16 July 2020

Pengalaman Tes Rapid di Halodoc


Dua minggu yang lalu saya ada rencana untuk berangkat ke Bekasi alias nyamper ke istri, kebetulan kemaren lebaran belum bisa kemana - mana karena harus stay dirumah saja. Kemarin ada kesempatan untuk balik ke Bekasi, kemarin itu transportasi masal yang bisa saya pilih adalah Pesawat. Kenapa? Karena kereta api masih belum buka untuk perjalanan jarak jauh, Surabaya ke Jakartanya masih belum dibuka. Untuk semua pengguna transportasi saat ini menuju kebiasaan baru itu kita kudu nyiapin Rapid Test, jadi kalau mau bepergian ke luar kota selain duit tiket yang harus dipersiapkan kita juga harus mempersiapkan duit buat rapid test. Rapid test ini adalah tes yang menentukan kita nonreaktif atau reaktif, sumbernya sih dari darah. Ntar jadi darah kita diambil terus di cek di lab apakah reaktif atau nonreaktif. Kalau nonreaktif berarti aman kita bisa bepergian, nah kalau hasilnya reaktif kita bakal disarankan untuk test Swap untuk hasil lebih akurat hasilnya. Karena kalau di Swap Test itu bisa diketahui kita positif atau negatif virus Covid 19, untuk test Swap ini bersumber dari cairan dari hidung, ntar kita bakal diambil sampelnya pakai cotton bud panjang yang langsung masuk lewat hidung. Pasti sakit dan enggak enak sih perasaannya kalau di test Swap. Untuk besarnya biaya rapid itu sekitar kurang lebih Rp. 300.000 di dua minggu yang lalu, untuk yang Swap Test itu lebih mahal karena hampir sejuta atau lebih.

Untuk hasil rapid atau swap itu mempunyai jangka waktu atau masa aktif, yaitu kondisi saat ini adalah 14 hari dimulai dari hasil dikeluarkan. Saya searching untuk test rapid yang gampang dimana, nah ada pilihan yaitu di Halodoc, daftarnya online lewat aplikasi dan kita bisa mengatur jadwal untuk tesnya dengan lokasi pengambilan darah itu kebetulan masih dekat dengan tempat tinggal saya yaitu di Margomulyo. Biayanya itu Rp. 295.000 sekali tes, saya pun daftar janjian di hari kamis pagi jam 08.00 WIB. Dilihat dari pendaftaran di Halodoc ini cukup gampang, karena kita tinggal instal aplikasi di Smartphone android kita, terus kita pilih rapid test, pilih jadwalnya ada beberapa pilihan jadwal yaitu pagi atau siang, terus kita tinggal masukin data kita, seperti foto ktp asli dan alamat. Setelah itu kita diarahkan ke metode pembayaran, untuk metode pembayaran di Halodoc ini bekerja sama dengan Gopay jadi kita cukup isi Gopay kita sebesar Rp. 295.000 kita pun bisa langsung melakukan pembayaran rapid test ini. Setelah berhasil membayar saya tinggal menyiapkan badan saya untuk di tes di hari H. Sayapun sempat browsing untuk rapid testnya seperti apa, untuk rapid testnya itu kita bakal seperti drive through, jadi kita masuk ke kawasan rapid dengan tetap diatas motor atau kendaraan. Nah nanti ada petugas dari Halodoc yang dengan berpakaian APD lengkap akan nyamperin kita untuk mengambil sampel darah. Setelah itu selesai kita bisa langsung pulang, untuk hasilnya akan dikirimkan lewat aplikasi Halodoc dan juga kita bakal nerima sms dari Halodoc. Estimasi hasilnya dikirim adalah 1 x 24 jam, untuk hasilnya ini saya baru tau kalau tidak ada versi cetaknya. Dan apakah bisa dipakai untuk syarat di Bandara?

Nah ini saya baru kepikiran lagi, apakah bisa hasil rapid testnya lewat aplikasi dan kita gunakan sebagai syarat untuk ikut penerbangan ke luar kota. Sayapun menghubungi customer service dari maskapai yang saya gunakan, kebetulan kemaren saya pulang pergi menggunakan Lion Air, menurut customer servicenya itu tidak bisa kalau menggunakan hasil rapid yang dari aplikasi, karena dari pihak maskapai itu menerima hanya yang versi cetak, dimana itu adalah hasil cetakan di kertas dengan adanya kop surat lab atau rumah sakit disertai dengan tanda tangan dokter dan stempel basah dari rumah sakit atau labnya. Nah loh, saya udah kadung bayar di Halodoc, enggak lucu dong kalau enggak bisa dipakai, sayapun menghubungi customer service dari Halodocnya sendiri, untungnya customer servicenya Halodoc ini merespon dengan sangat baik pengaduan saya. Memang Halodoc itu tidak mengeluarkan hasil rapid test versi cetaknya, karena hasil test rapidnya itu hanya dikabarkan lewat aplikasi. Untuk pengaduan yang saya alami, dari pihak Halodoc dapat membuatkan laporan pengembalian dana saya dalam bentuk saldo Gopay, saya cukup mengirimkan bukti pembayaran Gopay untuk rapid testnya, nanti akan dikembalikan ke saldo Gopay dalam waktu maksimal 3 x 24 jam. Sayapun mengiyakan dan langsung mengirim email berisi bukti pembayaran Gopay, dan alhamdulillahnya lagi itu dana dikembalikan ke saldo Gopay saya itu enggak sampai 30 menit setelah saya mengirimkan email. Alhamdulillah saya g jadi tekor - tekor banget, karena duitnya itu bisa saya buat bayar rapid test di rumah sakit.


Untuk teman - teman semua yang kepengen keluar kota, saya sarankan untuk langsung ke rumah sakit atau ke laboratorium kesehatan terdekat, karena misalnya kita mencoba rapid test lewat Halodoc itu belum bisa digunakan untuk syarat keluar kota. Hasil yang dikeluarkan oleh Halodoc untuk rapid test itu hanya berupa pesan di aplikasi dan tidak bisa dicek. Kalau mau rapid test di Halodoc bisa dicoba tapi bukan untuk perjalanan keluar kota dengan menggunakan transportasi umum ya gaes, bisa dipakai hasilnya untuk ngecek saja apakah kita reaktif atau nonreaktif saja. Semoga bermanfaat dan harapan saya segera berlalu ini pandeminya. Amin

image source : https://lh3.googleusercontent.com/wNv_WIc4nMDLXoetwpEHg1tNfIAEIDiJtoyYFfz06TjaIK_JQO2TSkfgvXOpOnNmKC8
https://d1bpj0tv6vfxyp.cloudfront.net/articles/216902_10-7-2020_14-10-14.jpeg

Share this

Halo, Saya Rezky Pratama, seorang blog yang masih belajar tentang blog. Hobi menulis random, jadi maklum kalau isinya macem - macem. Begitu juga dengan hobi nonton, sekarang hobi nonton meski film yang ditonton itu diselesein sampai tamat tapi ya kadang juga enggak paham tentang jalan ceritanya, emang bener blogger random!

2 Responses to "Pengalaman Tes Rapid di Halodoc"

  1. sekadar bertanya ya mas... saya terbaca comment di IG. ada yang mengatakan doktor disana yang uruskan jenazah covid-19 diberi wang sebanyak 150 juta rupiah. tujuannya supaya jenazah covid dapat disemadikan seperti jenazah yang lain. benarkah?

    ReplyDelete

Kolom Untuk Mengisi Komentar.