Senin, Juni 10, 2024

Apa Itu White Lies dan Kapan Kebohongan Kecil Dibenarkan?

White lies atau kebohongan putih adalah kebohongan kecil yang tidak bermaksud jahat. Mereka dilakukan untuk tidak menyakiti perasaan orang lain. Meskipun kecil, jenis kebohongan ini bisa merusak kepercayaan dan hubungan. Orang melakukan white lies untuk berbagai alasan. Salah satunya, melindungi perasaan, menghindari konflik, atau membuat kejutan bagi pasangan. 



apa itu white lies



Poin Kunci

  • White lies adalah kebohongan kecil yang dilakukan dengan niat baik untuk melindungi perasaan orang lain.
  • White lies dapat berdampak negatif dalam jangka panjang, seperti merusak kepercayaan dan hubungan.
  • Tanda-tanda white lies antara lain melindungi perasaan, skala kecil, dan diterima secara sosial.
  • Alasan orang melakukan white lies termasuk menghindari rasa malu, memperkuat hubungan, dan membuat kejutan.
  • Penting untuk memahami batasan white lies yang dapat diterima, seperti bukan untuk kepentingan diri sendiri.

Pengertian White Lies

White lies disebut juga kebohongan putih. Ini adalah kebohongan kecil yang dilakukan untuk tujuan baik. Melindungi perasaan orang lain atau menghindari dampak buruk dari kejujuran.


White lies tidak bermaksud jahat. Namun, bisa menimbulkan pertanyaan etis. Soal batas antara kebohongan yang diterima dan ketidakjujuran yang merugikan.



Kebohongan Kecil yang Tak Bermaksud Jahat

Tidak seperti kebohongan pada umumnya, white lies lebih ringan secara moral. Tujuannya adalah melindungi perasaan orang lain. Ini menyebabkan debat tentang batasan penerimaan white lies.



Upaya Melindungi Perasaan Orang Lain

Orang melakukan white lies untuk melindungi perasaan orang lain. Mereka melihatnya sebagai tindakan bijaksana dalam sosial. Ini menjaga hubungan dan hindari konflik atau luka hati.



Kebohongan Tanpa Beban Moral

Kebohongan besar sering dipakai untuk keuntungan sendiri. Tapi, white lies bersifat moral lebih ringan. Mereka lakukan untuk menjaga perasaan orang lain. Sehingga, secara etis, tindakan ini lebih mudah diterima.



Tanda-tanda Seseorang Melakukan White Lies

Ada beberapa ciri-ciri jika seseorang berbohong sedikit, namun tidak besar. Mereka bohong untuk melindungi hati orang lain. Juga, hindari menyakiti perasaan atau membuat orang lain tidak nyaman.


Mereka umumnya bohong dalam hal-hal kecil saja. Contohnya, untuk menjaga suasana dengan memberikan pujian yang palsu. Tujuannya adalah agar hubungan tetap baik dan tidak tergores.



Tujuan Melindungi Perasaan

White lies kadang dilakukan untuk halusinasi alasan. Salah satunya adalah agar orang lain tidak terluka. Terkadang, memberikan bohong kecil dianggap baik demi menjaga kedamaian.



Skala Kecil dan Tidak Penting

Kebohongan itu biasanya kecil dan tidak berdampak besar. Beda dengan kebohongan besar yang bisa rusak hubungan. Kebiasaan ini sering diterima dalam pergaulan tertentu.



Diperbolehkan dalam Konteks Sosial

Di masyarakat, white lies dianggap bisa diterima dalam kasus tertentu. Misalnya, memberikan pujian palsu demi menjaga hubungan baik atau menyembunyikan rencana kejutan. Caranya dipandang sebagai cinta dan kebaikan untuk orang lain.



Alasan Orang Membuat White Lies

Orang sering memberi kebohongan putih dengan banyak alasan. Mereka melakukannya untuk tidak merasa malu atau menghindari konflik. Ini nampak saat mereka bohong tentang tidak bisa datang ke acara.


Kebohongan putih juga bisa membuat hubungan lebih erat. Misal, kata "Aku suka memikirkanmu" untuk tunjukkan cinta.


Kebohongan kecil juga seringkali digunakan untuk mempersiapkan kejutan. Seperti berbohong tentang rencana hari ulang tahun supaya kejutan lebih menarik. Meski ini terbilang cara memperkuat hubungan, efek jangka panjangnya juga penting untuk dipikirkan.



Apa Itu White Lies

White lies atau kebohongan putih merupakan jenis kebohongan kecil yang dilakukan dengan niat baik. Biasanya, ini dilakukan untuk melindungi perasaan orang lain. Atau untuk menghindari masalah jika kita jujur.


Meskipun seolah tak berbahaya, white lies memicu diskusi etis. Diskusi itu tentang batas antara kebohongan yang diterima dan ketidakjujuran yang buruk.


Banyak orang dalam masyarakat telah melakukan white lies. Mereka mungkin saja melakukannya tanpa sadar.


White lies bisa memperbaiki hubungan yang tersulit. Meski begitu, kebohongan tetap saja kebohongan. Jika orang mengetahui soal white lies kita, mungkin mereka akan kecewa.


Hal ini bisa mengkomplekskan relasi kita. Bisa juga merusak trust dari orang lain kepada kita.

Studi pada tahun 2016 menemukan sesuatu menarik. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Neuroscience.


Studi itu mengungkap, otak kita beradaptasi dengan ketidakjujuran. Dan menyatakan white lies potensial menghalangi pertolongan yang seharusnya kita dapatkan.


Menurut penelitian tersebut, terlalu sering berbohong berisiko. Orang bisa mengetahui kebohongan kita, dan itu bisa mengganggu hubungan kita dengan mereka.



Pro dan Kontra White Lies dalam Hubungan

Kebohongan putih dianggap biasa dalam hubungan. Namun, beberapa pandangan melihat dampak negatifnya. Pakar meyakini, sering berbohong membuat kita kurang merasa bersalah. Ini bisa buat kita berbohong terus menerus.



Dampak Buruk Jangka Panjang

White lies tanpa dasar kejujuran bisa menghambat perkembangan pribadi dan hubungan. Tanpa dasar integritas, hubungan bisa jadi rapuh. Ini membuat banyak orang bertanya, apakah white lies itu baik pada akhirnya?



Menumbuhkan Kebiasaan Berbohong

Mengatakan white lies terus menerus, membuat kita terbiasa berbohong. Ini tidak sehat untuk perkembangan serta hubungan. Sebab, kejujuran dan integritas merupakan pondasi relasi yang kuat.



Menghalangi Pertumbuhan Diri dan Relasi

White lies terus menerus juga bisa merugikan kita pribadi dan hubungan. Hubungan yang dibangun tanpa kejujuran, tidak akan berkembang. Itu sebabnya, white lies dipertanyakan manfaatnya dalam jangka panjang.



Batasan White Lies yang Dapat Diterima

White lies boleh dipakai dalam situasi tertentu. Tapi, ada batasan yang kudu ditaati. Kebohongan putih boleh kalau: 1) Tidak dilakukan demi diri sendiri, melainkan demi perlindungan hati orang lain; 2) Tidak untuk menyamarkan keburukan yang mestinya diakui; 3) Dipikir secara cermat efek jangka panjangnya. Apakah akan merusak kepercayaan atau malah membaikkan hubungan. Jadi, gunakan white lies bila bertujuan baik tanpa merugikan orang lain.



Bukan untuk Kepentingan Diri Sendiri

Jangan gunakan white lies untuk kepentingan pribadi. Harus demi melindungi perasaan orang lain. Kebohongan demi diri sendiri malah akan berdampak buruk, terutama jangka panjang. Maka, introspeksi baik-baik sebelum memutuskan untuk berbohong.



Bukan Menyembunyikan Keburukan

Jangan pakai white lies untuk menutupi keburukan. Waktu itu, kejujuran dan tanggung jawab lebih penting. Itu jelas artinya lebih mulia daripada memelihara perasaan seseorang.



Pertimbangkan Dampak Jangka Panjang

Sebelum berbohong, pikirkan akibatnya untuk jangka panjang. Mungkin saja, bohong bisa menghindari masalah sesaat. Namun, bisa rusak kepercayaan jangka panjang dan menghambat hubungan nanti. Jadi, selalu pertimbangkan baik-baik sebelum menggunakan white lies.


apa itu white lies



Membedakan White Lies dan Kebohongan Besar

Agar bisa membedakan white lies dari kebohongan besar, kita harus mengetahui alasan di balik kebohongan. White lies umumnya dilakukan agar orang lain tidak terluka. Kebohongan besar biasanya untuk keuntungan pribadi dan bisa merugikan orang lain. White lies adalah kebohongan yang kecil dan tidak terlalu berbahaya.



Kebohongan besar, di sisi lain, punya dampak besar. Penting untuk tahu perbedaannya agar bisa nilai apakah kebohongan bisa dimaafkan atau tidak.



Motif di Balik Kebohongan

White lies digunakan untuk kebaikan orang lain. Contohnya, kita tidak jujur untuk tidak menyakiti hati seseorang. Hal ini sering dilakukan untuk menjaga hubungan sosial tanpa maksud jahat.


Sedangkan, kebohongan besar biasanya dilakukan demi untung sendiri. Ini bisa jadi merugikan atau membahayakan orang lain.



Tingkat Kerugian atau Bahaya

White lies kurang berdampak, bisa dibilang tidak terlalu penting. Di sisi lain, real lies bisa merusak secara luas.


Kebohongan hitam (black lies) umumnya dilakukan untuk menghindari masalah besar. Ini berpotensi membuat dampak yang sangat berbahaya. Kebohongan merah (red lies), seperti balas dendam, juga bisa berujung pada kerugian bagi beberapa orang.



Cara Menghindari White Lies dalam Hubungan

Menghindari kebohongan putih dalam hubungan bisa dilakukan dengan cara tertentu. Menurut Psikolog Susan Orenstein, white lies umum dalam hubungan yang baik, namun kita bisa kurangi kebohongan kecil ini.



Membangun Komunikasi Terbuka

Kita bisa mulai dengan komunikasi jujur dengan pasangan. Orang sering berbohong agar tidak menciptakan konflik atau kecewa, tapi komunikasi terbuka membantu dalam pemahaman dan penyelesaian masalah bersama.



Mengembangkan Rasa Percaya

Beberapa orang berbohong untuk menjaga pertemanan atau hindari kemarahan pasangan. Percaya satu sama lain mengurangi kebutuhan berbohong demi menjaga hubungan.



Belajar Menerima Kekurangan Pasangan

Orang bohong agar tak merasa malu, negatif, atau untuk kejutan. Namun, lebih baik kita saling terima kekurangan tanpa bohong. Ini membangun hubungan yang kuat dan penuh rasa hormat.



Kesimpulan

White lies adalah kebohongan kecil yang disampaikan untuk alasan baik. Mereka sering digunakan untuk menjaga perasaan seseorang atau menghindari masalah. Meskipun mereka kecil, white lies bisa menimbulkan permasalahan etis. Mereka juga bisa merusak hubungan jangka panjang jika sering dilakukan.


Sebagai orang dewasa, kita harus tahu sampai di mana kita boleh berbohong. Memiliki komunikasi yang jujur dan terbuka adalah kunci. Ini membantu kita membangun kepercayaan dengan orang-orang di sekitar kita. Jika kita cerdas menjaga kejujuran, hubungan akan lebih baik dan penuh saling menghargai.


Meskipun ada waktu di mana white lies bisa berguna, kejujuran tetap sangat berharga. Kita harus hati-hati dalam menggunakan white lies. Sebaiknya kita pertimbangkan situasi dengan baik. Apalagi jika itu tentang cara kita menyampaikan informasi. Cara kita berbohong pun punya dampak pada hubungan kita lho.


Belajar tentang batasan white lies dan mengerti dampak jangka panjang pada hubungan itu penting. Komunikasi yang jujur dan membangun kepercayaan akan membantu kita. Dari sana, kita bisa memperkuat hubungan kita agar lebih sehat dan saling menghargai.



FAQ

Apa itu white lies?

White lies atau kebohongan putih adalah kebohongan kecil yang dilakukan untuk niat baik. Ini untuk melindungi perasaan orang atau menghindari masalah. Meskipun terlihat sepele, white lies bisa menimbulkan pertanyaan tentang moral.



Apa tanda-tanda seseorang melakukan white lies?

Ada beberapa tanda orang berbohong putih. Misalnya, 1) Melindungi perasaan orang dan menghindari melukai hati; 2) Boongan itu tidak besar dan efeknya minimal; 3) Memberi pujian palsu demi situasi yang harmonis.



Apa alasan orang melakukan white lies?

Orang berbohong putih dengan banyak alasan. Misalnya, 1) Untuk hindari malu atau konflik; 2) Untuk kuatkan hubungan atau kejutan manis; 3) White lies bisa lihat sebagai usaha baik, tapi pengaruh panjangnya penting untuk dilihat.



Apa batasan white lies yang dapat diterima?

White lies bagus jika, 1) Tujuannya bukan untuk keuntungan sendiri namun untuk orang lain; 2) Mereka tidak sembunyikan kesalahan besar; 3) Memikirkan efek jangka panjang, apakah itu bantu atau rusak hubungan.



Bagaimana membedakan white lies dan kebohongan besar?

Untuk bedakan mereka, perhatikan niat di balik bohong itu. White lies dilakukan untuk hal baik. Namun, bohong besar biasanya untuk diri sendiri dan lebih merugikan.



Bagaimana cara menghindari white lies dalam hubungan?

Menghindari white lies bisa dengan, 1) Membangun komunikasi yang jujur bersama pasangan; 2) Meningkatkan rasa percaya supaya tidak perlu berbohong; 3) Belajar terima kekurangan pasangan tanpa bohong.

    7 komentar:

    1. Untuk anak kecil dibolehkan white lies untuk melindungi dari pelaku kejahatan biasanya

      BalasHapus
    2. kami panggil 'bohong sunat'

      contoh ayat, "cepat mandi. kejap lagi ayah kamu akan pulang. kalau tengok kamu masih kotor begini, pasti ayah marah!" kata si ibu kepada anaknya walhal suaminya pulang ke rumah jam 10 malam😁

      BalasHapus
    3. aku masih setuju kok white lies. krn aku juga melakukan itu ke suami.. ada beberapa hal yg aku ga akan mau ungkapin ke suami krn memang ga ada gunanya.. hanya bikin dia sakit hati. jadi buat apa... toh, itu ga ada hubungan ama dia juga..

      daaan.... aku juga ga masalah kalo ada hal2 yg suami sembunyikan atau white lies dari aku. apalagi kalo terkait masa lalu yaa... biarin aja .. yg pertama aku juga bakal marah kalo denger, mood jd ga enak, dan jangan2 malah ribut.

      jadi kalo memang ada alasan untuk menyembunyikan hal tersebut ya udh.. suami juga tahu kaloo ada hal2 yg aku ga share ke dia. kami tipe yg sama2 paham mas soal begini. kdg white lies dibutuhkan supaya rumah tangga tentrem.

      BalasHapus
    4. white lies itu seperti wilayah abu-abu. Banyak yang menganggap itu sebagai hal yang baik, tapi tetap saja itu merupakan sebuah kebohongan. Namanya kebohongan tetap saja kebohongan. Tapi white lies dibutuhkan agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar lagi.

      BalasHapus
    5. Aku beberapa kali melakukannya pada anak, apalagi jika ditanya hal hal yang jawabannya belum dapat dijelaskan untuk anak seusianya hehe

      BalasHapus
    6. OMG. I lied to children.
      Have a nice week.

      www.galerafashion.com

      BalasHapus
    7. Terima kasih banyak ya. Ini penting untuk kita perhatikan. Agar komunikasi dan hubungan kita dengan orang lain nyaman.

      BalasHapus

    Kolom Untuk Mengisi Komentar.