron podho bolong. Yang karena dibaca dengan cepat menjadi rondho bolong yang menjadi unik dan lain daripada lain rondho bolong yang kalau dibahasa indonesian jadi janda bolong. Yang menjadi menjual nama tanaman ini, aneh sih dari kata daun yang bolong malah nyasar ke janda bolong. Tapi kalau emang namanya kurang terkenal kayaknya enggak mungkin bertahan sampai sekarang, kalau jenis tanaman ini masuk dalam jenis tanaman hias Monstera.

Ini sudah sekitar 2 minggu saya rawat di dalam rumah, dan alhamdulillah masih idup sih. Saya bersyukur aja ini tanaman saya rawat dan kelihatannya cocok sih. Yang bikin khas adalah daunnya yang ada bolong - bolongnya, kalau kata ibu saya sih enggak perlu tiap hari disiram. Bisa dijarakin dua hari sekali yang penting tanah dalam potnya tidak kering sih. Tiap dua hari sekali saya siram sih, kalau terlalu sering disiram juga bisa busuk tanamannya.

Oh iya selain bagus tanamannya, harga jualnya juga melambung tinggi. Apalagi di saat pandemi ini, orang - orang yang WFH dan yang lebih banyak dirumah banyak yang nyari kesibukan dengan bercocok tanam. Dan nanam janda bolong ini salah satunya, dan jangan heran kalau satu pot tanaman janda bolong ini ada yang harganya sampai ratusan juga. Siapa yang beli? Ya yang seneng dengan tanaman hias lah, kalau saya sih enggak mungkin bisa beli harga ratusan juta itu. Tapi kalau bisa ngebibitin tanaman ini dan dijual kayaknya bakal bisa menambah pemasukan sih.

Kapan hari ada temen yang cerita kalau pernah ditawarin bibit janda bolong yang masih kecil itu Rp. 150.000, kalau udah gede malah bisa jutaan yang diitung dari tiap lembar daunnya. Ebuset serem yak, misalnya satu lembar dihargain 1 juta dan ada 5 lembar daun di satu pot, bisa 5 juta doang sepot dong. Wah mantep kan, pengen sih bisa ngebibitin lagi tanaman ini, mumpung masih rame dan banyak yang nyari bisa jadi income tambahan di saat pandemi ini. Ohya jadi kesimpulannya Janda Bolong ini tanaman hias dengan daun yang lebar yang ada bolong - bolong oval di tiap daunnya, semacam daun yang di dalamnya kayak dimakanin ulat, tapi enggak dibuat - buat.

Sabtu, Februari 20, 2021

Saya merupakan salah satu nasabah dari Bank BRI, saya sudah familiar dengan internet banking dan mobile banking Bank BRI pada saat membuka rekening tabungan BRITAMA. Namun baru-baru ini ada suatu pembaruan yang lumayan signifikan,  biasanya dulu saya pengguna mobile banking Bank BRI. Tapi berhubung HP Android saya kemaren upgrade os terbaru akhirnya aplikasi mobile banking tidak dapat digunakan dan diganti dengan aplikasi BRImo. Dari namanya saja sama cuman dibalik dari mobile banking BRI jadi BRI Mobile Banking. Versi pertama dari BRImo ini yang saya rasakan sih ada pembaruan untuk masuk ke aplikasinya yang awalnya itu harus mengetik username dan password internet banking jadi hanya dengan sidik jari atau face recognition dari hape kita yang disambungkan dengan aplikasi jadi kita tidka perlu mengetik username dan password. Lumayan membantu karena kita tinggal klik authentication di aplikasi BRImo kita bisa langsung masuk ke aplikasi. Namun disaat kita mau melakukan transfer itu wajib untuk menginput password dari internet banking yang terdiri dari huruf besar, angka dan huruf kecil. Lumayan ribet karena mau gak mau kita kudu input password, nah untungnya di New BRImo ada beberapa upgrade yang menyempurnakan versi sebelumnya.


Sebelumnya kita harus mempunyai rekening tabungan BRI, sebenarnya di aplikasi New BRImo ini bisa membuka rekening tabungan sih, nanti tinggal ambil ATM di Bank BRI terdekat. Fitur yang dimiliki di New BRImo ini adalah fitur membuka rekening dan internet banking langsung. Belum saya coba sih, karena waktu saya buka rekening BRI itu saya sekalian mendaftarkan beberapa fitur seperti, sms dan email notifikasi guna mengetahui uang yang keluar masuk, internet banking, mobile banking, dan juga transaksi finansial internet bankingnya. Kalau semua fitur itu diaktifkan baru enak, jadi kita tidak perlu ke kantor BRI jika mau menggunakan layanan perbankan dari BRI. Bagi saya emang ribet untuk daftar-daftarin di awal daripada belakang kudu bulak balik ke kantor sih.

Jadi setelah layanan di atas aktif, kita tinggal mengunduh aplikasi BRImo di Playstore atau Appstore. Setelah itu buka aplikasi BRImo, pilih punya akun, masukkan username dan password internet banking, tunggu sms dari Bank BRI, setelah itu baru kita input pin untuk aplikasi BRImo guna konfirmasi pin untuk semua transaksi di BRImo. Sebelumnya itu kita harus input password tapi sekarang sudah dirubah menjadi pin jadi lebih mudah diingat karena pin ini hanya terdiri dari angka. Setelah kita input konfirmasi pin baru kita bisa mengakses BRImo dengan sempurna.

Untuk log in awal setelah berhasil masuk aplikasi BRImo, kita tinggal pilih tombol sidik jari disebelah tombol log in, kalau di hp tidak terdapat sensor sidik jari maka disitu pilihannya face recognition. Setelah di klik nanti kita letakkan jari ataupun scan wajah dan langsung otomatis masuk ke BRImo kita. Di halaman utama ini ada lebih dari 100 fitur yang aktif dan akan semakin bertambah fiturnya. Yang lagi rame saat ini adalah fitur top up saldo BRIZZI di iPhone, yang mana fitur NFC iPhone yang aktif itu di iPhone 8 keatas dengan iOS 13 keatas. Jadi bukan cuman pengguna Android yang ada NFC nya yang bisa top up dan cek BRIZZI tapi sekarang di iPhone juga sudah bisa. Dan per hari ini juga pengguna iPhone juga sudah bisa top up dan cek saldo e-Money di hape mereka karena sekarang BRIZZI, e-Money Mandiri dan Flazz BCA sudah bisa di akses di iPhone yang berNFC.

Selasa, Februari 02, 2021


Tanggal 2 Februari, sudah waktunya untuk mulai bayar tagihan Indihome. Gara - gara bulan kemaren coba naikin speed internet jadinya saya h2c sih ini tagihan bulan pertamanya bagaimana. Pagi tadi saya cek jam 9 di aplikasi MyIndihome dan sudah keluar juga tagihannya, Rp. 369.033 alias naik Rp. 17.000 dari tagihan bulan Januari. Lumayan sih dapat speed dengan bayar cuman 17ribuan. Semoga bulan berikutnya masih tetap stabil tagihannya. 

Kecewanya sih cuman satu layanan Indihome UseeTV nya itu di saya ada beberapa channel yang ngeblank dan sampai manggil teknisi beberapa kali dan dicoba untuk ganti stb nya tapi hasilnya tetap saja. Entahlah apanya ini yang salah, meski saya jarang nonton TV tapi sayang juga sih ada fitur yang enggak sempurna. Sudah coba dm twitternya telkom care dan masih tetap belum bisa.

Akhirnya saya cuman bisa pasrah saja sih dengan layanan yang kurang sempurna ini. Layanan internetnya sih sejauh ini bagus dan stabil.Sekarang streaming an Netflix juga lumayan lah dari paketan kemaren. 

Kali ini saya tetap membayar tagihan Indihome dengan aplikasi LinkAja, namun sebelum itu saya harus mengisi saldonya. Metode yang saya gunakan saat ini adalah lewat aplikasi BRImo, disini saya ngisi saldonya dengan langkah - langkah sebagai berikut :


 1. Log In aplikasi BRImo, pakai sidik jari lebih gampang juga untuk log in dibandingkan kudu ngisi username dan password dari BRImo.

 

2. Setelah itu masuk ke menu Dompet Digital.

3, Pilih Top Up Baru



4. Pada Submenu Dompet Digital pilih LinkAja

 

5. Masukkan nomor HP yang terdaftar LinkAja



6. Setelah itu input nominal yang mau kita isikan, nominal disini minimal Rp. 20.000 beserta rekening sumber untuk melakukan pengisian saldo

7. Setelah itu pilih Top Up dan masukkan pin BRImo

 

8. Transaksi berhasil setelah itu tinggal bayar tagihan lewat aplikasi LinkAja


Senin, Januari 18, 2021


Kebosanan melanda, setelah kelar nonton anime Attack on Titan di Netflix sampai final season, saya kehabisan rekomendasi untuk series baru. Semenjak musim streaming-an melanda ini saya lebih memilih nonton secara resmi dan legal dibandingkan nonton ilegal. Ada beberapa layanan yang sudah saya coba dan memang sekarang sudah mulai banyak pilihan layanan yang ditawarkan, seperti Netflix, PrimeVideo, Hbo Go, dan Disney+ Hotstar yang mulai hadir secara resmi di Indonesia. Meski termasuk kategori baru masuk Indonesia, namun film - film yang ditawarkan juga lumayan banyak.

Kebetulan juga saya masih belum mencoba langganan, harga langganan layanan dari Disney+ untuk bulanan adalah Rp. 39.000 sedangkan untuk langganan selama 12 bulan atau satu tahun adalah Rp. 199.000. Dari segi harga memang sangat miring jika dibandingkan dengan pesaingnya, terutama untuk yang langganan tahunan, per bulan kenanya itu Rp. 17.000. Di Iklannya sih film yang ditawarkan itu film-film Hollywood blockbuster dan konten peraih penghargaan dari Disney, Marvel, Star Wars, Pixar, National Geographic. 

Jujur saya sih tertarik dengan serial Wanda Vision yang baru dirilis beberapa hari yang lalu, makanya saya ingin mencoba daftar buat ngerasain seperti apa yang ditawarkan oleh Disney+ Hotstar ini. Jika anda sama seperti saya, yaitu pelanggan baru yang belum langganan tapi sudah daftar maka yang harus disiapkan pertama kali adalah saldo Gopay. Kenapa?

Karena untuk langganan bulanan itu pembayaran bisa menggunakan Kartu Kredit atau Gopay, lain halnya jika kita ingin berlangganan tahunan ada beberapa metode yang ditawarkan seperti Debit Online, Virtual Account dari 5 bank kerjasama dan beberapa E-Wallet. Berhubung saya mau coba dulu, makanya saya nyiapin saldo Gopay, saldo yang dibutuhkan untuk langganan bulanan adalah Rp. 39.000 jadi sebelum langganan bisa isi saldo Gopay baru langganan Disney+ Hotstar.

Setelah saldo Gopay kita tersedia, hal pertama yang kita lakukan adalah masuk ke Website https://www.hotstar.com/id, untuk pengguna Android dan iOS bisa download aplikasi DIsney+ Hotstar di Google Playstore dan Apple Store. Yang saya pergunakan disini adalah mendaftar lewat Website, pertama kita bisa pilih menu Masuk. Saya memilih masuk karena sudah pernah daftar tapi belum langganan. Setelah itu masukkan nomor handphone kita yang digunakan sewaktu mendaftar, setelah itu kita bakal menerima sms notifikasi yang berisi OTP, Setelah Input OTP, kita pilih menu langganan, disitu ada dua pilihan untuk bulanan atau langsung tahunan. Saya pilih bulanan yaitu Rp. 39.000 setelah memilih kita akan diarahkan ke menu pembayaran dimana ada dua pilihan yaitu menginputkan kartu kredit atau Gopay. 

Saya pilih Gopay, dan diarahkan ke menu pembayaran lewat Gopay, setelah itu kita input nomor hp yang terdaftar di Gopay. Setelah itu akan masuk menu untuk menghubungkan Gopay dengan Hotstar, masukkan pin Gopay dan pilih Confirm. Setelah itu pembayaran berhasil dan langsung ke menu awal Disney+ Hotstar dengan menu yang awalnya langganan berubah menjadi Tingkatkan, dimana kita sudah bisa memilih dan menonton film yang ditawarkan. Sayapun langsung nonton streaming Wanda Vision 2 episod langsung,hehe. 

Setelah nonton Wanda Vision kesan pertama yang saya rasakan adalah di Disney+ Hotstar ini yang uniknya adalah ada dubbing suara bahaasa Indonesia dan juga tersedia subtitle bahasa Indonesia. Yang unik disini adalah dubbing, bagi penonton malas baca subtitle bisa memilih yang versi dubbing. Cuman bagi saya yang enggak biasa dengerin dubbing jadi aneh sih. Lebih nyaman suara bahasa asli disertai subtitle alias saya tim subtitle.

Terus kelebihan lain yaitu disini film Disney dan Marvel lengkap dan kalau nontonnya gak perlu bayar lagi, bisa kita tonton langsung ataupun di download tanpa kena iklan. Ada sih layanan streaming sebelah yang udah bayar tapi tetep kena iklan, tapi Disney+ Hotstar ini aman. Untuk resolusi yang ditawarkan itu cuman ada Auto, Rendah, Sedang dan Tinggi.

Kekurangannya adalah sampai saat ini Disney+ Hotstar ini cuman bisa diakses melalui Android TV dengan OS 7.0 keatas sama Apple TV Gen 4 dengan OS 11 keatas. Untuk pengguna Smart TV seperti saya di LG Web Os masih belum bisa akses. Saya sudah nyoba pakai menu browser di Smart TV itu berhenti di saat kita pilih film yang akan diputer, langsung berhenti tidak ada loading film yang dipilih. Jadi kudu nunggu sampai ada aplikasi resmi di Web OS kalau di LG TV. Coba kalau sudah tersedia di Smart TV pasti saya langganan yang setaun hehe. Maklum juga sih kan masih baru masuk di Indonesia, jadinya mungkin masih dalam tahap pengembangan. Kalau untuk akses lewat HP saya sih pribadi kurang nyaman karena kalau nonton di HP karena nonton di layar yang kecil itu yang agak susah. Saya nonton di HP itu terpaksa kalau udah males nonton di TV,hehe. Kalau nonton di Laptop juga kebanyakan malesnya nyalain laptop,hehe. Biasa mager ini susah emang ngatasinnya.

Bagi saya sih kekurangannya sih untuk perangkat untuk muternya sih, kalau untuk film yang ditawarkan sudah mantap. Ada series original Disney+ nya juga, dan ada beberapa film yang tayang hanya di DIsney+, film Indonesianya juga lumayan banyak.

Nah sembari nunggu rilis Wanda Vision episode selanjutnya, sekarang saya nyoba nonton The Mandalorian. Di masa pandemi begini emang dirumah itu menyenangkan, apalagi sambil nonton film. Saya sekarang beneran jarang keluar rumah kalau enggak penting banget, betah dirumah aja. Tapi ya gitu, timbangan ini yang enggak ramah karena temennya nonton adalah nyemil,hehe. Saya sertakan beberapa screen shot sewaktu saya daftar langganan Disney+ Hotstar ya. 











Senin, Januari 11, 2021


Hampir dua tahun saya memakai aplikasi Jenius, dari yang awalnya menggunakan Jenius hanya coba - coba fintech baru. Sampai saya buat langganan pembayaran spotify, namun info tidak mengenakkan terjadi di Desember 2020 kemaren. Jenius sementara tidak bisa digunakan untuk bayar spotify dan Netflix, nahloh kenapa? Padahal saya yakin mayoritas pengguna spotify dan netflix yang tidak mempunyai kartu kredit saya rasa adalah pengguna jenius, karena memang untuk spotify bisa bayar pakai pulsa tapi kalau paket family harus pakai kartu kredit, dan untuk netflix wajib kartu kredit. Karena itu pasti pengguna jenius yang memakai aplikasi ini bakal teriak - teriaklah, termasuk juga saya. Sayapun penasaran kenapa Jenius ini sementara tidak dapat digunakan untuk bayar spotify dan netflix, saya coba dm twitternya Jenius Help, dan bertanya tentang kejadian tersebut. 

Kami ingin menginformasikan saat ini Kartu Debit VISA Jenius tidak dapat untuk dihubungkan ke akun Netflix/Grab/Spotify dikarenakan penyesuaian sistem sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.

Jawabannya dari Jenius Help seperti itu, jadi untuk sementara pembayaran ke Netflix, Grab dan Spotify enggak bakalan bisa dikarenakan penyesuaian sistem,  terlebih lagi mulai Januari 2021 ini ada aturan baru dari Jenius yaitu akan melakukan penarikan saldo Rp. 10.000 yang mereka sebut feesible, atau kalau di bank konvensional biasa itu biaya administrasi bulanan. Sampai saya ketik tulisan ini twitter Jenius Help isinya sih komplen karena ada tarikan sebesar Rp. 10.000 dan pada gak terima dan ada beberapa yang menutup akun jeniusnya. Wajar sih menurut saya Jenius memberlakukan biaya administrasi, karena sudah waktunya mereka membuat nasabahnya loyal. Kan beberapa tahun pertama ini mereka tidak mengenakan biaya bulanan untuk nasabahnya, dan juga di limit tertentu tidak dikenakan biaya penarikan tunai di atm bank lain. Istilahnya sekarang ini, udah habis bakar - bakar uangnya, saatnya membuat nasabahnya loyal.

Mungkin nasabah yang keberatan dengan biaya admin feesible jenius ini pasti bakal menutup akun jeniusnya, tapi untuk nasabah loyal yang terbantu kebutuhan tabungan dan dreamsavernya pasti saya jamin masih bakal support terus Jenius. Sebagai salah satu fintech dari BTPN saya rasa termasuk yang berhasil di bandingkan dari fintech serupa yang lain, menurut saya sih. Pengembangan dan sistemnya yang baru, saya rasa masih terus berkembang meski masih banyak celah - celah keamanan yang harus diperbaiki agar lebih baik dan lebih nyaman lagi nasabahnya. Untuk saya saat ini sih masih menggunakan jenius, meski ada biaya feesible sih saya enggak masalah sambil menunggu bisa lagi untuk bayar - bayar spotify, saya masih bakal loyal aja sih. Untuk biaya feesible nya ini ditarik tiap bulan Rp. 10.000 dan akun bakal tertutup kalau tidak ada saldo sampai selama 12 bulan atau biaya Rp. 120.000. Saat ini sih saya pakai buat langganan bayar iCloud bulanan, soalnya sekarang masih nyobain make hape dengan sistem yang baru nih,hehe. Untuk informasi mengenai feesible ini bisa dibaca di link berikut.

Kamis, Januari 07, 2021


Postingan pertama di tahun 2021, dimana tahun 2020 kita semua berjuang untuk survive di tengah pandemi ini. Semoga tahun 2021 ini kita semua bisa jalani dengan hati ikhlas dan tetap terjaga imun kita, amin. Sudah sekitar 11 bulan ini saya berlangganan indihome, selama 11 bulan ini tidak ada problem besar yang terjadi, selain hanya masalah beberapa channel TV yang enggak muncul entah kenapa. Sudah beberapa kali manggil teknisi dan hasilnya juga tetap saja, saya juga sudah sempat nyobain STB yang dirumah saya bawa ke kantor, dan nyoba idupin eh ternyata lancar - lancar aja channel yang di rumah enggak bisa kebuka di kantor dengan koneksi indihome kantor eh malah lancar jaya. Sampai sekarang tidak ada solusi, kemaren trakhir teknisi ke rumah katanya mau diganti itu STB dengan STB baru, eh juga sampai sekarang enggak diganti - ganti, yasudahlah. Untuk koneksi internetnya selama saya berlangganan ini tidak ada masalah, dan alhamdulillah stabil aja.

Tadi sore sewaktu di kantor saya ditelepon oleh nomor telepon 1500755, awalnya ragu mau diangkat karena takut penipuan ataupun penawaran asuransi. Saya coba angkat lah itu, berdoa semoga saya dikabari dapat hadiah apa kek, eh ternyata yang nelepon saya ini adalah dari Indihome. Saya ditawari upgrade speed internet yang awalnya itu 10 Mbps menjadi 20 Mbps dengan menambah tagihan sebesar Rp. 22.000. Awalnya sih saya gak gitu butuh upgrade speed karena koneksi 10 Mbps aja udah cukuplah untuk dirumah, saya pakai sendiri. Toh juga CCTV dan peralatan elektronik lain juga masih ngatasi lah dengan kecepatan 10Mbps, tapi karena saya lumayan tergiur dengan iming - iming tagihan flat selama berlangganan dan tidak akan ada kenaikan tarif. Sayapun luluh juga sih, soalnya lumayan juga penawarannya nambah 22 ribu dari tagihan awalnya yang sebesar Rp. 352.000 menjadi Rp. 374.000 tanpa merubah paketan TV yang tersedia. Sayapun menanyakan apakah informasi yang diberikan valid dan gak mungkin ada perubahan sepihak, dari mbak Cs nya mengiyakan dan menginformasikan kalau percakapan lewat telepon ini direkam dan melekat pada nomor langganan indihome saya jikalau kedepannya ada komplain masalah kenaikan tarif sepihak. Jadi percakapan ini bakal bisa dijadikan bukti kalau tidak mungkin ada perubahan sepihak dari pihak telkom, nah sayapun tertariklah. Untuk FUP awalnya itu naik jika 10 Mbps itu FUP nya itu 350 Gb, nah kalau 20 Mbps FUP awalnya itu 500 Gb. Lumayan lah dalam batin saya, nonton Netflix HDR lebih lancar. 

Penawaran ini diakhiri dengan saya tertarik dan dibacakan perjanjian yang direkam kalau saya tertarik untuk penawaran paket upgrade speed ke 20 Mbps yang bakal di proses maksimal 1x24 jam, dimana saya bakal dapat sms konfirmasi kalau speed sudah naik dan bisa di cek di Speedtest kenaikan speednya. Btw sampai malam ini sih belum ada sms konfirmasi sih, jadi saya masih stabil di 10 Mbps. Pengalaman saya ditawari sih ini lebih tepatnya, untuk bagaimana kelanjutannya lagi nanti saya bakal update aja deh kalau sudah naik speednya. Semoga sih indihome tetap seperti ini stabil dan enggak gangguan,hehe. Amin.

Senin, Desember 21, 2020

Sebenarnya ini bukan merupakan pengalaman yang baik, tapi sayang juga kalau enggak di ceritain. Sebelumnya harus diingat untuk tetap menjaga protokol kesehatan kalau di luar rumah ya, kalau di rumah sendiri saya kira semua sudha mengedepankan protokol kesehatan. Jadi begini, saya merupakan salah satu orang yang menunggu rilisnya Wonder Woman 1984, kenapa saya begitu menunggu rilisnya film ini? Karena film ini cuman di rilis di 2 tempat, yang pertama di bioskop dan yang kedua adalah HBO Max. Kalau di bioskop sih tergantung wilayah masing- masing, karena di Jawa Timur tempat saya tinggal itu hanya satu bioskop yang buka yaitu di Mojokerto dan bioskopnya itu CGV. Wilayah selain itu setau saya masih belum membuka akses bioskopnya, nah tanggal rilis WW84 itu tanggal 16 Desember 2020 dan kebetulan itu tanggal di hari kerja yang enggak mungkin dong kalau saya kabur ke Mojokerto di jam kerja. Nah terpilih lah hari sabtu kemaren atau tanggal 19 Desember 2020, weekend juga paslah untuk nonton ke Mojokerto. Nah sudah rencana pesan tiket, eh saya diberi tahu kalau di Gresik (Icon Mall) CGVnya buka dan nyiarin 3 film di tanggal itu. Salah satunya Wonder Woman 1984, nah daripada ke Mojokerto saya lebih memilih ke Gresik saja karena memang tinggal di Gresik juga dan jalan ke Icon Mall itu enggak sampai 35 menit, dibandingkan kalau ke Mojokerto itu ditempuh sekitar 60 sampai 80 menitan lah dari rumah, belum lagi kesasar karena enggak tau jalan ke lokasinya.

Saya putusin lah pesen tiket untuk malam jam 18.30, perkiraan kalau malam enak lah jalanan juga enggak macet juga. Proses pemesanan di website CGV juga enggak ribet - ribet banget, cuman log in akun CGV, pilih lokasi CGV nya, setelah itu pilih film yang akan di tonton dan juga waktu tayangnya. Kalau di Gresik untuk hari biasa Rp. 35.000 sedangkan weekend itu Rp. 40.000. Di CGV Gresik ini cuman menyediakan bioskop yang 2D saja, yang lengkap untuk fasilitas CGV nya itu di Marvell City Surabaya. 

Udah pasti dong, dari pagi udah kepikiran terus ntar malam nonton bioskop pertama di situasi pandemi gini. Emang di beberapa survey itu hasilnya bioskop adalah tempat yang cepat untuk menularkan Covid 19, sempat was - was juga tapi saya sih persiapan bawa masker dan juga face shield. Sekalian juga rencana pakai jaket, pokok pakaian standar saya itu seperti kalau mau perjalanan ke luar kota pakai Kereta Api. Biar saya agak tenang dan juga orang lain sekitar saya agak tenang juga, tapi emang sih nonton bioskop itu tidak direkomendasikan. Tapi berhubung HBO Max juga tidak tersedia di Indonesia, dan hanya tersedia di Amerika, ya apa boleh dibuat. 

Langsung ke sore hari, saya persiapan setengah enam sore, berangkat dari rumah pukul 17.45, estimasi 30 menitlah sampai Icon Mall. Sekalian nyoba tol baru KLBM dari Cerme sampai Bunder yang belum pernah saya lewati karena emang baru diresmikan 3 minggu yang lalu. Saya berangkat perjalanan dari rumah ke pintu tol sekitar 15 menitan, naik dari Pintu Cerme dengan biaya Rp. 9.000 saya pun langsung tancap gas ke arah Bunder, nah ternyata perjalanan dari Pintu Tol Cerme ke Pintu Exit Bunder itu gak sampe 4 menit perjalanan. Cepet banget, dibandingkan kalau lewat bawah barengan sama truck besar dijamin enggak bakal bisa nyalip - nyalip. Cuman yang membuat lama itu adalah setelah turun dari pintu Tol Bunder kita kalau mau ke arah Icon Mall harus muter ke terminal bunder dulu baru deh bisa ke arah Icon Mall, enggak boleh langsung belok kanan. Malah lebih lama turun tol dibandingkan perjalanan di Tolnya (^_^;), pas jam 18.20 WIB saya sampai di parkiran mall. Turun dari kendaraan langsung ngacir masuk ke pintu masuk mallnya, pakai hand sanitizer dan juga di termo gun sekalian tanya pak satpamnya dimana CGV, yang mana pertama kali saya ke CGV Icon Mall. Letak CGV ternyata naik dua lantai kata pak satpamnya, sayapun lanjut naik eskalator dua kali, sesampainya di lantai yang dituju saya baru keliling dah itu nyari CGV, kebetulan lantai atas sendiri itu masih belum ramai yang jualan alias masih banyak yang kosong. 

Dan saya mulai tengok kiri dan kanan, yang akhirnya sampai di bioskop yang dituju. Nah tapi pertama kali sampai lah kok rolling doornya masih ditutup? padahal jadwal film saya udah pas di pukul 18.30 WIB, saya gedor - gedor lah rolling doornya, nah baru mbak - mbak CGV nya ngebukain dan tanya apakah sudah pesen, saya jawab sudah mbak sudah pesen tinggal cetak tiketnya. Sayapun dipersilahkan masuk, waktu masuk juga bingung, ini mau nyetak tiket dimana. Antara keburu - buru sama enggak paham nyampur jadi satu, biasanya kalau di XXI itu tinggal scan barcode udah kecetak tiketnya, ternyata kalau CGV meski sudah scan barcode kudu masukin passkey yang ada di bawah barcode pembelian tiket. Baru paham juga saya, setelah tiket tercetak sayapun tanya studio Audi 2 ini dimana, karena tiket saya tulisannya di Audi 2. Saya diarahkan langsung ke studio Audi 2, kirain kan udah rame yang dateng ya. Eh ternyata saya udah lari - lari dan masuk studio bioskopnya eh saya adalah orang pertama yang masuk bioskopnya. Waktu baru masuk ruangannya, kan biasanya emang diputerin trailer film - film yang bakal ditayangin atau coming soon. Nah pas saya duduk di kursi, trailernya yang diputer pas trailer film Asih yang genrenya film horror lagi. Dag dig dug, dah baru kali itu takut gegara nonton trailernya doang. Untungnya g berapa lama baru masuk lah yang udah beli tiket WW84 di jam yang sama dengan saya, mungkin yang masuk sekitar orang 12 an, lumayan lah terisi, meski enggak full kursinya. Disekat 1 kursi kosong sebelahnya isi dan begitu seterusnya.

Pengalaman nonton bioskop pertama di masa pandemi ini emang beda, karena udah ampir setengah tahun lebih enggak menikmati nonton di bioskop. Karena selama ini nontonnya depan TV dirumah tanpa sound yang gahar kayak di bioskop ini. Film WW84 ini berdurasi kurang lebih 2 jam 30 menitan dengan satu mid credit scene di akhir film. Seneng aja hati ini bisa nonton bioskop lagi, setelah kelar nonton akhirnya saya pulang dengan bahagia.

Cuman besoknya ada kabar buruk, kabar buruknya bioskop CGV di gresik ini ditutup lagi karena belum mendapat ijin dari bupati, jadi hari minggu nya itu bioskop CGV ini di datengin satpol PP dan disuru tutup karena tidak diberi ijin buka. Pantesan saya cari jadwal di website CGV kok g muncul - muncul aja, ternyata udah keburu ditutup again sampai batas waktu yang belum ditentukan. Semoga aja Covid 19 nya cepet reda dan bisa buka lagi bioskop di Jawa Timur khususnya. Untung juga saya sempat nonton di bioskop sebelum ada grebekan itu, cuman sekarang kalau emang maksa mau nonton sih bisa beneran ke Mojokerto cuman buat nonton doang. Sekarang sih saya balik kembali menjadi penonton rumahan lagi, baru nonton bioskop lagi saat Black Widow rilis lagi, dan semoga nanti udah bole buka bioskopnya jadi gak perlu bingung nyari bioskop terdekat untuk nonton. Stay safe dah sekarang apalagi mau libur natal dan tahun baru, kalau bisa di rumah aja sih. Nonton streaming Netflix lagi sambil namatin Attack On Titan bareng saya. :D