20 January 2020

Jenis Dan Komponen UPS

Suplai daya bebas gangguan atau uninterruptible power supply yang disingkat UPS adalah perangkat yang biasanya menggunakan baterai backup sebagai catuan daya alternatif, untuk Dapat memberikan suplai daya yang tidak terganggu untuk perangkat elektronik yang terpasang. UPS merupakan sistem penyedia daya listrik yang sangat penting dan diperlukan sekaligus dijadikan sebagai benteng dari kegagalan daya serta kerusakan system dan hardware. UPS akan menjadi system yang sangat penting dan sangat diperlukan pada banyak perusahaan penyedia jasa telekomunikasi, jasa informasi, penyedia jasa internet dan banyak lagi. Dapat dibayangkan berapa besar kerugian yang timbul akibat kegagalan daya listrik jika sistem tersebut tidak dilindungi dengan UPS.

Berikut ini adalah jenis-jenis UPS berdasarkan cara kerjanya :

1. Line-interactive UPS
Pada UPS jenis ini diberi tambahan alat AVR (automatic voltage regulator) yang berfungsi mengatur tegangan dari suplai daya ke peralatan.

2. On-line UPS
Pada UPS jenis ini terdapat 1 rectifier dan 1 inverter yang terpisah. Hal ini lebih mahal apabila dibandingkan dengan dua jenis UPS lainnya. Dalam keadaan gangguan, suplai daya ke rectifier akan diblok sehingga akan ada arus DC dari baterai ke inverter yang kemudian diubah menjadi AC.

3. Off-line UPS
UPS jenis ini merupakan UPS paling murah di antara jenis UPS yang lain. Karena rectifier dan inverter berada dalam satu unit. Dalam keadaan gangguan, switch akan berpindah sehingga suplai daya dari suplai utama terblok. Akibatnya akan mengalir arus DC dari baterai menuju inverter.

4. Modified UPS
UPS jenis ini sementara hanya di produksi oleh para antusias teknik yang berhubungan dengan komputer.

Berikut ini adalah komponen-komponen dari UPS:

1. Baterai
Jenis baterai yang digunakan UPS umumnya berjenis lead-acid atau jenis nikel-cadmium. Baterai ini umumnya mampu menjadi sumber tegangan cadangan maksimal selama 30 menit.

2. Rectifier (penyearah)
Penyearah berfungsi untuk mengubah arus AC menjadi arus DC dari suplai listrik utama. Hal ini bermanfaat pada saat pengisian baterai.

3. Inverter
Kebalikan dari penyearah, inverter berfungsi untuk mengubah arus DC dari baterai menjadi arus AC. Hal ini dilakukan pada saat baterai pada UPS digunakan untuk memberikan tegangan ke komputer.

Salah satu sumber backup power kelistrikan selain UPS adalah dengan menggunakan genset. Genset merupakan alat mesin yang memiliki banyak sekali manfaat dalam cadangan listrik dengan kebutuhan yang mutlak. Genset dapat anda sewa di tempat-tempat yang terpercaya dan berpengalaman seperti https://sewatama.com/id/.

image source : http://veaigo.com/wp-content/uploads/2017/04/ups-3-300x274.png

Share this

Halo, Saya Rezky Pratama, bukan blogger aktif, hanya blogger santai yang numpang ngeblog biar dikata aktif, seorang penikmat musik dan film yang sekarang lagi cinta sama TV karena baru bisa kebeli Smart TV. Dan sangat antusias dengan keadaan sekarang yang mengharuskan dirumah saja!

2 Responses to "Jenis Dan Komponen UPS"

  1. Tempatku juga punya genset, saat mati listrik sangat membantu.

    ReplyDelete

Kolom Untuk Mengisi Komentar.