20 October 2020

Apa Itu BPUM dan Cara Cek Penerima BPUM


Rejeki emang gak akan kemana, kalau belom atau bukan rejeki mau digimanain juga ya brarti enggak dapat rejeki itu. Dan juga rejeki itu gak mungkin ketuker, beda sama sandal kalau lagi abis dari masjid, kemungkinan ketukar itu sangat tinggi. Ada yang kemaren dapat sms dari BRI-Notif kalau ada transaksi credit sebesar Rp. 2.400.000 yang padahal rekening BRI nya itu gak ada isi saldonya sama sekali, betapa beruntungnya yang mendapat sms nofitikasi seperti yang dimaksud. Tenang sms tersebut bukan indikasi penipuan, itu adalah sms blast untuk notifikasi bahwa pemegang nomor telepon dan rekening BRI tersebut mendapat bantuan. Nah bantuan ini adalah BPUM atau Bantuan bagi Pelaku Usaha Mikro, bantuan ini istilahnya Banpres Produktif dimana asal muasal ada dana ini untuk memicu kegiatan usaha produktif di tengah pandemi Covid-19

Berdasarkan Peraturan Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia No. 6 Tahun 2020 diterangkan bahwa :

1. Dana BPUM ini diberikan satu kali dalam bentuk uang sebesar Rp. 2.400.000 kepada pelaku usaha mikro yang memenuhi kriteria seperti tidak sedang menerima kredit atau pinjaman dari Bank dan bukan Aparatur Sipil Negara (ASN), Anggota TNI, Anggota Kepolisian, Pegawai BUMN atau Pegawai BUMD.

2. Dana Banpres Produktif (BPUM) diberikan kepada pelaku Usaha Mikro untuk kegiatan produktif menjalankan usaha di tengah krisis akibat pandemi Covid-19 dan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.

3. Dana Banpres Produktif disalurkan langsung ke rekening penerima BPUM di Bank Penyalur dan selanjutnya dapat dicairkan di Bank Penyalur setelah penerima BPUM melengkapi dokumen serta divalidasi oleh petugas Bank.

4. Kementerian Koperasi dan UKM RI bertanggung jawab penuh terhadap validasi data calon penerima bantuan yang diusulkan oleh lembaga pengusul BPUM meliputi Dinas Koperasi dan UKM Provinsi dan Kabupaten / Kota, koperasi, perbankan dan perusahaan pembiayaan, atau lembaga penyalur Program Kredit Pemerintah.

5. Apabila terdapat nasabah yang memiliki usaha tetapi tidak mempunyai pinjaman di BRI maupun Bank lain dan belum mendapatkan Banpres Produktif maka nasabah dapat diusulkan ke KemenkopUKM RI melalui lembaga pengusul mitra kemenkop dan selanjutnya persetujuan akhir di kementrian Koperasi & UKM RI.

Untuk melakukan pengecekan NIK yang terdaftar mendapat program bantuan produktif ini dapat di cek di link https://eform.bri.co.id/bansos/penerima_bpum, dengan menginput NIK atau No KTP dan menginputkan kode verifikasi di bawahnya, klik proses inquiry. Jika KTP yang dimaksud memang mendapatkan bantuan akan muncul info seperti gambah di bawah ini, begitu pula misalnya tidak termasuk penerima BPUM info yang muncul juga seperti gambar dibawah. 

 



Jadi selain mendapat sms notif dari Bank BRI atau misal nomor yang teregistrasi dengan nomor rekening BRI sudah tidak aktif maka akan dihubungi oleh petugas BRI dari Unit Kerja terdekat. Untuk lebih cepatnya sih bisa cek di link yang disediakan. Cara cek nik penerima BPUM langsung di web eform BRI?

Apa saja yang disiapkan untuk pencairan Dana BPUM? Yang harus disiapkan atau syarat - syarat untuk mencairkan Dana BPUM adalah sebagai berikut :

1. Buku Tabungan BRI dengan nomor rekening yang sesuai dengan sms notifikasi, jika punya rekening lebih dari satu dipastikan untuk nomor rekening yang mana yang mendapat bantuan, kalau bisa dibawa semua rekening BRI yang dipunya biar tidak bolak balik.

2. Kartu ATM dari rekening BRI yang dipunya.

3. Kartu Identitas (KTP) wajib dibawa untuk verifikasi penerima BPUM.

4. Nasabah harus mengisi dan menyetujui Surat Pernyataan dan Kuasa Penerima BPUM dan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang harus ditanda tangani tanpa menggunakan materai. Untuk dua surat ini nanti disediakan oleh Bank Penyalur (BRI), nanti kita tinggal isi dan tanda tangan saja.

Untuk pencairan dana BPUM ini bisa dilakukan di semua unit kerja BRI, baik itu Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu dan BRI Unit. Meskipun rekening asal pembuatan rekening berbeda dengan BRI Unit terdekat masih bisa dilayani yang terpenting syarat utamanya sudah terpenuhi. Untuk penerima dana BPUM ini ada beberapa kondisi yang diterima, kondisi pertama adalah dana BPUM sudah cair di rekening BRI namun sudah diblokir otomatis dan untuk membuka blokir harus ke BRI terdekat dengan membawa persyaratan dan dapat dilakukan pencairan. Kondisi kedua adalah penerima BPUM ini tidak memiliki rekening BRI namun sudah mendapat konfirmasi kalau mendapat dana BPUM, kondisi ini nanti bisa di bantu di BRI terdekat nanti bakal dibuatkan buku tabungan baru beserta atmnya, dan kondisi terakhir adalah kondisi dananya sudah masuk di rekening tetapi tidak dapat dibuka blokirnya oleh BRI karena ada beberapa persyaratan dokumen belum lengkap di Kementerian Koperasi dan UKM, dana baru bisa cair apabila kekurangan dokumennya dilengkapi.

Apakah kita termasuk dalam penerima dana BPUM? Kriterianya yang mendapatkan Dana BPUM itu apa saja? Berikut adalah kriterianya :

1. Warga Negara Indonesia (WNI)

2. Memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK)

3. Memiliki usaha mikro yang masih aktif yang dibuktikan dengan surat usulan calon penerima BPUM pengusul BPUM

4. Bukan Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota TNI, anggota POLRI, pegawai BUMN, atau pegawai BUMD

5. Tidak sedang menerima kredit atau pembiayaan dari perbankan.

Jika termasuk dalam kriteria yang dimaksud dan belum diusulkan masih bisa diusulkan di lembaga pengusul BPUM, untuk lembaganya sendiri ada BRI, Pegadaian. Untuk proses pengusulannya sih saya kurang paham, karena yang sekarang ini sudah dalam penyaluran. Kemaren kan ada yang menerima bantuan sebesar Rp. 600.000 tiap bulan, ada yang dapat bantuan untuk pekerja dengan gaji dibawah 5 juta mendapat insentif sebesar Rp. 1.200.000. Nah untuk yang sekarang adalah penerima BPUM sebesar Rp. 2.400.000 yang semoga bakal bisa membuat ekonomi di Negara kita bisa pulih lagi. 

Untuk dana BPUM yang sudah masuk ke rekening penerima jika tidak diambil dengan batas 90 hari sejak diterimanya dana di rekening, jika selama 90 hari tidak dilakukan pembukaan blokir maka dana bakal dikembalikan lagi. Saat ini sih ngeri banget ngelihat yang di PHK dari kerjaan, yang dagang juga susah jualannya karena pandemi ini. Semoga badai ini bakal cepat berlalu dan kita bisa lebih memperhatikan untuk kebersihan diri kita dan lingkungan kita. Stay Safe dan Jaga Kesehatan. 

image source : https://image.shutterstock.com/z/stock-photo-donation-jar-with-copy-space-fundraiser-charity-and-relief-work-656980429.jpg?download-attachment=true

14 October 2020

Log In Jenius Lewat Web


 
Melanjutkan postingan tentang Pengalaman Daftar Jenius by BTPN, sekarang ternyata selain lewat aplikasi di Android Jenius sekarang sudah bisa diakses lewat web. Dulu hanya bisa akses lewat aplikasi saja, sekarang sudah bisa kita akses bebas di browser baik di laptop atau PC. Caranya adalah buka https://www.jenius.com/en terus pilih link di pojok kanan atas yaitu Log In atau bisa langsung klik di https://2secure.jenius.co.id/ disitu kita tinggal isi username dan password dari Jenius kita. Setelah itu akan dikirim sms ke nomor yang diregistrasi akun Jenius, setelah input kode smsnya baru kita diarahkan ke halaman utama dari Jenius. 
 
Tidak semua fitur dari Jenius ini bisa diakses di versi web, pembukaan awal rekening misalnya. Untuk pembukaan rekening Jenius pertama itu wajib di smartphones yang berisi nomor hp aktif. Hanya butuh KTP asli yang nanti bakal difoto di aplikasi jenius, isi data pribadi, dan yang terakhir adalah aktivasi akun jenius dengan video call dengan crew yang bertugas. Atau ingin lebih jelasnya bisa baca postingan Pengalaman Daftar Jenius by BTPN. Sampai saat ini Jenius saya dipakai hanya untuk bayar Spotify saja, kepengen langganan yang lain cuman pasti bakal menguras waktu dan konsentrasi. Karena apa? Karena bakal nonton terus gak berhenti - berhenti, makin malam juga makin malas ngapa - ngapain, malah enggak sehat karena nonton depan TV mulu. Harus bisa nyeimbangin dengan olahraga, olahraganya tidur zzzzzzzzz.

27 September 2020

Pengalaman Pasang CCTV


CCTV atau Closed Circuit Television saat ini bisa menjadi salah satu alat bantu keamanan di rumah. Jadi pengalaman memasang CCTV ini berdasarkan keresahan dikarenakan ada tetangga saya atau tepatnya tetangga di belakang rumah saya ini kemalingan. Untuk rumah standar rumah contoh di perumahan itu biasanya terdiri dari bangunan biasa, pintu dan jendela biasa. Untuk lebih amannya sih mending dipasang teralis dan kunci tambahan agar rumah dalam keadaan aman dari gangguan maling atau rampok. Tetangga saya yang kemalingan ini kebetulan rumahnya juga masih standar dan belum dipasang teralis, apalagi tembok rumah belakang juga belum ditutup permanen. Jadi kejadiannya itu terjadi di hari sabtu, beberapa minggu sebelum hari raya idul fitri, kebetulan deretan rumah tetangga saya ini masih belum penuh terisi, ada sekitar 3 rumah yang berpenghuni dan beberapa rumah lainnya itu kosong. Siang hari suasana deretan tetangga saya ini memang sepi karena semuanya kerja, kemungkinan juga malingnya sudah ngecek lokasi dan di hari sabtu ini eksekusi. Rumah tetangga saya ini dicongkel jendela depan, dan menggasak uang tunai yang ada di rumah, nah jadi posisi pintu di dalam rumah tetangga saya ini semuanya masih di lubang kunci, alias pintu di dalam rumah enggak di kunci. Malingnya jadi leluasa menyisir satu rumah karena tidak ada kamar yang dikunci, setelah menyisir satu rumah malingnya membuka pintu belakang dean melompat ke belakang dengan tangga yang ada di belakang rumah. 

Dari cerita tetangga saya ini, sayapun buru - buru memesan teralis dan kepikiran untuk masang CCTV. Kenapa CCTV, karena sekalian ngawasin rumah juga. Setidaknya kalau ada orang yang berniat buruk pas ngelihat rumah dan ngeliat ada CCTV bisa ragu untuk berbuat jahat. Dan juga CCTV saat ini juga bisa diakses lewat smartphone asal ada koneksi internet. Nah karena dasar ini, sayapun searching di google untuk CCTV, hasil searching saya ini pun mengerucut di Ace Hardware. Di Ace Hardware ini menjual CCTV dan juga pemasangannya, jadi saya tidak perlu beli CCTV dan peralatannya secara terpisah, apalagi dengan pemasangannya.


Karena rumah saya di Gresik, dan Ace Hardware yang terdekat itu di Icon Mall, sayapun bergegas ke sana. Di Ace Hardware ada beberapa CCTV yang dijual mulai dari harga Rp. 3.000.000 sampai Rp. 8.000.000, dari yang kamera 4 sampai kamera 8. Dari beberapa display, saya tertarik sama yang harganya di tengah - tengah alias Rp. 5.000.000, isinya ada 2 kamera outdoor sama 2 kamera indoor, sama DVR dengan kapasitas hard disk 2 Tb, slot kamera di DVR ini ada 8, jadi masih ada 4 slot yang kosong, mungkin besok - besok mau nambah kamera tinggal dicolok di slot yang kosong. Untuk pemasangan jika jarak rumah itu dibawah 10 km dari lokasi Ace Hardware maka tidak dikenakan biaya pemasangan, kalau diatas 10 km bakal dikenakan biaya yaitu Rp. 150.000 tiap kamera atau sebutannya tiap titik. Setelah membayar pembelian CCTV ini kita bakal di catat untuk jadwal pemasangannya itu diagendakan kapan, waktu saya beli sih kebetulan habis hari raya idul fitri, jadi sekitar 2 harian setelah saya beli baru bisa ada pemasangan. 


Pada hari yang telah ditentukan pukul 10.30 WIB, saya sudah dihubungi oleh petugas Ace Hardware yang akan memasang CCTV, sewaktu pembelian paket CCTV nya saya bawa langsung, jadi sewaktu pemasangan teknisi tinggal datang dan pasang. Petugas yang memasang CCTV itu ada 2 orang, pertama yang dilakukan adalah memilih lokasi pemasangan CCTV yang pas, posisi yang saya tentukan itu 1 kamera di depan di tempat parkir mobil, 1 kamera di belakang, dan 2 kamera di ruangan TV yang menyorot pintu depan dan belakang. Kurang lebih pemasangan kamera sekitar 1 jam, cukup cepat karena memang teknisi yang pasang sudah berpengalaman, jadi masang kamera dan penempatan DVR tidak memakan waktu lama. CCTV ini saya sambungkan dengan koneksi Indihome jadi sewaktu - waktu bisa saya pantau lewat HP, untuk menyambungkan dengan router indihome nya ini kita harus menyiapkan kabel LAN (Local Area Network), nah kemaren itu saya sudah beli kabel LAN sendiri tapi berhubung kurang panjang, akhirnya saya beli ke petugas yang pasang CCTV ini kebetulan juga membawa kabel LAN. DVR CCTV ini saya sambungkan dengan TV di ruang kamar dengan kabel HDMI. Setelah tersambung dengan Indihome, saya menginstall aplikasi CCTV di HP saya dan istri dengan menggunakan barcode dari DVRnya.




Pemasangan CCTV selesai, jendela juga dipasangi teralis, semoga tidak ada kejadian yang tidak diinginkan terjadi.

20 September 2020

Cara Enable Kartu ATM BRI lewat BRIMO

Lanjutan dari postingan sebelumnya yaitu Cara Enable Kartu ATM BRI, kali ini saya akan share cara enable kartu ATM BRI lewat BRIMO. BRIMO ini adalah aplikasi terbaru Bank BRI menggantikan BRI Mobile yang warna biru. Kalau kita ke Bank BRI untuk daftar Internet Banking pasti kita juga akan didaftarkan BRIMO, sekarang wajib di instal kan aplikasi BRIMO kepada semua nasabah BRI. BRIMO ini menurut saya adalah versi terbaru BRI Mobile biasa, dengan ditambah beberapa fitur terbaru seperti membuka rekening lewat aplikasi. Kalau dahulu itu buka rekening harus ke kantor Bank BRI terdekat, sekarang kita lewat aplikasi BRIMO sudah bisa mendaftar rekening tabungan BRITAMA, kita akan ngisi form di aplikasi BRIMO setelah terbentuk rekening BRITAMA nya kita tinggal ambil kartu ATM di bank BRI terdekat. Cukup mudah, apalagi kita ke bank cuman ambil ATM dan buku tabungan saja.

Selain di Internet Banking BRI untuk enable kartu ATM BRI, di BRIMO juga diberikan fasilitas untuk enable atau disable kartu ATM BRI kita. Caranya adalah sebagai berikut :

1. Log in aplikasi BRIMO, untuk yang di smartphone nya ada finger print nya bisa log in dengan biometric dengan hanya scan jari kita saja, tanpa perlu memasukkan username dan password dari Internet Banking atau BRIMO kita, cukup mudah dan membantu.

2.  Setelah log in kita pilih menu rekening.

3. Di menu rekening ini akan muncul rekening BRI yang kita punya, untuk mengakses fitur atau menu disable atau enable kartu atm kita bisa pilih titik tiga yang vertikal di kanan nomor rekening tabungan kita atau bisa dilihat di lingkaran merah pada gambar.

4. Setelah di klik titik tiga akan muncul menu Ubah Nama Alias Rekening dan Non Aktifkan Kartu, nah disini kita pilih non aktifkan kartu.

5. Setelah di klik muncul halaman non aktifkan kartu, disitu muncul nomor rekening tabungan kita dan juga nomor kartu atm kita, dibawahnya akan muncul status kartu, ini kebetulan kartu saya tidak terdisable jadinya tulisannya aktif. Kalau kartu kita disable maka kita tinggal klik di lingkaran merah pada gambar untuk mengaktifkan kartu atm BRI kita yang terdisable.

Cukup mudah, cuman emang kalau kita buka rekening di Bank manapun usahakan kita sudah mendaftar semua fitur atau fasilitas yang disediakan oleh Banknya, seperti Internet Banking, dan transaksi finansialnya. Jadi sewaktu - waktu ada kendala itu kita tidak perlu lama antri dan menyempatkan waktu untuk ke Bank. Karena sekarang eranya digital dan juga pandemi alangkah baiknya kita bisa akses semua di smartphone kita dirumah.


19 September 2020

Ada Yang Namanya Bersyukur


Akhirnya hari ini saya mendapatkan kepastian tentang job opening yang saya ikuti bulan kemarin, hasilnya sih sesuai perkiraan di sistem. Meski surat hasil seleksinya baru di share sekarang karena satu dan lain hal. Saya juga akhirnya harus kudu legowo dengan hasil pastinya, kalau kemaren itu dapat kabar dari katanya katanya dan katanya tanpa tau kepastian surat nya. Oleh sebab itu karena hasilnya saya tidak lulus, mau gak mau saya harus legowo, kenapa? Karena emang belum rejeki, mau digimanain lagi juga hasil sudah keluar dan tidak bisa diganggu gugat. Awalnya rasanya kayak nyes alias cukup kecewa pada awalnya, tapi ya mau gimana lagi, harus berpikir positif tentang hasilnya. 

Memang saya ini belum ngerasain yang namanya kecewa, mungkin yang diatas memberikan saya pelajaran baru yaitu antara keinginan dan kenyataan itu gak sepenuhnya sama atau selaras. Omongan orang pada awalnya itu support kalau saya kemungkinan besar lulus, nah mungkin saya juga agak pede sih jadinya kenyataannya malah sebaliknya. Kalau saya berpikiran positif harusnya saya berpikiran mungkin belum rejeki saya test yang satu ini, mungkin kalau saya lolos saya bisa sombong atau penempatan saya juga bisa tambah jauh. Untungnya disaat tadi menerima kabar ini saya ngobrol lah sama istri, meski tersambung hanya dengan voice call whatsapp dan di adem - ademin istri jadi sekarang saya agak plong.

Diingetin kalau bersyukur atas apa yang sudah didapatkan sekarang, nah ini nih yang harusnya saya tekanin karena job opening ini juga gak akan mengubah saya drastis dari segi gaji atau fasilitas, toh juga sekarang juga masih kerja dengan posisi lama saya. Tapi untungnya saya sekarang sudah ngerasain kecewa ini, dan besok - besok harus bisa lebih legowo karena saya sudah melewati apa itu kecewa. Emang sih selain test ini kemaren ada kegiatan yang bikin saya kecewa juga, tapi yasudahlah bukan merupakan hal utama, melainkan hal pelengkap saja. Tidak tercapai juga gak masalah, yang penting yang utama sudah terpenuhi. Dua kali kecewa dan sekarang sudah legowo, semoga hidup membuat saya lebih baik. Pelajaran hidup memang berharga buat saya, emang bener kalau menghadapi suatu masalah itu sabar dulu baru dicari solusinya, enggak bisa grusa grusu dan kelar instan masalahnya. Happy Saturday Night!!