4 August 2020

Cara Enable Kartu ATM BRI


Beberapa minggu ini kebanyakan nasabah tabungan Bank BRI mengalami kendala yaitu kartu ATM nya tidak dapat digunakan transaksi di ATM. Tidak ada pemberitahuan tetapi tiba - tiba ada yang mau tarik tunai di ATM ada peringatan kalau kartu ATM terdisable, silahkan untuk meng enable kartu ATM nya lewat Mobile Banking, Internet Banking atau langsung datang ke Bank BRI terdekat. Ada juga yang telah berhasil melakukan penarikan tunai di ATM tapi ketika transaksi kedua kartu ATM ter disable.

Beberapa kejadian ini saya juga mengalaminya, dan saya berkesimpulan sendiri kalau Bank BRI meng disable kartu ATM nasabah yang
1. Tidak pernah ganti pin atm mulai dari awal pembukaan rekening tidak pernah dilakukan ganti pin.
2. Pernah salah memasukkan pin ATM.
3. Pin atm terlalu mudah atau pin standar sewaktu pembukaan rekening yang tidak dilakukan perubahan.
4. Kartu ATM nya belum diganti ATM berchip baik Simpedes ataupun BRItama nya.

Nah menurut kesimpulan saya sih seperti itu. Untuk cara meng enable kan kartu ATM Bank BRI ini ada beberapa cara. Kalau kita ada waktu luang, bisa mampir ke kantor BRI terdepat dengan membawa KTP asli, buku tabungan (Simpedes atau BRItama) dan ATM asli, kita laporan ke customer service dan minta untuk di enable kan lagi kartu ATMnya. Nah kalau kita tidak sempat untuk mampir ke Bank BRI terdekat, dapat dilakukan dengan Internet Banking Bank BRI atau dengan menggunakan Mobile Banking Bank BRI. Ini saya berbagi tipsnya dengan menggunakan Internet Banking, untuk yang Mobile Banking Bank BRI nya saya tidak sharing dikarenakan saya lupa pin Mobile Bankingnya.

Langkah pertama adalah sebelum kartu ATM kita terdisable hendaknya kita sudah mendaftar Internet Banking yang sudah terregistrasi finansial dan sudah di instalkan aplikasi BRIMO untuk bertransaksi di Smartphone pribadi kita. Kalau belum mendaftarkan Internet Banking saya sarankan sih untuk menyempatkan diri ke kantor Bank BRI terdekat, sekalian enable kartu dan mendaftar fasilitas Internet Banking BRI (sekalian transaksi finansialnya didaftarkan) dan juga di instalkan aplikasi BRIMO nya juga.

Kalau kita sudah punya Internet Banking BRI, hal pertama yang kita lakukan ketika kartu ATM kita terdisable adalah 


1. Buka browser di smartphone atau di Laptop kita dan kita ketikkan alamat website Internet Banking Bank BRI yaitu di https://ib.bri.co.id/ib-bri/.

2. Masukkan username dan password Internet Banking Bank BRI anda.


3. Pilih menu layanan nasabah, pilih menu Disable/Enable Kartu di layanan lain.



4. Pada menu Disable/Enable Kartu, di menu ini ada daftar kartu ATM yang kita punya.



5. Kita tinggal pilih ATM mana yang mau kita enable kan lagi, dengan pilih tombol Disable/Enable setelah itu masukkan password Internet Banking Bank BRI dan klik kirim.

Setelah kita klik kirim kartu ATM kita sudah otomatis enable dan dapat digunakan di ATM BRI terdekat. Cukup mudah, yang penting kita sudah mendaftar Internet Banking Bank BRI sebelumnya dan dapat menggunakan menu Enable Disable kartu ATM.

28 July 2020

KUNCI PAKAIAN WANGI SEPANJANG HARI DENGAN SOKLIN ROYALE

Siapa tak ingin pakaiannya wangi segar sepanjang hari. Sepertinya hampir semua orang menginginkannya ya. Sama halnya dengan saya. Meskipun hanya seorang ibu rumah tangga yang jarang bertemu orang di luar tetapi sangat senang jika mengenakan pakaian rumah yang harum wangi sepanjang hari. Mencium aroma wangi segar sangat membantu menaikan mood saya. Makanya kegiatan mencuci pakaian pasti akan benar benar saya perhatikan agar mendapatkan hasil pakaian yang harum segar.

Dalam kegiatan mencuci saya selalu tak lupa menggunakan pewangi dengan Wangi Tahan Lama dari royale hijab. Pewangi pakaian yang selalu saya gunakan adalah varian purple dawn dari royale soklin parfume series. Pewangi pakaian dari soklin itu memiliki aroma khas seperti Parfum mewah dan tentunya menempel sepanjang hari. Semua variannya memberikan wangi dan kesegaran yang tahan lama. Makanya saya sangat senang sekali dengan royale by soklin ini.

Penggunaan pewangi pakaian merupakan kunci dari pakaian harum. Tapi selain itu perlu juga memperhatikan beberapa hal saat mencuci.

Hindari terlalu lama merendam dalam air dan rajin mengganti airnya
Proses merendam pakaian memang sangat dianjurkan. Hanya saja, hindari merendam pakaian yang hendak kamu cuci dalam waktu yang terlalu lama pada air yang sudah kamu taburi bubuk deterjen sebelumnya.

Peras pakaian yang telah kamu cuci tersebut. Hal ini bertujuan agar sisa air sabun atau air kotoran yang melekat akan keluar dan turun dari serat pakaian sehingga nantinya siap untuk direndam menggunakan pewangi khusus pakaian.

Dalam hal mencuci, rajin-rajinlah dalam mengganti air atau ketika menggunakan air yang berbeda. Misalnya saat mencuci, membilas, dan merendam dengan menggunakan pelembut dan pewangi pakaian. Hal ini bertujuan untuk menghindarkan sisa kotoran terbawa dari cucian atau bilasan sebelumnya.

Segera jemur pakaian yang sudah dikeringkan. Jika sudah selesai dikeringkan, saatnya untuk menjemur pakaian. Hindari terlalu lama mendiamkan pakaian yang sudah dibilas di dalam ember atau mesin cuci, karena jika kamu diamkan terlalu lama, bakteri kasat mata dapat mulai berkembang. Disamping itu, pewangi pakaian yang kamu gunakan bisa berubah menyebarkan bau tak sedap.

image source : https://www.royalebysoklin.com/wp-content/uploads/2020/06/art8-5.jpeg

23 July 2020

Pengalaman Rapid Test di Rumah Sakit

Setelah gagal melengkapi untuk keluar kota di postingan Pengalaman Tes Rapid di Halodoc sayapun mencari alternatif untuk dapat melengkapi persyaratan untuk bisa menaiki moda transportasi pesawat. Dari info yang saya dapatkan dari customer carenya Lion Air sih dari pihak maskapai itu meminta hasil rapid test dari Klinik atau rumah sakit berupa surat keterangan non reaktif dari lembaga terkait. Nah dalam surat keterangan itu harus ada stempel basah dan kop surat dari pihak yang mengeluarkan. Kalau di klinik di sekitar saya sih agak susah karena saya enggak tau lokasinya, berhubung di dekat rumah ada rumah sakit swasta akhirnya saya putuskan telpon ke Rumah Sakit Islam Darus Syifa' Surabaya.

Di RSI ini saya bisa mendapatkan surat keterangan pemeriksaan rapid test dan hasilnya juga dapat diketahui setelah 45 menit setelah tes. Nahloh langsung bisa test, dan hasilnya cuman nunggu 45 menit dengan biaya Rp. 350.000. Sayapun bergegas menuju rumah sakit yang terletak di Benowo Surabaya Barat ini. Jarak dari rumah kurang lebih 15 menit, dimana sayapun baru pertama kali menapakkan kaki di rumah sakit saat pandemi begini. Was - was sih, tapi demi nyamperin istri sayapun langsung menuju pendaftaran. Disana saya harus mengisi form dan ditanyain keperluannya ke poli mana. Saya pun menjawab mau rapid tes, saya disuru untuk periksa ke dokter umum dulu. Sayapun duduk di depan Poli Umum (kalau gak salah sih namanya), kata mbak - mbak pendaftarannya sih nanti dipanggil. Berhubung saya datangnya sebelum jam 8 dan sepertinya dokternya juga belom dateng ya saya bersabar aja. Selang 10 menit, ada seorang anak muda pakai jaket dan tas masuk poli, dan enggak lama sayapun dipanggil oleh asistennya. Setelah masuk poli saya cuman ditanyain mau periksa apa, saya jawab rapid test. Nah sama dokter yang masih muda itu saya cuman dikasi coret - coretan untuk bayar di bank Jatim yang letaknya disebelah poli, setelah itu saya disuruh untuk ambil antrian di lab yang cuman beda beberapa ruangan dari poli. Nah biaya awalnya yang saya bayarkan di Bank Jatim ini adalah Rp. 50.000 kayaknya sih seperti biaya pendaftaran deh, setelah itupun saya menunggu nomor antrian saya dipanggil. Selang 10 menit sayapun dipanggil masuk lab, masukkan kertas pendaftaran dan langsung diambil darah di bagian tangan kiri. Untungnya tidak ada adegan darah tidak keluar dan alhamdulillah pengambilan darah selesai dan sayapun dikasi kertas buat melakukan pembayaran di Bank Jatim lagi, nah abis dari lab ini baru biayanya lumayan. Yaitu yang saya bayarkan adalah Rp. 330.000, berarti kalau saya total itu sektiar Rp. 380.000 sama biaya pendaftaran. Setelah melakukan pembayaran saya menunggu kurang lebih 45 menit, sayapun main hape biar enggak berasa lama nunggunya. 

Sekitar 30 menit sayapun dipanggil dan masuk lab dan diberikan hasil rapid tesnya, disitu saya intip sih tulisannya non reaktif. Alhamdulillah saya aman berarti, setelah dari lab ini saya harus kembali ke poli umum menemui dokter umum untuk dibuatkan surat keterangan rapid test. Nah dokternya ini enak banget, dia bukannya meriksa saya tapi cuman nyuruh asistennya untuk tensi dan timbang. Abis itu asistennya ngelengkapi data di suratnya dengan meminta KTP saya. Sayapun disuruh menunggu diluar, enak banget dokternya diem - diem bae maen hape dan asistennya yang kerja. Ya kalau mau kayak gitu saya harusnya dulu masuk kedokteran deh, (ngarep.com).


10 menit kemudian saya dipanggil dan surat keterangannya sudah jadi. Nah disini baru dokternya kerja, kerjanya adalah tanda tangan surat keterangan saya. Setelah itu saya disuruh minta tanda tangan petugas labnya dan minta stempel di Bank Jatim. Setelah itu selesai sudah alur pembuatan surat keterangan pemeriksaan rapid testnya. Enggak butuh waktu lama untuk mendapatkannya, asal bawa duit aja sih. Kalau di Jakarta rapid test kayak gini sekarang biayanya Rp. 150.000 tapi kalau di Surabaya sampai saat ini saya cek masih di kisaran Rp. 300.000, entah kok masih belum seragam ya biayanya.

Untuk surat sakti ini sudah bisa digunakan untuk masuk bandara, begitu pengalaman saya ikut rapid test. Kalau untuk test swab kabarnya sih lebih mahal banget, dan testnya juga menyakitkan. Cuman saya sih enggak minat untuk mencobanya, dan amit2 kalau sampek test swab.

19 July 2020

Konsultasi Kesehatan Jiwa dengan Halodoc


Di tahun ini merupakan tahun yang berat, kenapa? Karena di tahun ini ada pandemi yang melanda dunia yaitu COVID 19. Banyak sektor yang terimbas oleh adanya pandemi ini, seperti halnya di sektor ekonomi. Tahun ini saya bisa bilang tahun dimana banyak perusahaan yang tumbang karena efek dari pandemi, perusahaan banyak merugi yang mengakibatkan adanya PHK masal. Sedangkan otomatis semakin banyak pengangguran yang ada di sekitar kita. Salah satu efek dari banyaknya PHK masalah bagi individu adalah stres. Stres terjadi karena saat ini banykak orang yang kehilangan pekerjaan, stres ini merupakan salah satu  bagian dari kesehatan jiwa.

Pada umumnya pengertian stres adalah reaksi tubuh ketika seseorang menghadapi tekanan, ancaman atau suatu perubahan. Stres dapat dialami oleh siapa saja, mulai dari anak – anak hingga dewasa.  Stres dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu stres eksternal dan internal. Stres eksternal adalah stres yang bersumber dari lingkungan sekitar, seperti trauma, pengalaman hidup atau ada masalah sehari – hari. Untuk stres internal adalah stres yang bersumber dari dalam diri kita sendiri. Gejala stres pada umumnya adalah dimulai oleh sering gelisah, sulit konsentrasi, mudah marah, khawatir atau cemas secara berlebihan dan sulit tidur. Stres ini tidak bisa diremehkan karena kalau dibiarkan dan tidak ditangani bisa merembet ke penyakit lain, seperti penyakit jantung, kanker dan depresi. Jangan meremehkan untuk masalah kesehatan jiwa karena dapat merembet ke penyakit lain atau komplikasi. 

Stres ini dapat didiagnosis dengan bantuan tenaga ahli seperti psikiater dan dokter. Diawali dengan sesi konseling psikiater dapat mengetahui penyebabnya, sehingga bisa menentukan penangan yang tepat. Bila stres sudah mempengaruhi kesehatan organ dalam, psikiater dapat merekomendasikan untuk pengecekan laboratorium dan tindakan lainnya.

Pengobatan untuk stres dapat dengan menerapkan pola makan dengan gizi seimbang, berolahraga cukup, mengurangi konsumsi kafein, tidur cukup dan menghindari konsumsi alkohol. Sedangkan untuk pencegahan stres itu dapat dengan mempertahankan sikap positif, belajar teknik relaksasi atau yoga, mengatur waktu lebih efektif dan mengisi kegiatan dengan hobi yang disukai.


Jika mempunyai keluhan yang sama hal pertama yang bisa kita lakukan adalah dengan berkonsultasi dengan dokter atau psikiater. Untuk yang awam mungkin mengalami kesulitan untuk mencari dokter atau psikiater yang dapat membantu keluhan stres kita. Salah satu yang dapat kita gunakan untuk referensi adalah dengan menggunakan aplikasi Halodoc, Halodoc merupakan salah satu platform dimana dapat menjembatani kita sebagai user dengan dokter yang kita butuhkan. Untuk dapat menggunakannya cukup mudah, yaitu kita tinggal instal aplikasi Halodoc dan tinggal pilih dokter yang kita inginkan. Adapun setelah berkonsultasi dengan dokter untuk tindak lanjutnya dapat membuat janji dengan dokter dan rumah sakit yang terdekat dengan kita di Halodoc. Aplikasi Halodoc ini sangat membantu kita apalagi di tengah pandemi ini, jika kita mengalami masalah kesehatan jiwa kita dapat berkonsultasi dahulu dengan dokter yang terpercaya yang sudah bekerja sama dengan Halodoc, berkonsultasi awal dapat kita lakukan cukup di smartphone kita. Ibaratnya adalah penanganan pertama dapat kita konsultasikan di rumah lewat hp dan jika memang direkomendasikan untuk tatap muka secara langsung oleh dokter, kita dapat membuat janji dengan dokter di rumah sakit yang ada di aplikasi Halodoc. Untuk metode pembayaran konsultasi awal yaitu Halodoc bekerja sama dengan Gopay, untuk mengisi saldo Gopay juga cukup mudah bisa top up melalui internet banking dari smartphone kita.

16 July 2020

Pengalaman Tes Rapid di Halodoc


Dua minggu yang lalu saya ada rencana untuk berangkat ke Bekasi alias nyamper ke istri, kebetulan kemaren lebaran belum bisa kemana - mana karena harus stay dirumah saja. Kemarin ada kesempatan untuk balik ke Bekasi, kemarin itu transportasi masal yang bisa saya pilih adalah Pesawat. Kenapa? Karena kereta api masih belum buka untuk perjalanan jarak jauh, Surabaya ke Jakartanya masih belum dibuka. Untuk semua pengguna transportasi saat ini menuju kebiasaan baru itu kita kudu nyiapin Rapid Test, jadi kalau mau bepergian ke luar kota selain duit tiket yang harus dipersiapkan kita juga harus mempersiapkan duit buat rapid test. Rapid test ini adalah tes yang menentukan kita nonreaktif atau reaktif, sumbernya sih dari darah. Ntar jadi darah kita diambil terus di cek di lab apakah reaktif atau nonreaktif. Kalau nonreaktif berarti aman kita bisa bepergian, nah kalau hasilnya reaktif kita bakal disarankan untuk test Swap untuk hasil lebih akurat hasilnya. Karena kalau di Swap Test itu bisa diketahui kita positif atau negatif virus Covid 19, untuk test Swap ini bersumber dari cairan dari hidung, ntar kita bakal diambil sampelnya pakai cotton bud panjang yang langsung masuk lewat hidung. Pasti sakit dan enggak enak sih perasaannya kalau di test Swap. Untuk besarnya biaya rapid itu sekitar kurang lebih Rp. 300.000 di dua minggu yang lalu, untuk yang Swap Test itu lebih mahal karena hampir sejuta atau lebih.

Untuk hasil rapid atau swap itu mempunyai jangka waktu atau masa aktif, yaitu kondisi saat ini adalah 14 hari dimulai dari hasil dikeluarkan. Saya searching untuk test rapid yang gampang dimana, nah ada pilihan yaitu di Halodoc, daftarnya online lewat aplikasi dan kita bisa mengatur jadwal untuk tesnya dengan lokasi pengambilan darah itu kebetulan masih dekat dengan tempat tinggal saya yaitu di Margomulyo. Biayanya itu Rp. 295.000 sekali tes, saya pun daftar janjian di hari kamis pagi jam 08.00 WIB. Dilihat dari pendaftaran di Halodoc ini cukup gampang, karena kita tinggal instal aplikasi di Smartphone android kita, terus kita pilih rapid test, pilih jadwalnya ada beberapa pilihan jadwal yaitu pagi atau siang, terus kita tinggal masukin data kita, seperti foto ktp asli dan alamat. Setelah itu kita diarahkan ke metode pembayaran, untuk metode pembayaran di Halodoc ini bekerja sama dengan Gopay jadi kita cukup isi Gopay kita sebesar Rp. 295.000 kita pun bisa langsung melakukan pembayaran rapid test ini. Setelah berhasil membayar saya tinggal menyiapkan badan saya untuk di tes di hari H. Sayapun sempat browsing untuk rapid testnya seperti apa, untuk rapid testnya itu kita bakal seperti drive through, jadi kita masuk ke kawasan rapid dengan tetap diatas motor atau kendaraan. Nah nanti ada petugas dari Halodoc yang dengan berpakaian APD lengkap akan nyamperin kita untuk mengambil sampel darah. Setelah itu selesai kita bisa langsung pulang, untuk hasilnya akan dikirimkan lewat aplikasi Halodoc dan juga kita bakal nerima sms dari Halodoc. Estimasi hasilnya dikirim adalah 1 x 24 jam, untuk hasilnya ini saya baru tau kalau tidak ada versi cetaknya. Dan apakah bisa dipakai untuk syarat di Bandara?

Nah ini saya baru kepikiran lagi, apakah bisa hasil rapid testnya lewat aplikasi dan kita gunakan sebagai syarat untuk ikut penerbangan ke luar kota. Sayapun menghubungi customer service dari maskapai yang saya gunakan, kebetulan kemaren saya pulang pergi menggunakan Lion Air, menurut customer servicenya itu tidak bisa kalau menggunakan hasil rapid yang dari aplikasi, karena dari pihak maskapai itu menerima hanya yang versi cetak, dimana itu adalah hasil cetakan di kertas dengan adanya kop surat lab atau rumah sakit disertai dengan tanda tangan dokter dan stempel basah dari rumah sakit atau labnya. Nah loh, saya udah kadung bayar di Halodoc, enggak lucu dong kalau enggak bisa dipakai, sayapun menghubungi customer service dari Halodocnya sendiri, untungnya customer servicenya Halodoc ini merespon dengan sangat baik pengaduan saya. Memang Halodoc itu tidak mengeluarkan hasil rapid test versi cetaknya, karena hasil test rapidnya itu hanya dikabarkan lewat aplikasi. Untuk pengaduan yang saya alami, dari pihak Halodoc dapat membuatkan laporan pengembalian dana saya dalam bentuk saldo Gopay, saya cukup mengirimkan bukti pembayaran Gopay untuk rapid testnya, nanti akan dikembalikan ke saldo Gopay dalam waktu maksimal 3 x 24 jam. Sayapun mengiyakan dan langsung mengirim email berisi bukti pembayaran Gopay, dan alhamdulillahnya lagi itu dana dikembalikan ke saldo Gopay saya itu enggak sampai 30 menit setelah saya mengirimkan email. Alhamdulillah saya g jadi tekor - tekor banget, karena duitnya itu bisa saya buat bayar rapid test di rumah sakit.


Untuk teman - teman semua yang kepengen keluar kota, saya sarankan untuk langsung ke rumah sakit atau ke laboratorium kesehatan terdekat, karena misalnya kita mencoba rapid test lewat Halodoc itu belum bisa digunakan untuk syarat keluar kota. Hasil yang dikeluarkan oleh Halodoc untuk rapid test itu hanya berupa pesan di aplikasi dan tidak bisa dicek. Kalau mau rapid test di Halodoc bisa dicoba tapi bukan untuk perjalanan keluar kota dengan menggunakan transportasi umum ya gaes, bisa dipakai hasilnya untuk ngecek saja apakah kita reaktif atau nonreaktif saja. Semoga bermanfaat dan harapan saya segera berlalu ini pandeminya. Amin

image source : https://lh3.googleusercontent.com/wNv_WIc4nMDLXoetwpEHg1tNfIAEIDiJtoyYFfz06TjaIK_JQO2TSkfgvXOpOnNmKC8
https://d1bpj0tv6vfxyp.cloudfront.net/articles/216902_10-7-2020_14-10-14.jpeg