1 November 2021

Pengalaman Mengurus Akte Kelahiran Untuk Dewasa


Baru 3 hari lalu saya selesai menguruskan akte kelahiran istri saya. Jadi istri saya ini hanya punya surat keterangan lahir, surat keterangan lahir ini bukan dari rumah sakit atau bidan tapi surat dari kepala desa. Untuk pengurusan kependudukan salah satu yang penting adalah akte lahir, jadi besok kalau mungkin bikin paspor atau mau umroh atau berangkat haji udah gak perlu repot mengurus kalau masih belum punya akte lahir.

Cuman yang menjadi pertanyaan saya adalah apakah bisa kita yang sudah berusia 30 an ini mengurus akte lahir, dimana sekarang juga udah enggak di kota tempat lahir dan bahkan ada juga yang enggak punya surat keterangan lahir juga. Dan setelah saya searching di google ternyata Disdukcapil sekarang melayani pembuatan akte lahir baik untuk anak yang baru lahir ataupun orang dewasa yang belum punya akte lahir.

Di tempat saya tinggal di Gresik Jawa Timur ini Disdukcapilnya sudah modern, sudah ada website sendiri untuk mengurus semua tentang kependudukan, mulai KTP, KK sampai akte lahir dan akte kematian. Website nya sendiri bernama Poedak. Jadi kita tinggal register dan setelah berhasil mendaftar kita bisa melihat apa saja persyaratan yang harus dipersiapkan dan beruntungnya karena lagi pandemi ini sekarang bisa mengurus tanpa harus ke kantor. Sekarang kita bisa mengisi lewat website dan tinggal upload berkas - berkas yang dibutuhkan, setelah semua lengkap nanti data yang kita butuhkan bakal dikirim ke email ataupun dikirim hardcopy nya. Meskipun begitu kemaren untuk mengurus akte lahir nama istri saya itu saya terpaksa harus ke kantor Disdukcapil karena ada beberapa kendala yang mengharuskan saya datang ke kantor. Kalau tidak ada kendala sih enak tinggal isi di website aja gak pakek datang ke kantor.

Apa saja berkas yang harus disiapkan untuk mengurus akte lahir atau akte kelahiran untuk orang dewasa?

1. Form 201 atau form kelahiran yang ditanda tangani oleh kepala desa sesuai KTP kita. Ohya untuk pengurusan akte kelahiran ini bisa diajukan sesuai alamat di KTP kita sekarang, misal lahir di Jakarta tapi sekarang tinggal dan KTP Gresik jadi pembuatan akte lahir ya di Gresik. Untuk pengisian form 201 ini pelapor bisa diisi nama yang mau buat akte atau misal kalau di kasus saya, istri lagi di luar kota jadi saya bisa yang mengisi di data pelapor untuk data kelahiran istri saya. Untuk saksi dibutuhkan dua orang, disarankan adalah tetangga atau rekan kerja yang mempunyai KTP sama tinggalnya di kota kita misal Gresik dan umurnya lebih tua lima tahun dari umur yang mau dibikinkan akte lahir, misal di kasus saya ini istri saya kelahiran tahun 90, nah saya jadi mencari tetangga atau orang lain yang kelahiran maks 85.

2. SPTJM Kelahiran, ini kalau kasus seperti saya surat kelahiran dari kelurahannya itu gak detail seperti berat bayi, panjang bayi, dan juga nama lokasi kepada desa nya juga enggak gitu jelas. Jadi disarankan membuat SPTJM Kelahiran, yang menyatakan itu istri saya, menerangkan istri saya juga adalah anak dari orang tua. Saksinya juga sama kayak di Form201 dua orang nanti tanda tangan.

3. SPTJM Suami Istri, ini kalau buku nikah orang tua enggak jelas. Mending sih buat SPTJM ini aja biar enggak ribet, sama juga istri saya menyatakan tentang orang tua bapak dan ibu dengan tanda tangan saksi dua orang.

4. Surat Keterangan Lahir (disiapkan saja meski ada SPTJM)

5. KTP saya sebagai pelapor baik foto atau fotokopi, foto untuk pengisian website dan fotokopi kalau langsung ke kantor.

6. Kartu keluarga yang berisi istri saya yang mau bikin akte lahir.

7. KTP kedua orang tua dan kedua saksi

Ketujuh persyaratan ini harus disiapkan terlebih dahulu, untuk yang butuh tanda tangan kepala desa sih gampang, tinggal ke balai desa. Sekarang rata - rata balai desa udah enak dan enggak ribet karena pegawainya kebanyakan masih muda semua jadi enak lah ngurusnya. Setelah itu baru menyiapkan syaratnya dan berangkat ke Disdukcapil, kalau ayng lewat website tinggal isi doang dan tunggu hasil aja.

Kalau yang datang ke kantor kayak saya sih cepet juga pengajuannya kok, saya datang ke kantor Disdukcapil jam 09.00 tapi disuru balik lagi karena salah bawa Kartu Keluarga, yang saya bawa kartu keluarga yang lama. Untuk pengurusan di kantor itu dilayani dari jam 08.00 sampai 11.00, antri setengah jam langsung dilayani di loket. Terus diperiksa kalau syarat lengkap dikasi tanda terima untuk pengambilan akte lahirnya, biasanya H+2 dari waktu memasukkan berkas dan pengambilannya di kecamatan sesuai KTP.

Dan yang bikin kaget adalah sekarang akte kelahiran itu cuman selembar kertas biasa, alias kertas print-print an biasa, enggak kayak akte lahir jaman dulu yang kayak ijazah gitu. Jadi sekarang udah kayak fotokopian juga gitu, kudu langsung dilaminating biar enggak dikira fotokopian. Satu hal yang enak sekarang itu untuk urus mengurus kependudukan itu gampang, enggak perlu pakai calo, tinggal ngurus sendiri juga beres.

Share this

Halo, Saya Rezky Pratama, seorang blog yang masih belajar tentang blog. Hobi menulis random, jadi maklum kalau isinya macem - macem. Begitu juga dengan hobi nonton, sekarang hobi nonton meski film yang ditonton itu diselesein sampai tamat tapi ya kadang juga enggak paham tentang jalan ceritanya, emang bener blogger random!

8 Responses to "Pengalaman Mengurus Akte Kelahiran Untuk Dewasa"

  1. Kayaknya hidip di negeri ini semakin ribet ya, Mas Rizky. Selamat pagi. Terima kasih telah berbagi pengalaman.

    BalasHapus
  2. wah ternyata gampang ya mas ngurus akta kelahiran istri dengan ga pake calo

    aku baru aja kemaren ibuku minta scan kan soalnya mau ngurus udah lepasnya tunjangan anak di kantornya karena aku udah ga masuk itungan..untung aja nemu di koper dan langsung scan kan..dan jadi keinget akta lahir jadul emang kertasnya tebel tapi ya itu dilaminating..

    BalasHapus
  3. Suami saya pun baru urus aktenya di tahun 2019 mas tapi seinget saya masih manual datang ke kantor disdukcapilnya dan kebetulan salah seorang adik ipar staff di sana jadinya malah ga ngeh nih prosedurnya.

    BalasHapus
  4. Wah mending ngurus sendiri ni mas, dari pada kena calo
    Heheh salam sehat mas

    BalasHapus
  5. Oh ternyata orang dewasa yang tidak punya akta kelahiran juga bisa bikin ya. Syaratnya lumayan ribet tapi dari pada tidak bisa buat atau lewat calo malah mahal. Makasih infonya kang Rezky.

    BalasHapus
  6. Banyak juga berkas yg harus disiapkan ya mas, untung aku udah dibikinin sejak lahir hihi, kmrn waktu aku abis lahiran juga suami langsung urus KK dan bikin akte si bayi, biar ga repot kedepannya kalau dokumen udah update

    BalasHapus
  7. Ternyata gampang juga ya Mas.
    Sayangnya di Dukcapil tempat saya belum segampang ini. Bikin KTP aja bisa berbulan-bulan dengan alasan blanko kosong. Tapi kalo ada 200 ribu, KTP nya bisa selesai 1 hari. 🙄

    BalasHapus
  8. alhmadulillah...tahniah mas dapat baby baru.

    mesti seronokkan

    BalasHapus

Kolom Untuk Mengisi Komentar.