Kamis, Juli 23, 2020

Setelah gagal melengkapi untuk keluar kota di postingan Pengalaman Tes Rapid di Halodoc sayapun mencari alternatif untuk dapat melengkapi persyaratan untuk bisa menaiki moda transportasi pesawat. Dari info yang saya dapatkan dari customer carenya Lion Air sih dari pihak maskapai itu meminta hasil rapid test dari Klinik atau rumah sakit berupa surat keterangan non reaktif dari lembaga terkait. Nah dalam surat keterangan itu harus ada stempel basah dan kop surat dari pihak yang mengeluarkan. Kalau di klinik di sekitar saya sih agak susah karena saya enggak tau lokasinya, berhubung di dekat rumah ada rumah sakit swasta akhirnya saya putuskan telpon ke Rumah Sakit Islam Darus Syifa' Surabaya.

Di RSI ini saya bisa mendapatkan surat keterangan pemeriksaan rapid test dan hasilnya juga dapat diketahui setelah 45 menit setelah tes. Nahloh langsung bisa test, dan hasilnya cuman nunggu 45 menit dengan biaya Rp. 350.000. Sayapun bergegas menuju rumah sakit yang terletak di Benowo Surabaya Barat ini. Jarak dari rumah kurang lebih 15 menit, dimana sayapun baru pertama kali menapakkan kaki di rumah sakit saat pandemi begini. Was - was sih, tapi demi nyamperin istri sayapun langsung menuju pendaftaran. Disana saya harus mengisi form dan ditanyain keperluannya ke poli mana. Saya pun menjawab mau rapid tes, saya disuru untuk periksa ke dokter umum dulu. Sayapun duduk di depan Poli Umum (kalau gak salah sih namanya), kata mbak - mbak pendaftarannya sih nanti dipanggil. Berhubung saya datangnya sebelum jam 8 dan sepertinya dokternya juga belom dateng ya saya bersabar aja. Selang 10 menit, ada seorang anak muda pakai jaket dan tas masuk poli, dan enggak lama sayapun dipanggil oleh asistennya. Setelah masuk poli saya cuman ditanyain mau periksa apa, saya jawab rapid test. Nah sama dokter yang masih muda itu saya cuman dikasi coret - coretan untuk bayar di bank Jatim yang letaknya disebelah poli, setelah itu saya disuruh untuk ambil antrian di lab yang cuman beda beberapa ruangan dari poli. Nah biaya awalnya yang saya bayarkan di Bank Jatim ini adalah Rp. 50.000 kayaknya sih seperti biaya pendaftaran deh, setelah itupun saya menunggu nomor antrian saya dipanggil. Selang 10 menit sayapun dipanggil masuk lab, masukkan kertas pendaftaran dan langsung diambil darah di bagian tangan kiri. Untungnya tidak ada adegan darah tidak keluar dan alhamdulillah pengambilan darah selesai dan sayapun dikasi kertas buat melakukan pembayaran di Bank Jatim lagi, nah abis dari lab ini baru biayanya lumayan. Yaitu yang saya bayarkan adalah Rp. 330.000, berarti kalau saya total itu sektiar Rp. 380.000 sama biaya pendaftaran. Setelah melakukan pembayaran saya menunggu kurang lebih 45 menit, sayapun main hape biar enggak berasa lama nunggunya. 

Sekitar 30 menit sayapun dipanggil dan masuk lab dan diberikan hasil rapid tesnya, disitu saya intip sih tulisannya non reaktif. Alhamdulillah saya aman berarti, setelah dari lab ini saya harus kembali ke poli umum menemui dokter umum untuk dibuatkan surat keterangan rapid test. Nah dokternya ini enak banget, dia bukannya meriksa saya tapi cuman nyuruh asistennya untuk tensi dan timbang. Abis itu asistennya ngelengkapi data di suratnya dengan meminta KTP saya. Sayapun disuruh menunggu diluar, enak banget dokternya diem - diem bae maen hape dan asistennya yang kerja. Ya kalau mau kayak gitu saya harusnya dulu masuk kedokteran deh, (ngarep.com).


10 menit kemudian saya dipanggil dan surat keterangannya sudah jadi. Nah disini baru dokternya kerja, kerjanya adalah tanda tangan surat keterangan saya. Setelah itu saya disuruh minta tanda tangan petugas labnya dan minta stempel di Bank Jatim. Setelah itu selesai sudah alur pembuatan surat keterangan pemeriksaan rapid testnya. Enggak butuh waktu lama untuk mendapatkannya, asal bawa duit aja sih. Kalau di Jakarta rapid test kayak gini sekarang biayanya Rp. 150.000 tapi kalau di Surabaya sampai saat ini saya cek masih di kisaran Rp. 300.000, entah kok masih belum seragam ya biayanya.

Untuk surat sakti ini sudah bisa digunakan untuk masuk bandara, begitu pengalaman saya ikut rapid test. Kalau untuk test swab kabarnya sih lebih mahal banget, dan testnya juga menyakitkan. Cuman saya sih enggak minat untuk mencobanya, dan amit2 kalau sampek test swab.

Selasa, Juni 23, 2020

Kemarin malam setelah menamatkan Season 4 dari serial Netflix Money Heist sayapun akhirnya bosan, karena dengan ending menggantung di season 4 saya penasaran tentang kapan rilisnya season 5. Beberapa menit browsing di google mengenai jadwal tayang season 5 sayapun membaca beberapa berita yang kurang mengenakkan, ada yang menyatakan kalau season 5 bakal di cancel tapi ada yang memberitakan kalau season 5 bakal rilis di pertengahan 2021. Sampai sekarang sih belum ada informasi resmi dari Netflix selaku yang punya konten original ini, cuman saya harus maklum karena enggak mungkin syuting juga karena ada pandemi.

Nah setelah asyik browsing, barulah ada niatan dari saya untuk nyoba blogwalking. Itung - itung sekalian ngunjungi teman - teman yang sudah berkomen di postingan terbaru di blog saya. Cuman setelah selesai saya balesin komennya satu - satu kok ada yang aneh ketika saya mencoba mengunjungi blog dari teman - teman yang komen. Yang aneh adalah ketika saya mengunjungi webnya ada loading dari browsernya dan setelah ditunggu ada tulisan Gateaway Timeout. Satu persatu saya coba kunjungi blog yang komen di postingan terbaru saya, hasilnya pun sama. Saya pikir awalnya ini ada gangguan mungkin dari domain atau hostingnya. Jadi erornya adalah ketika mengunjungi situs seperti blogsaya.com tanpa menggunakan http:// dan www. Hasil yang muncul adalah Gateaway Timeout, sayapun iseng untuk mencoba menambahi https://www di alamat blog nya, dan emang bener langsung terbuka blognya. Tanpa menunggu atau loading lama, langsung keluar halaman utama blognya. Sayapun nyoba untuk membuka blog saya sendiri, dan ternyata juga sama kalau saya tidak membubuhkan https://www blog saya enggak bakal bisa kebuka, nah sayapun aneh. Biasanya itu settingan dari blogger akan mendirect link dari misal rezkypratama.com ataupun www.rezkypratama.com ke https://www.rezkypratama.com. Tapi ini kok enggak bisa, apakah saya ada salah di settingan blogger, saya juga sempat ngotak ngatik setting di blogger. Tapi kok hasilnya sama aja, kok tidak mendirect ke https://www.rezkypratama.com.

Bingung dan puyeng, karena ini tidak pernah kejadian selama saya punya blog. Terus sayapun iseng tanya ke teman blogger saya yang lebih mendalami masalah website dan blog yaitu mas Iskandar Zulkarnain dari https://zero.intikali.org/. Saya kalau ada kendala dalam dunia perblogan biasanya tanya kepada beliau, beliau saya rasa pengalaman dan ilmunya lebih tinggi dari saya. Sayapun tanya ke beliau lewat messenger facebook, kebetulan saya japri nya di jam 21.30 WIB. Entah kebetulan juga beliaunya masih online, jadinya japrian saya langsung dibalas. Sayapun menanyakan kenapa kok ada problem Gateaway Timeout, eh beliaunya membalas dan menanyakan ke saya apakah saya pakai ISP Indihome. Saya jawab iya, terus saya disarankan oleh beliau untuk restart modem. Restart modem bagi pengguna Indihome adalah kalimat yang sangat familiar, dikarenakan kalau ada kendala apapun terkait Indihome pasti customer service baik di Twitter ataupun Facebook Telkom pasti merekomendasikan restart modem dan menunggu beberapa menit dan dihidupkan kembali. Saya awalnya diberitahu untuk restart modem oleh beliau agak aneh, masak emang lagi ngaco Indihomenya. Terus sayapun mencoba restart modem, saya tunggu 1 menit dan menghidupkan lagi. Eh ternyata beneran, semua website yang awalnya timeout sekarang lancar jaya. Menurut beliau memang kelemahan Indihome adalah kadang ada waktu dimana kendala timeout ini akan terjadi, itu karena DNS nya yang lagi ngaco.

Sebenarnya apa sih DNS itu? DNS atau Domain Name Server adalah sebuah sistem dimana sistem ini dapat mengubah URL (Uniform Resource Locator) menjadi alamat IP (Internet Protocol) address yang bisa dibaca oleh komputer. DNS ini berfungsi untuk merubah URL seperti google.com itu menjadi 172.217.0.142. Jadi kita tidak perlu hapal deretan IP Address untuk dapat membuka google.com, bisa kebayang kan kalau tidak ada DNS, bakal seribet apa untuk membuka google. Dijamin bakal susah banget internetan itu. 

Dalam kasus saya sih mungkin ada eror pada DNS modem Indihome saya, jadi restart modem adalah kegiatan wajib kalau lagi ada time out - time out lagi ke depannya. Saya juga coba akses dengan koneksi Telkomsel saya, dan emang tidak ada masalah sama sekali. Sampai sekarang saya masih cukup nyaman dengan koneksi Indihome yang ada dirumah. Speed 10 Mbps sudah cukup untuk blogwalking ataupun streamingan film.

Jumat, Juni 19, 2020


Salah satu streaming film berbayar yang ada di Indonesia adalah HBO, bukan merupakan penyedia baru di dunia penayangan film tetapi masih setia dan masih bertahan di kondisi saat ini. Awalnya HBO atau kepanjangan dari Home Box Office menurut Wikipedia adalah salah satu stasiun televisi di Amerika Serikat yang dimiliki oleh Time Warner, HBO ini menanyangkan tayangan film tanpa iklan selama 24 jam nonstop kepada lebih dari 40 juta pelanggan yang tersebar ke lebih 150 negara. Awalnya pada tahun 1965, Charles Dolan mendapat izin untuk mendirikan sistem televisi kabel di Manhattan, awalnya diberi nama Sterling Manhattan Cable dan didukung oleh Time Life, Inc meluncurkan Green Channel yang kemudian namanya dirubah menjadi Home Box Office pada 08 November 1972. Tayangan perdana pada saat itu adalah menampilkan siaran pertandingan antara New York Rangers dan Vancouver Canucks, dan dilanjutkan dengan menayangkan film Sometimes a Great Nation. Baru pada 28 Desember 1981, HBO mulai menayangkan acara televisi 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Pada 1983, baru dimulai produksi film sendiri bekerja sama dengan The Terry Fox Story. Sampai saat ini film original dari HBO ada yang ditayangkan di stasiun televisi lain seperti Sex and The City, The Sopranos dan Six Feet Under.

Perkembangan secara umum yang disampaikan di Wikipedia seperti itu, namun HBO di Indonesia baru masuk pada tahun 1994. Memang sebelum ada Netflix dan Primevideo saya memang taunya itu HBO terlebih dahulu. Jaman dulu masih SMA saya baru familiar dengan HBO, dulu pertama kali lihatnya itu di tempat saudara yang langganan Indovision. Disitu disediakan channel HBO yang emang yahud muterin film mulu, tinggal kuat - kuatin mata untuk nonton sama tagihan listriknya dah,hehe. Itu di rumah saudara saya yang udah langganan Indovision, kalau saya dirumah sih tetap setia sama siaran dari antena sama langganan TV Kabel perumahan, itu lo yang bayar 15 ribu bisa dapat 40 channel gratisan. Entah gimana caranya tapi yang jelas kalau di rumah saya sih rata - rata pada langganan seperti itu, lumayan murah meriah. 

Setelah beberapa tahun tidak nonton HBO, nah pas tahun 2020 ini saya baru mulai tertarik dengan HBO. Tertariknya saya adalah karena sekarang ini di Indihome ada paket langganan channel HBO yaitu paket Indimovie 2, harganya Rp. 70.000 dengan channel yang bisa dinikmati adalah bebas akses ke HBO, HBO HD, HBO HITS, HBO HITS HD, HBO SIGNATURE, HBO SIGNATURE HD, HBO FAMILY, HBO FAMILY HD, CINEMAX, CINEMAX HD, RED dan RED HD. Dan plus akses gratis ke HBO GO (Nah ini yang bikin tertarik). Saya kan pakai paket internet dan TV, nah di saat kemaren ada acara WFH itu kita pelanggan Indihome diberikan bebas akses ke semua channel TV yang ada di Indihome selama beberapa hari. Nah berhubung gratis, jiwa gratisan saya pun bergejolak. Saya cobain semua dah channel yang disediakan, nah baru disinilah saya akses ke channel HBO, dan saya baru tau kalau channel HBO itu enggak cuman HBO saja, ada beberapa turunannya dengan film yang disajikan juga genre nya berbeda beda. Ada HBO HITS, HBO SIGNATURE, HBO FAMILY, CINEMAX dan RED. Sebenernya ada banyak sih film yang disiarkan di HBO, dan kebanyakan film bioskop yang masih baru juga sudah di tayangkan disini, cuman emang kalau film yang baru itu biasanya lebih enak di akses di HBO Go. HBO GO itu adalah media streamingnya HBO, dimana kita bisa nonton atau milih semua film di HBO tanpa perlu kita nunggu jadwalnya di TV, di lain kata itu kan kalau di channel HBO itu kita dikasi jadwal tiap hari nayangin film apa aja. Nah kalau di HBO Go ini kita bisa milih film apa yang mau kita tonton, tapi bisa di aksesnya pakai aplikasi di smartphone, dan di sebagian smart TV. 


Nah kalau mau akses HBO Go ini salah satu caranya adalah dengan berlangganan paket HBO di Indihome, jadi kita tinggal ngelink nomor pelanggan indihome kita dengan email yang didaftarkan di HBO Go. Setelah ngelink kita bisa akses semua film yang ada di HBO kecuali konten original dan klasik dari HBO. Sayangnya di STB Indihome ini tidak disediakan aplikasi HBO Go sih, jadi di STB Indihome kalau kita langganan paket Indimovie 2 itu kita cuman bisa akses channelnya doang dan tidak ada aplikasi HBO Go nya. Jadi kita akses HBO Go nya di smartphone kita ataupun di PC kita. Ada beberapa film yang legendaris sih seperti Game Of Thrones, Chernobyl, Watchmen.


Yang saya sayangkan adalah di Smart TV LG itu tidak disediakan aplikasi HBO Go, enggak seperti Apple TV, Netflix dan Primevideo yang umum ada di Smart TV. Mungkin HBO ini inginnya spesial sih, jadi enggak sembarang TV ada aplikasinya kecuali Android TV. Untuk tahun ini HBO Max dirilis khusus di US, dimana HBO Max ini khusus streaming nayangin kontek original ternama, film layar lebar dan film klasik HBO yang enggak disiarin di HBO GO. Film yang ditayangin di HBO Max ini seperti Friends, The Big Bang Theory, dan yang tahun depan dirilis khusus di HBO Max adalah Zack Snyder's Justice League. Saya rasa sih HBO Max ini memang dirilis untuk meramaikan industri streaming, dimana masih dirajai Netflix. Hayo yang doyan streamingan pasti bakal puyeng ada banyak pilihan untuk nonton film favorit.

image source : https://hbomax-images.warnermediacdn.com/2020-05/square%20social%20logo%20400%20x%20400_0.png
https://lh3.googleusercontent.com/9UwtRXMngCerXAh2Kvg_4WVNCOxRsXiHd1xntaGNPAQ_4_Xj3eH6v_agpy_D9bHUJgfZ
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/de/HBO_logo.svg/1200px-HBO_logo.svg.png

source : https://id.wikipedia.org/wiki/HBO

Rabu, Juni 03, 2020

Setelah dua bulan saya berlangganan Indihome paket internet dan Useetv ini saya ingin ngetes apakah teknisi Indihome  jika kita mengadukan komplain akan segera di tindaklanjuti? Nah kebetulan ada kendala di Useetv saya dimana itu di beberapa channel hd di TV live nya itu ngeblank alias tampilannya hitam saja tanpa ada siaran channel tersebut. Memang sejak awal pemasangan masalah ini timbul tapi memang saya hiraukan dikarenakan tidak begitu berpengaruh karena saya bisa mengatasinya dengan mengakses aplikasi Vidio untuk channel lokal dengan format HD. Memang saya tidak mengakses lewaat STB bawaan telkom, karena di Smart TV LG sudah bisa mendownload aplikasi di LG Storenya, dan lumayan ada aplikasi Vidio untuk mengakses channel lokal dengan format HD. Cuman kalau kita akses lewat TV itu akan kemakan kuota Indihome kita, yang mana beberapa bulan ini semakin menurun, sekarang paket 2p Useetv dan Internet saya FUP tahap pertamanya adalah 350 Gb, bulan kemarin itu di angka 400 Gb, dua bulan lalu 450 Gb. Bagi saya yang jarang download file besar dan memang saya pakai sendiri kuota segitu sih enggak bisa ngabisin. Pemakaian TV dan Internet terboros saya bulan lalu itu juga mentok di 160 Gb pemakaian satu bulannya, jadi saya masih belum pernah mencapai 200 Gb. Di grup Indihome sih banyak teman - teman yang komplain tentang FUP alias Fair Usage Policy, yang jika pemakaian internet kita itu melebihi dari FUP itu bakal ada penurunan speed atau kecepatan browsing dan download kita. Kalau saya belum pernah sampai FUP jadi belum bisa berbagi pengalaman.

Melanjutkan problem TV saya, saya iseng - iseng untuk mengadukan keluhan saya lewat aplikasi MyIndihome, saya mengadukan keluhan saya sewaktu saya belum bisa verifikasi akun MyIndihome saya. Maklum user baru jadi belum bisa memahami gimana cara verifikasi akun MyIndihome. Jadi harusnya di awal setelah kita memasang Indihome itu kita harus memakai aplikasi MyIndihome dan meregistrasikan email, nomor hp dan nomor langganan Indihome, verifikasi pertama adalah memasukkan nomor KTP kita di aplikasi, nah kendala saya adalah dulu sebelum saya berhasil masang Indihome saya pernah beberapa kali mengajukan pasang baru Indihome, tapi karena tidak ada penambahan jaringan baru maka pengajuan saya berhenti. Nah saya berkesimpulan kalau karena saya beberapa kali gagal pasang baru mungkin NIK KTP saya itu menggantung di database Telkom, sehingga kemarin terakhir saya berhasil pasang baru saya memakai SIM untuk mendaftar pasang baru. Nah setelah berhasil pasang baru saya registrasi MyIndihome ini memasukkan nomor NIK KTP saya yang mungkin menggantung di database Telkom. Jadi verifikasi MyIndihome saya ini menggantung alias tidak ada telpon dari Telkom untuk verifikasi, saya coba beberapa kali ngetweet dan menghubungi Telkom lewat facebook,  nah baru setelah saya laporan itu baru ada tindak lanjut alias baru ada telepon verifikasi aplikasi MyIndihome. Setelah berhasil di telepon verifikasi, kita selanjutnya verifikasi dengan jaringan Wifi Indihome yang kita daftarkan. Setelah berhasil 100% verifikasi kita bisa full-access di aplikasi MyIndihome, bisa bayar tagihan langsung dan bisa laporan kendala MyIndihome (ini yang saya kepengen coba) dan yang terakhir adalah kita bisa akses Live TV UseeTV kita di laptop selain lewat STB di TV.

Kebetulan TV yang nyambung STB itu ada di ruang tengah, jadi kalau saya mau streaming channel lokal di malam hari itu saya biasanya mengakses lewat laptop yang disambungin ke TV di kamar tidur saya. Nah sebelum verifikasi Indihome itu saya kesulitan masuk ke UseeTV , sekarang sudah normal dan bisa full akses untuk semua channel yang sudah termasuk di paket 2p yaitu dapat 59 channel, jadi tinggal log in dengan akun MyIndihome kita saja di website UseeTV sudah bisa streaming channel TV dari paket kita.

Ohya untuk percobaan saya mengadukan komplain TV saya akhirnya saya coba untuk laporan lagi setelah akun saya di verifikasi, istilahnya komplain ke dua karena yang pertama tidak direspon, mungkin karena akun saya belum verifikasi jadi tidak ada tindak lanjut. Nah percobaan yang kedua ini berhasil, saya laporan di hari Senin, 1 Juni 2020 sekitar jam 8 pagi. Eh enggak sampai jam 9 saya di telpon oleh teknisinya dan menuju kerumah untuk melihat kondisi yang saya laporkan, enggak sampai setengah jam dari telepon teknisi akhirnya sampai dirumah dan mengecek kondisi yang saya laporkan. Memang sih tindak lanjut dari teknisi Indihomenya tidak bisa menyelesaikan masalah yang saya laporkan, jadi saya disarankan oleh teknisi untuk laporan ke Plasa Telkom dikarenakan mungkin ada problem di STB yang tidak bisa menampilkan channel HD. Disarankan begitu saya jadi males karena saya pikir jiga saya jarang nonton channel HD itu sih, dan masih bisa saya akali lewat aplikasi Vidio. Saya mengurungkan niat untuk laporan ke Plasa Telkom dan yasudah menerima apa adanya saja. Yang penting koneksi internet masih stabil, saya sih cukup puas dengan koneksi 10 Mbps dari Indihome ini karena sebulan yang lalu saya ada tes lewat video conference selama seharian alhamdulillah koneksi stabil tanpa ada kendala berarti. Meski ada beberapa kekurangan sih seperti enggak bisa akses Netflix, tapi yasudah semoga cepat bisa akses Netflix biar bisa langganan lagi.

Overall untuk laporan kendala sih saya acungi jempol karena di hari libur ternyata teknisi telkom juga stand by dan langsung ke rumah pelanggan yang laporan. Pelayanan Indihome di wilayah saya ini cepat tanggap sih, dan semoga tidak ada kendala lagi di kemudian hari. Tetap semangat untuk pelanggan Indihome yang lagi pusing mikirin FUP yang makin kesini makin sedikit.

Selasa, Mei 19, 2020

Hello world? Bagaimana kabar? Masih di rumah saja kan? Stay safe dirumah saja ya. Meskipun saat ini total sekitar 3 bulan kita lebih banyak melakukan kegiatan dirumah. Kerja dirumah, dengan mengurangi kegiatan di luar yang membutuhkan intensitas ketemu orang banyak dalam satu tempat. Mengurangi resiko jikalau kita carrier virus corona untuk menulari orang lain, cuman gimana ya kalau menurut saya sekarang ini susah banget. Mau lebaran lagi, banyak yang tidak mengindahkan anjuran untuk social distancing, eh sekarang ini malah tempat - tempat perbelanjaan muakin rame dan padet, mana bandara juga sudah mulai buka lagi. Terus nasib kita - kita yang ngedekem dirumah, yang beneran enggak kemana - mana, terus petugas medis yang enggak pulang - pulang ketemu sanak keluarga gimana?

Yah semoga saja nanti abis lebaran  pasien yang positif corona bisa dapat menurun, SEMOGA! Harus tetap optimis untuk tetap dapat melawan virus corona dengan social distancing. Puasa dan Lebaran tahun ini memang berbeda banget sama tahun - tahun sebelumnya, budaya dan kebiasaan di tahun - tahun sebelumnya harus benar - benar ditahan dan sekarang dibatasi kegiatannya hanya dirumah saja. Baik itu ibadahnya, ataupun kegiatan mudiknya. Mudik ini yang emang harus ditahan, yang biasanya harus pulang kampung, di tahun ini harus merelakan untuk tetap di rumah saja. Mengalihkan ketemu orang tua ataupun sodara hanya lewat video call. Saya juga tahun ini lebaran cuman di rumah sendiri, ini gak bisa ketemu istri ataupun orang tua, jadi berasa seperti hari biasa saja. 

Semoga kita tetap menjaga kesehatan dan tetap dirumah saja, nonton film, berjemur, ngeblog, sepedaan, tidur, nonton TV, internetan, masak mie dan jangan lupa minum multivitamin... Stay safe!!!

Senin, Mei 04, 2020

Setelah uji coba langganan Apple TV+ berakhir, saya nyoba langganan awal 7 hari gratis. Nah setelah itu pengen ngelanjutin langganan sebulan eh tapi masih belum nemu series yang cocok di hati. Eh saya malah tertarik sama layanan sebelah besutan Amazon yaitu Prime Video. Jujur saya sih taunya di series ini serial The Boys, beberapa kali muncul di instagram yang membuat saya penasaran. The Boys ini dulunya adalah di publikasikan oleh Wildstorm (DC Comics) sebelum beralih ke Dynamite Entertainment. 


Yang menarik dari cerita The Boys ini adalah menceritakan sisi lain superheroes, dimana karakter utamanya adalah komplotan atau yang dinamakan The Boys yang istilahnya sudah muak dengan kehidupan dan perilaku orang - orang yang mempunyai kekuatan atau Superheroes. Jadi disini dikisahkan ceritanya itu dark, berdarah - darah, kekerasan dan adegan tidak senonohnya itu frontal. Bukan untuk ditonton anak kecil karena banyak unsur darknya.

Berhubung saya suka yang dark, karena sudah agak bosan dengan cerita superheroes, cerita The Boys ini membuat saya penasaran. Untuk pertama kalinya saya nyobain 7 hari gratis berlangganan Prime Video. Untuk Prime Video nya Amazon ini biaya berlangganannya adalah $6,99 per bulan, dimana berlangganannya harus dengan kartu kredit ataupun kartu debit (kayak Jenius) dan emang gak di konversikan ke Rupiah sih, kalau Apple TV+ kan ada kurs berapa Rupiah langganannya, nah kalau Prime Video ini dalam bentuk Dollar, dan kalau dikonversikan sih lumayan yaitu Seratus Ribu Lebih. Untuk tampilan aplikasi streaming Prime Video ini sih lumayan simple dan dengan lumayan acara TV dan Film yang bisa dinikmati, menurut saya sih koleksinya lebih banyak dibandingkan Apple TV+ dan merupakan saingan ketat Netflix. Koleksinya lengkap, ada Anime, serial TV lama juga ada, dan yang paling di sukai adalah serial Original Prime Video.


Ada satu hal yang membedakan dengan pesaingnya yaitu di Prime Video yaitu ada fitur X-Ray yang mana selagi kita menonton film yang diputar dan kalau kita pause atau menggerakkan kursor di layar itu akan muncul nama artis dan theme song yang lagi di putar ditampilkan, jadi kita bisa tau di layar itu artisnya siapa dan kalau ada soundtracknya itu penyanyi dan judul lagunya siapa itu dapat dimunculkan. Jadi fitur X-Ray ini dia akan menampilkan informasi dari nama artis atau lagu yang lagi di putar di layar. Jadi tidak ada alasan lagi kalau kita lagi seru - seru nonton dan penasaran dengan artis dan lagu keren yang lagi diputer itu kita tinggal paus atau gerakin kursor di layar bakal muncul semua informasinya.

Pertama saya coba itu gara - gara saya penasaran dengan artis yang jadi Bapaknya Hughie yang familiar, eh ternyata yang meranin adalah Simon Pegg nya Shaun of The Dead, berkat X- Ray rasa penasaran saya sewaktu nonton film bisa terobati.

Minggu, April 19, 2020


Bosan dengan kegiatan di sabtu dan minggu yang diisi dengan menonton iFlix, Hooq sama Catchplay. Karena film - film yang ada agak sedikit bosan dan karena emang sudah include dengan Indihome, alhasil saya mencoba untuk mengutak ngatik Smart TV LG saya, karena setelah beberapa hari yang lalu saya update Smart TV nya ada satu menu baru yang otomatis muncul padahal saya tidak menginstal di Web OS saya, yaitu aplikasi Apple TV+. Apple TV+ ini adalah salah satu layanan streaming dari Apple yang menampilkan series Apple Originals baik itu film series, serial pemenang penghargaan, drama, dokumenter, film kartun anak - anak, komedi dan beberapa serial lainnya. Ya salah satu pesaing Netflix lah yang merajai jagat streaming film, cuman karena Netflix hanya bisa diakses oleh selain pengguna Indihome karena ada pemblokiran, jadinya para pengguna Indihome hanya bisa mengakses layanan streaming selain Netflix. Kalau nanti sudah resmi bisa di akses pengguna Indihome, pasti saya yakin layanan streaming lokal bakal menurun drastis. Karena di Netflix layanan yang ditawarkan banyak sekali, mulai dari film, TV series, anime, konser musik yang dapat diakses gratis kalau sudah berlangganan layanan mereka. Untuk yang Apple TV+ ini bagi saya bisa dijadikan pilihan untuk mengakses konten yang ditawarkan, series Apple Originals seperti Servant atau See.


Yang menarik adalah harga berlangganan yang ditawarkan oleh Apple yaitu sebesar Rp. 69.000 per bulan yang bisa di sharing sebagai paket family dengan maksimal 5 orang anggota keluarga. Murah banget kan? Kalau dibandingkan Netflix biaya berlangganan yang termahal adalah Rp. 169.000 yang bisa di akses untuk 4 user. Perbedaan harga ini sih saya rasa wajar, karena kalau dibandingkan dengan konten yang ditawarkan itu Netflix jauh lebih lengkap dibandingkan konten Apple TV+. Beruntungnya saya punya SmartTV LG yang bisa akses Apple TV+ jadi lumayan lah, berasa TV mahal, hehe karena kalau kita mau akses Apple TV+ dengan perangkat yang di jual oleh Apple itu harga perangkatnya lumayan sekitar 3 jutaan. Namun dapat free akses Apple TV+ selama setahun pertama. 


Untuk Apple TV+ untuk pengguna baru dapat mencoba akses layanannya seminggu gratis, baru setelah itu bayar biaya langganannya Rp. 69.000. Ini saya coba langganan untuk seminggu gratisnya dengan aplikasi Jenius, Jenius saat ini membantu saya untuk berlangganan layanan yang harus pakai kartu kredit, dengan Jenius kita dapat berlangganan layanan tanpa takut bakal motong limit di kartu kredit karena Jenius ini berbasis tabungan. Saya sih pakai Jenius untuk langganan Spotify, karena sayang juga sih kalau sudah langganan Apple TV+ tapi yang akses cuman saya, soalnya langganan sekali kan bisa di sharing 5 orang.

Senin, April 06, 2020

Sudah beberapa kali postingan di blog saya agak heran dengan lumayan banyak blogwalking ke sana ke sini, kok tidak ada komenan satupun di blog. Padahal di statistik blog sudah ada beberapa visitor, eh tapi kok g komen. Sombong amat kata saya orang - orang yang saya blogwalkingin ini. Sudah 4 bulanan ini giat blogwalking dengan harapan ada lah satu dua orang yang komen di blog, eh baru hari ini saya ngerasa ada yang janggal. Kayaknya ini komennya ke hidden apa g masuk ya, alhasil saya klik di Comments dan di Moderasi Komen dan ternyata ada 50 komen yang kepending masuk moderasi. Nah masalahnya tidak ada notif di email kalau ada komen, ternyata sebabnya saya belum subscribe jadi email moderasi komen yang masuk gantung, ini saya baru confirm moderasi komen, baru masuk dah 50 email. Dan akhirnya saya pun mulai blogwalking lagi, dan akhirnya saya gak pakai moderasi karena biar gak ribet, dulu ke pencet moderasi karena banyak spam di komen. Sekarang malah kangen komenan rang - orang.


Minggu, April 05, 2020

Setelah beberapa hari memakai ISP Indihome, di Pengalaman Daftar Indihome, akhirnya sudah waktunya saya membayar tagihan. Iya belum pemakaian satu bulan, sekitar baru 5 hari sih, tapi karena sudah melewati bulan Maret jadi saya diharuskan membayar tagihan pemasangan baru dan pemakaian beberapa hari di bulan Maret. Kemarin waktu pemasangan awal kita kan diwajibkan membayar deposit sejumlah biaya bulanan paket tapi tanpa dikenakan ppn. Deposit ini diwajibkan untuk semisal nanti kita berhenti berlangganan Indihome, jadi deposit yang kita bayarkan ini nanti digunakan untuk membayar Indihome sebelum diberhentikan. Mungkin kebijakan ini dikeluarkan karena banyak pelanggan yang di tengah - tengah melakukan pemberhentian langganan tanpa membayar biaya bulanan Indihome. Saya sih memang baca banyak pelanggan Indihome yang seperti ini sebelum kebijakan deposit ini kebanyakan melakukan hal ini, jadi secara sepihak tidak melakukan pembayaran.

Untuk tanggal tagihan Indihome setiap bulannya adalah di mulai di tanggal 4 sampai maksimal di tanggal 20 di setiap bulan, jika pembayaran tagihan di atas tanggal 20 maka akan di kenakan denda keterlambatan. Oh ya di awal april kemarin saya sempat di telepon dari 147 mengenai tata cara pembayaran tagihan, untuk pembayaran tagihan Indihome ini ada banyak cara. Bisa dari Link Aja!, Tokopedia, Internet Banking dan beberapa E-Commerce yang bekerja sama dengan Indihome, kalau saya sih melakukan pembayaran melalui Link Aja!, kenapa saya memakai Link Aja! Karena di aplikasi My Indihome metode pembayaran resminya sih Link Aja! mungkin karena sama - sama BUMN dan memang untuk mensukseskan program dari BUMN sih. Kalau saya sih memakai Link Aja! itu biar setelah gajian bisa langsung saya kirim ke Link Aja! biar gak nyampur sama duit yang lain sih. 

Jadi untuk pembayaran tagihan Indihome melakui Link Aja! itu kita tinggal buka aplikasi Link Aja!, trus kita pilih di Bagian Beli / Bayar Tagihan, pilih Internet, Pilih IndiHome, masukkan nomor pelanggan, biasanya waktu pemasangan STB ataupun modem kita diberitahu nomor langganan Indihome. Tinggal kita masukkan nomor langganan trus pilih lanjutkan dan melakukan pembayaran. Oh ya sebelum melakukan pembayaran alangkah baiknya saldo LinkAja! kita sudah tersedia. Ini saya melakukan top up saldo LinkAja! melalui Mobile Banking BCA, kita pilih m-Transfer, pilih BCA Virtual Account, input no. Virtual Account LinkAja! kita dengan menambahkan 09110+nomor LinkAja! kita, masukkan nominal yang akan kita top up (ada biaya Rp. 500) dan tinggal masukkan pin M-Banking BCA dan transaksi sukses.

Di bulan pertama saya berlangganan Indihome ini saya ditagihkan sebanyak Rp. 82.500 dengan rincian Biaya Tambahan (biaya pasang baru) sebesar Rp. 75.000 dan ditambah dengan ppn sebesar Rp. 7.500. Saya menyimpulkan Rp. 75.000 sebagai biaya pasang baru karena saya diinfokan oleh sales kalau biaya pasang indihome sebesar Rp. 150.000 yang ditagihkan di bulan pertama, nah ini kebetulan saya ditagihkan sebesar 50% nya, mungkin ada promo pasang baru menurut saya. Lokasi saya di Gresik Jawa Timur, dan semoga saja bulan April saya tagihannya sesuai dan tidak dikenakan biaya pasang baru, hehe. Beberapa hari memakai Indihome saya sih puas, ada beberapa kali koneksi ke Google bermasalah cuman beberapa jam saya, setelahnya lancar lagi. Semoga lancar Indihome ke depannya guna mendukung Work From Home yang saat ini lagi gencar - gencarnya.

Minggu, Maret 29, 2020

Kebutuhan akan koneksi internet yang stabil adalah dambaan beberapa orang. Kebetulan salah satunya adalah saya. Saya adalah orang yang butuh koneksi internet yang stabil karena saya sudah mencoba 3 tahun dengan modem wifi dari XL Go yang sampai sekarang tetap menemani. Tapi berhubung saya pindah di lokasi yang sinyal CL nya enggak stabil setahunan ini, membuat saya mikir mikir untuk pasang internet kabel yang berbasis fiber optik. Padahal kemarin dengan Modem Wifi dari XL Go saya sudah cukup karena bisa ngeblog ataupun sekedar streamingan sedikit - sedikit, dan juga Streaming beberapa TV Series dari Netflix. Berhubung perumahan yang saya tempati sekarang itu berada di sebelah Surabaya, jadi belum terjamah oleh berbagai pilihan Internet Kabel, dan kebetulan cuman satu ISP yang mengcover daerah saya, yaitu Indihome. Proses registrasi sudah pernah beberapa kali saya coba, dari aplikasi My Indihome saya sudah pernah registrasi 2x dan gagal pemasangan dikarenakan ODP penuh dan tidak ada jaringan baru. 
ODP sendiri adalah Optical Distribution Point yang merupakan alat pendukung layanan fiber optik yang fungsinya sebagai titik terminasi kabel drop optik atau tempat untuk membagi core optik ke beberapa pelanggan (terminal).
ODP ini adalah hal yang diribetin oleh pelanggan baru Indihome, karena kalau ODP ini penuh pasti kita gak mungkin bisa pasang baru Indihome ini, pengalaman saya waktu pendaftaran pertama itu saya lewat aplikasi My Indihome, lokasi rumah saya di petanya sih sudah tercover Indihome, estimasi pemasangan 3-5 hari. Saya coba langsung daftar, ngisi email dan data. Besok paginya di telpon oleh pihak Telkom terkait pemasangan dan sedikit pertanyaan mengenai pendaftaran, diberikan info kalau nanti tunggu info dari pihak survey baru setelah di kabari dari pihak survey bakal ada teknisi pasang yang datang. Tapi kabar buruk di kabari besoknya, saya di wa sama orang Telkom kalau ODP penuh dan tidak ada penambahan jaringan baru. Oke fix, pengajuan pertama saya gagal, saya cek di map di aplikasi My Indihome juga sekarang rumah saya tidak tercover jaringan Indihome. Kesel juga karena di PHP in sama aplikasi My Indihome, saya putuskan uninstall aplikasi My Indihome. 3 bulan setelah saya daftar yang pertama, jari jemari ini pengen banget pasang internet kabel yang konon katanya stabil ini, apalagi di promonya juga disertai paket TV nya. Memang lagi nge trend streaming TV sih, ini juga antena di rumah sudah sampai habis 2 antena tapi gambar siaran TV nya juga banyak semutnya. Jalan satu - satunya emang cuman internet kabel yang nyambung dengan TV, kebetulan kemarin saya berhasil ngebujuk istri untuk beli Smart TV. Emang karena suaminya ini banyak kepengennya, hehe Love u istri,hehe. Percobaan kedua saya lakukan di bulan ketiga, nah disini saya daftar lagi lewat aplikasi My Indihome, dan sudah sampai berhasil seperti percobaan pertama. Tapi naas aja di bagian survey lagi dengan info yang sama saja yaitu ODP penuh dan tidak ada penambahan jaringan. Info dari teknisi kedua ini adalah mungkin sekitar 6 sampai 12 bulan lagi baru ada penambahan jaringan baru.

Pupus sudah harapan saya mempunyai internet kabel yang stabil, sekedar cerita saja saya sudah beberapa masa menggunakan produk dari Telkom dalam hal ini yang berkaitan dengan internet, mulai dari jaman dulu masih musim modem dial up telkomnet@instan, sampai Telkom Speedy yang speednya g cepet - cepet amat tapi harganya mahal dan tidak unlimited dengan paket yang berjangka waktu. Dulu saya pernah pakai paket yang harganya Rp. 200.000 itu kalau gak salah internetnya berjangka waktu berapa jam gitu. Itu jaman dulu waktu tinggal sama orang tua sih, sekarang sudah kerja pengen merasakan internet kabel dan IPTV yang disediakan telkom yang bernama Indihome. Unlimited sih paketannya cuman ada FUP atau Fair Usage Policy dimana koneksi kita bakal turun jika pemakaian internet kita melewati batas yang sudah di tentukan oleh Telkom. Ya gak bisa komen apa lagi sih, mungkin untuk menjaga kestabilan koneksi diberlakukan sistem seperti ini. Paket yang ditawarkan oleh Telkom mulai dari paket dual play internet dan telpon, internet dan TV, atau yang triple play internet, telepon dan TV. Sebenarnya ada paket yang baru untuk pelajar sih, cuman masih belum bisa di tempat saya untuk daftarnya.

Oh iya udah maen ngejelasin paketannya aja, wong belum pasang kok,hehe. Awalnya di bulan Februari kemarin itu di depan rumah ada satu tiang baru, cat item cuman di tengah ada warna merah dan putihnya, awalnya saya kira itu tiang dari PLN guna mendukung ISP yang baru itu loh Icon+. Eh ternyata prasangka saya salah, karena awal Maret kemaren ada brosur Indihome yang disangkutin di pagar rumah, oalah brarti ini tiang Indihome toh. Karena merasa ini yang sudah ditunggu tunggu, capek pulang kerja pun saya coba untuk WA nomor di brosur itu, sepik - sepik belom pernah daftar dan nanyain gimana cara pasangnya. Selagi nge wa in sales Indihomenya, saya langsung lobi nih ibu negara sekaligus merengek untuk pasang Indihome lagi. Untungnya karena istri pengertian akhirnya di deal in dah daftar Indihomenya dengan pilihan paket yang Internet 10 Mbps dan TV Interaktif dengan harga Rp. 320.000 belum sama ppn. Total harga yang harus di bayarkan tiap bulannya adalah Rp. 350.000, cukup menguras dompet sih, tapi ya ini blog kudu support buat nambahin bayar Indihome. Berarti ini kudu jalan ngeblog lagi, dan lebih rajin blogwalking. 


Di Wa saya diminta data pengajuan dan identitas, saya pilih SIM aja karena kalau KTP sih agak takut kalau di share, takut di salah gunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Setelah ngirim persyaratan saya diminta tunggu telepon atau konfirmasi dari teknisi, yaitu dalam minggu ini atau minggu depan maksimal konfirmasinya. Menunggu adalah hal yang tidak mengenakkan, karena sangsi, ini beneran bisa pasang baru atau enggak. Ini tiang di depan rumah cuman ada satu kabel doang yang menjuntai, jadi masih was - was ini bisa apa enggak. Saya menunggu sekitar 8 hari, itupun terpaksa saya Wa terus sampek bosen tuh sales. Tanggal 26 kemaren akhirnya rumah saya di samperin sama teknisinya Indihome, kebetulan jadwalnya blok saya pemasangan barunya, dan penarikan kabel pun dilakukan. Sebelum pemasangan awal Indihome, itu harus disiapin lokasi untuk penempatan modem dan STB nya dimana, karena itu bakal ditanyain pertama oleh teknisinya. Kalau saya sih peletakkannya itu di tempat deket TV, biar kabelnya tidak kemana - mana. Saya pilih di TV karena saya kepengennya kabelnya tidak melewati ruangan di rumah, jadi dari atap langsung lurus ke ruangan TV, ngebolongin dikit sih untuk masuknya kabel cuman ya ini yang terbaik peletakannya.


Dua orang mas - mas teknisi ini ngulur kabel dan melewati atap rumah, pengerjaan sampai modem dipasang sih g sampai satu jam pengerjaan sampai modem nya online. Nah sekarang itu kalau pemasangan awal kita harus bayar deposit yang seharga paket internet tanpa ppn yaitu Rp. 320.000, jadi kemaren saya dapat sms untuk pembayaran deposit. Dan disuruh nunggu 1x24 jam sampai internetnya aktif. Oh ya untuk pemasangan modem ini awalnya cuman dikasi router wifi, besok kalau sudah online baru di kasi itu STB nya, STB ini adalah Set Top Box yang berfungsi untuk menampilkan IPTV an UseeTV dari Indihome. STB ini dikasi besok kalau udah online, totalnya sih sekitar 2 hari semenjak online baru dikasi. Ini STB saya baru kemarin di pasang, dan diaksi tau cara pakainya. Gampang sih karena di kantor aku yang nguasain STB nya jadi otomatis saya sangat familiar. Terlebih ini saya dapat free HOOQ, Catchplay dan Iflix, sayangnya sih g ada Netflix karena masih di blokir sama Telkom. 


Ini tagihan atau biaya pasangnya itu Rp. 150.00 yang ditagihin bulan depan, semoga aja stabil dan bisa menunjang kegiatan ngeblog.