4 February 2018

Pengalaman Perpanjangan SIM di Surabaya

Suasana di Satpas Colombo
Di era serba online seperti sekarang ini, menjadi suatu keharusan untuk masalah birokrasi itu dipermudah. Salah satunya adalah untuk memperpanjang masa berlaku dari SIM (Surat Ijin Mengemudi), harusnya sudah online, harusnya ya bisa di proses di mana saja. Cuman saat ini baru di Surabaya yang ada layanan untuk memperpanjang SIM dari luar daerah ataupun lokal Surabaya. Untuk yang paling lengkap saya rekomendasikan di Satpas Colombo, karena selain untuk lokal Surabaya, disini juga bisa untuk memperpanjang SIM Online semua daerah. Untuk tempat selain Satpas Colombo itu ada di Taman Bungkul, di sini khusus untuk perpanjang SIM luar daerah, sedangkan kalau untuk yang KTP Surabaya bisa agak ke selatan sedikit yaitu di depan Bank Panin depan Kebun Binatang Surabaya.

Contoh Surat Sehat dari Puskesmas
Saya ada pengalaman buruk untuk SIM Corner yang di Taman Bungkul, jadi saya kemarin tanggal 11-12 Januari 2018 saya ngambil cuti untuk khusus perpanjang SIM, nah tanggal 11 saya ambil karena saya pikir hari kerja mungkin aja sepi nanti untuk perpanjang SIM, saya berangkat ke Puskesmas di Benowo untuk minta Surat Sehat, oh iya untuk perpanjang SIM syarat syaratnya itu adalah fotokopi KTP 1x, fotokopi SIM yang akan diperpanjang 1x dan asli surat sehat. Surat sehat ini bebas mau buat dimana aja, kalau saya kemarin si ke tempat yang paling dekat yaitu di Puskesmas. Nah saya berangkat jam setengah delapan, biar bisa cepet kelar dan langsung ke Taman Bungkul. Tapi nyatanya saya baru kelar bikin surat sehat itu jam 9, untuk memperpanjang SIM A dan SIM C surat sehatnya wajib dua loh ya, soalnya kalau cuman satu pasti disuruh balik. Di beberapa referensi di internet bilangnya si gitu, jadi saya buatnya kemarin dua.

Perjalanan dari Benowo sampai Taman Bungkul sekitar 40 menit, jadi saya jam 10 kurang sudah sampai disana. Tapi setelah sampai Taman Bungkul, saya bergegas langsung ke SIM Cornernya, terlihat ada puluhan orang yang sudah ngumpul disana. Ada yang sudah bawa formulir dan mengisi formulirnya, sayapun akhirnya nanya untuk dapat formulir nya itu ngambilnya dimana. Eh ternyata formulirnya abis, alias di kuota, jadi perpanjang SIM di Taman Bungkul ini harus ngantri dari jam 8 pagi karena ada sistem kuota. Jadi saya sampai di lokasi jam 10 itu formulirnya sudah abis, dan banyak juga orang yang gak kebagian, petugas di lokasi sih menyarankan untuk langsung ke Satpas Colombo dikarenakan disana tidak ada kuotanya, tetapi pendaftaran terakhir jam 12 siang. Kepalang tanggung kan sudah kadung cuti, masak mau mundur, alhasil saya berangkat langsung ke Satpas Colombo, untungnya dari Taman Bungkul ke Satpas Colombo gak jauh - jauh amat kalau gak macet. Jadi saya sudah sampai Satpas itu jam setengah 11, sesampainya di Satpas Colombo ternyata ada satu peraturan baru, yaitu yang boleh masuk ke dalam Satpas itu adalah orang yang mau perpanjang SIM atau buat SIM, misalnya kita datang dengan temen untuk nemenin itu yang boleh masuk ke dalem kita, temen kita disuruh nunggu di luar. Emang disediakan tempat duduk banyak dengan tenda tenda kecil, mungkin diberlakukan sistem kayak gini untuk meminimalisir praktek percaloan ya. Tapi saya rasa mungkin sekarang calonya lebih canggih ehhh

Berkas - berkas perpanjang SIM A dan C
Dari lokasi parkiran ke tempat perpanjang SIM lumayan lah untuk ngelempengin kaki biar sehat, saya diarahkan ke tempat pendaftaran di pojokan kiri belakang Satpas, disana saya langsung tanya ke bagian informasi, jadi hal pertama yang saya lakukan adalah ambil formulir di dalam ruangan. Oh ya setelah masuk ruangan kita ambil nomor antrian di kiri pintu ya setelah itu langsung masuk ruangan dan tempat ngambil formulir itu di kanan, mepet sama pintu, jadi kudu antri dengan bawa persyaratannya, dikarenakan nanti kita dikasi formulir kalau persyaratan sudah lengkap. Setelah lengkap nanti SIM lama kita di jepret di berkas, trus kita harus ngisi formulir. Tapi tenang saja cara mengisi formulirnya sudah disediakan contoh di depan ruangan tadi, atau kudu kembali keluar karena ada meja yang berisi contoh pengisian formulir. Oh iya jangan lupa bawa pulpen dan alas, mungkin si alas gak berguna tapi gakpapa kemarin saya juga bawa alas untuk nulis. Oh iya, formulirnya gratis lo, jadi setelah ngisi formulir yang gak sampai 5 menit kita langsung masuk dan nunggu di dalam ruangan. Disediakan kursi untuk nunggu banyak mungkin ada seratus kursi. Oh iya untuk mengetahui nomor antrian berapa, disediakan papan pengumuman dan untuk yang memperpanjang SIM kemarin sih saya gak terlalu pakai nomor antrian, karena mungkin sedikit yang akan memperpanjang. Jadi pak polisinya langsung manggil nomor antrian 10 nomor secara langsung, setelah di panggil berkas kita bakal di input, baru setelah itu kita ngantri untuk foto. Oh iya kemarin saya lupa berapa lama standar prosedurnya, tapi kemarin saya cepet kok dari penginputan berkas ke tempat foto. Di tempat antri foto itu ada sekitar 3 petugas yang melayani, kalau menurut saya yang lama itu untuk membuat SIM baru. Soalnya kemarin itu yang lama nunggu itu pembuatan SIM yang baru, antreannya puanjang. Setelah selesai foto dan tanda tangan kita diarahkan ke Bank BRI yang ada di Satpas untuk melakukan pembayaran, total perpanjang SIM A dan C kemaren saya membayar Rp. 155.000. Setelah membayar kita diberikan bukti bayar yang nanti kita isi untuk pengambilan SIM di sebelah Teller BRI alias nyatu dengan Bank, jadi kita ngisi bukti bayar dan masukkan berkas pengambilan SIM, 5 menit kemudian nama kita dipanggil untuk mengisi di daftar pengambilan SIM. Sekitar 20 menit total saya perpanjang di Satpas Colombo itu sudah sama ngambil SIM nya. Overall daripada ngantri di Taman Bungkul mending langsung kesini saja. Karena pelayanannya cepet dan gak pakek ribet.

SIM A dan C Akhirnya Kelar Juga
Untuk teman - teman yang mau perpanjang SIM di Surabaya bisa langsung ke Satpas Colombo saja sebelum jam 12 siang, jangan sampai masa berlaku SIM kita telat untuk diperpanjang. Sekarang karena untuk memperpanjang masa berlaku SIM itu tidak ribet. Best Regards.

Share this

Blogger nyantai yang jarang posting

17 Responses to "Pengalaman Perpanjangan SIM di Surabaya"

  1. makasih info.a kang, mantp bangetss.... (y)
    btw, mau nanya ini kang, hari sabtu-minggu di colombo apa buka ya?
    terima kasih

    ReplyDelete
  2. lah tapi kan om, saya tinggal di tangerang masa kalo perpanjang sim jauh-jauh di surabaya, kebangetan dah si om mah
    beberapa waktu lalu saya perpanjang sim engga pake surat keterangan sehat, langsung aja pake fotocopyan ktp sama bawa sim asli
    eh sialnya pas udah jadi, sim yang lama malah ditahan.
    rugi om, udah bayar, udah terima sim baru, malah sim lama diambil juga

    ReplyDelete
  3. Pertanyaan gw kenapa negara ini semua serba dipersulit ya?
    *KTP perlima tahun, walau akrng dah buat sistem online dan sekali buat aja tapi ttp aja bermasalah proses pembuatannya dan lama.
    *SIM kenapa pula gak bikin yg sekali seumur hidup aja?

    Bikin repot urus sana sini. Yekan!?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyesi bang, cuman ya mau gimana lagi, qt yang buth dan bisa ngikutinnya...

      Delete
  4. Mungkin karena di kota ya jadi pake kuota kalau nggak dibatasi bisa-bisa sampai jam kantor tutup ya nggak kelar hari itu
    kalau di daerahku nggak pake kuota mungkin karena sepi nggak sampai ngantri

    ReplyDelete
  5. iya mas perpanjang sim garibet ya. aku juga kemarin abis perpanjang hehe

    salam kenal mas

    ReplyDelete
  6. dis sekarang sim2 corner pada mbatasin gitu
    tapi klo gak ya membludak
    aku pernah ngaterin temen yang di Colombo itu
    dan emang diusir

    sakit...

    ReplyDelete
  7. Kalau loe pernah tau film "Bacaan sholat Danisa" yg angkat setting aceh pasca tsunami atau film bidadari-bidadari surga, nah itu semua film adaptasi dr novel Tere Liye

    ReplyDelete
  8. wah.. saya belum punya SIM nih... :D
    belum sempet2 bikin soalx.

    ReplyDelete
  9. Hai, mas Rezky. Pie kabare?

    Kebetulan SIM ku habis di tahun ini, meskipun masih beberapa bulan lagi, tapi aku udah persiapan nih. Baca ini apakah nanti bakal seperti ini juga ya..hehe

    ReplyDelete
  10. kalo telat sebulan lebih infonya harus tes awal lagi mas ya?

    ReplyDelete
  11. kalau saya kelupaan perpanjang, malah tes awal lagi ribet lagi, akhirnya ya begitulah. akhirnya berhasil meski harus ijin berkali kali

    ReplyDelete
  12. SIM saya sudah mati nih
    belum sempet saya perpanjang
    gak tau kapan mau ngurusnya lagi

    ReplyDelete
  13. SIM ku juga udah mati
    and I don't have any idea where to fix it

    soalnya itu bikinnya di Padang dan skrg lagi stay di Depok
    Hiks

    ReplyDelete
  14. Wah, kalau yg udah mati hrs cpt dikubur tuh, nti bau bangke ...
    Oh iya, sxan bljr giat bwt test praktek dan tulis. Trkdang ironis, sdh bs berkendara dan ckup tw bagaimana brkendara, eh hrs gagal, alias mengulang.

    Trkdang keadaan ini yg menjadi alasan untuk menggunakan jalan pintas (pungli, calo dan KKN).

    Entahlah, siapa yg slh, yg psti manusia nya yg slh.
    Trkdang, ujian2 itu ad bnr ny, nyata ny d jalan bnyk yg pahan tp gk melaksanakan aturan, buktinya makin bnyk pelanggar lalin.

    Sy sndiri merasakan, prnh jg melanggar, prnh jg tertib. Tp trkdang, apresiasi bagi wrga trtib gk da, jd trtib dan tdk trkesan sm sj. Bahkan, trkdang yg trtib pun kerab jd korban laka. Jd ironis memang.

    Oh ya, brrti untuk prpanjang sim yg msh hdp, bs lintas daerah ya, dlm arti gk mesti hrs ssuai domisli kn ya? Bagus lah, jd gk merepotkan.

    ReplyDelete

Kolom Untuk Mengisi Komentar.