Selasa, Februari 13, 2024

Jenis - Jenis Reksadana yang Cocok untuk Investasi Jangka Panjang

reksadana

Instrumen investasi yang bisa dipilih sangat beragam. Bisa bergantung sesuai dengan banyak faktor. Mulai dari berapa modal awal, jangka waktunya, jenisnya, dan lain sebagainya. Setiap jenis investasi memiliki jangka waktu, termasuk juga dengan reksadana yang banyak direkomendasikan untuk para pemula.

Reksadana memang merupakan salah satu jenis investasi mudah dan murah. Karena nantinya, dalam proses investasi akan dibantu oleh Manajer Investasi (MI) yang sudah berpengalaman. Seperti halnya di Makmur.id, dibantu oleh para MI yang tidak hanya banyak rekam jejaknya namun juga mendampingi dengan sepenuh hati.


Jika dilihat dari jangka waktu, reksadana sendiri juga bisa dibagi menjadi investasi pendek, menengah, sampai dengan panjang. Kali ini akan diberikan rekomendasi reksadana jangka panjang yang bisa dicoba.


Jenis-Jenis Investasi Reksadana

1. Reksadana Saham 

Bagi yang tertarik untuk investasi reksadana dalam jangka panjang, jenis reksadana saham merupakan salah satu rekomendasi utama. Reksadana saham sendiri merupakan jenis investasi yang nantinya para Manajer Investasi mengalokasikan uangnya sebagian besar ke saham.


Reksadana jenis ini biasanya mengalokasikan minimum 80% ke saham. Sisanya nanti akan dialokasikan ke jenis instrumen saham lainnya. Investasi jenis satu ini memiliki karakteristik high risk high return, yakni memiliki potensi keuntungan yang besar dan dibarengi dengan risiko yang tinggi pula.


Jangka waktu dari investasi reksadana saham ini minimal 5 tahun atau bisa lebih. Karena itulah, ini menjadi salah satu pilihan jika Anda ingin melakukan investasi reksadana jangka panjang.


2. Reksadana Exchange Traded Fund

Pilihan lainnya adalah reksadana exchange traded fund (EFT) yang sebenarnya bisa dipilih untuk investasi jangka pendek atau panjang. Reksadana EFT sendiri merupakan jenis investasi yang juga melakukan jual beli di bursa efek seperti halnya saham.


Secara mudahnya, investasi satu ini dilakukan dengan pengelolaan reksadana dengan mekanisme saham dalam hal jual belinya. Karena itulah, masih terikat dengan para Manajer Investasi, namun nantinya bebas untuk dialihkan ke investor lain ke dalam bursa.


Seperti halnya reksadana saham, jenis investasi satu ini juga cocok untuk jangka panjang. Waktu pengelolaanya mirip-mirip, bisa 5 tahun sampai lebih. Namun karena ini termasuk yang kurang familiar, perlu dipelajari betul-betul sebelum melakukan transaksi untuk investasi.


3. Reksadana Campuran

Satu hal lagi jenis reksadana yang bisa dipilih untuk jangka panjang, yaitu campuran. Dalam investasi ini, nantinya para Manajer Investasi akan mengalokasikan uangnya ke berbagai campuran investasi. Baik itu kombinasi antara saham, obligasi, pasar uang, dan lain sebagainya.


Dengan banyak pilihan instrumen, dana atau anggaran akan terdiversifikasi. Sehingga akan meminimalisir adanya kerugian. Biasanya, alokasi dana untuk masing-masing instrumen tidak boleh lebih dari 79%. Jenis investasi ini terbilang minim risiko jika dibandingkan dengan saham.


Jangka waktu investasi ini menengah sampai dengan panjang, yakni 3 sampai dengan 5 tahun. Biasanya per tahunnya akan mendapatkan return sampai dengan 15%.


 

Manfaat Memilih Investasi Jangka Panjang

Baik investasi jangka panjang atau pendek, tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kali ini akan membahas tentang keunggulan memilih investasi reksadana dalam jangka panjang.


1. Dapatkan Penghasilan Pasif

Salah satu hal yang memang menggiurkan banyak orang untuk melakukan investasi adalah bisa mendapatkan penghasilan pasif. Jadi selain pekerjaan utama yang dilakukan, Anda juga akan mendapatkan uang tambahan dari berbagai investasi yang dilakukan. Nantinya, bisa untuk investasi lagi atau usaha.


Tentunya, semakin banyak jenis investasi yang ditanam modal, kemungkinan profit juga bisa semakin besar. Namun perlu diingat, namanya investasi tidak selalu memberikan keuntungan. Bisa juga terjadi loss karena berbagai faktor. Maka dari itulah, selalu bijak dalam berinvestasi dan mengambil keputusan.


2. Mempertahankan Nilai Aset

Manfaat lainnya yang biasanya ingin dicapai orang-orang saat melakukan investasi jangka panjang adalah mempertahankan nilai aset. Pasalnya, jika uang didiamkan begitu saja di rekening bank, tidak akan menjadi apa-apa. Bahkan nilainya akan tergerus karena inflasi setiap tahunnya.


Selain mempertahankan nilai aset, melakukan investasi tentunya juga merupakan sebuah upaya untuk meningkatkan nilai aset. Potensi peningkatan nilai aset bisa semakin besar di jangka waktu yang panjang.


3. Sebagai Dana Pensiun

Bagi sebagian orang, manfaat ini juga sangat menarik untuk melakukan investasi. Yaitu sebagai dana pensiun saat sudah tidak bisa bekerja. Atau bisa menjadi dana untuk Anda yang berencana untuk melakukan pensiun dini. Sudah tidak perlu bersusah payah lagi di masa tua, karena dananya sudah tersedia.


Meski ada kemungkinan kerugian dalam berinvestasi, namun tentunya juga akan ada keuntungan yang didapatkan. Apalagi jika pengalaman dan ilmu investasi semakin meningkat, skill yang dimiliki bisa semakin mutakhir. Investasi merupakan hal yang bisa dipelajari dan bisa mendatangkan cuan yang besar.


Itulah jenis reksadana jangka panjang dan juga manfaatnya. Salah satu tips untuk segera sukses melakukan investasi adalah sesegera mungkin untuk melakukannya. Tenang saja, reksadana tidak membutuhkan modal yang besar. Via Makmur.id, Anda bisa berinvestasi mulai dari Rp10 ribu saja.


Investasi dengan modal kecil jika ditelateni juga akan bisa menjadi besar di kemudian hari. Yuk generasi muda, baik itu milenial atau Gen Z, jika berencana investasi reksadana, jangan ragu pilih reksadana pasar uang di Makmur.id saja. Sudah ada versi aplikasinya juga.

7 komentar:

  1. Beberapa kali dapat sosialisasi tentang reksa dana tapi belum pernah berani untuk coba hehehe... Katanya reksadana itu investasi yang low risk, ya?

    BalasHapus
  2. Anda bisa berinvestasi mulai dari Rp10 ribu saja.

    agak murah juga tu
    tapi biasa laa...
    walaupun dah murah masih ramai yang tidak mahu ambil kesempatan...

    BalasHapus
  3. just tanya
    di Indonesia, ada tak scheme/tabung di mana apabila seseorang itu tidak bekerja lagi (govt or private worker) kerana faktor akhir perkhidmatan... adakah scheme itu akan membiayai mereka selepas tidak bekerja lagi?

    BalasHapus
  4. Untuk jangka panjang, berdasarkan pengalaman pribadi, menurut saya reksa dana pasar uang adalah yang terbaik, meskipun nilai keuntungannya tidak besar, tapi teruji tahan resesi, sudah dibuktikan kemarin waktu jaman covid, hehehe... lainnya boncos...

    BalasHapus
  5. Peluang untuk investment itu ada di mana-mana dan pelbagai cara cuma atas diri kita sendiri mahu atau tidak mahu. saya sendiri pernah membuat investment ada yg kekal dan ada juga yg telah saya tamatkan .. apa pun investment utk jangka masa panjang itu lebih selesa dan tenang berbanding jangka masa pendek.

    BalasHapus
  6. selamat pagi, mas. terus terang yang begini sering jadi lamunan saya, tapi sejauh ini cuma lamunan. sebagai pengetahuan awal tulisan ini oke. makasih

    BalasHapus

Kolom Untuk Mengisi Komentar.