9 December 2018

Kegiatan Vaksin Rubella Di Dunia Oleh WHO Dalam Menjaga Hubungan Diplomasi Multiteral Berdasarkan Teori Modernisasi Dan Globalisasi

Dilihat dari Teori globalisasi dan Modernisasi WHO sebagai organisasi kesehatan dunia sangat memiliki peran penting dalam membantu pengeliminasian suatu wabah penyakit sekaligus untuk membantu meningkatkan hubungan relasi antar negara. Para anggota di dalam organisasi berusaha saling membantu negara lain dengan cara pengumpulan dana dari para donator swasta ataupun dari para negara anggota yang terdapat didalamnya.

Teori globalisasi menjelaskan bahwa setiap perubahan pasti membawa dampak negative maupun positive sehingga kita sebagai masyarakat yang ikut beradaptasi dengan lingkunganpun harus dapat memperhatikan lingkungan yang baru. Apakah lingkungan tersebut aman dari berbagai penyakit ataupun urusan negara lainnya atau bahkan lingkungan tersebut tidak aman ditempati karena banyak sekali kekurangan. Untuk mengatasi hal tersebut masyarakat harus dapat berkomuikasi atau mendapatkan informasi secara meluas melalui sebuah media massa ataupun media elektronik. Dari pernjelasan tersebut akan langsung berhubungan dengan teori modernisasi yang dijelaskan oleh Walt Whitman.

Dalam teori Modernisasi Walt Whitman dijelaskan bahwa suatu negara ditahapan ke 4 sudah mulai berkegantungan dengan impor dimana setiap negara membutuhkan barang ataupun jasa yang memiliki kualitas yang lebih tinggi dari luar negeri. Di tahapan ke-5 mereka sudah mulai mengkonsumsi media massa dan penggunaan media elektronik tentu saja mereka juga lebih membutuhkan pekerja dalam bidang jasa dalam menggerakan suatu pekerjaan. Media massa sangat membantu mereka dalam mendapatkan informasi baik secara internasional maupun nasional sehingga tidak diherankan lagi apabila anak - anak dan remaja lebih mengetahui informasi lebih banyak di eranya dibandingkan para orang tua.

Dalam hal ini diplomasi multilateral terlihat dengan kerja keras dari para anggota WHO dalam memberikan pertolongan kepada seluruh masyarakat di Dunia dengan memberikan seluruh pengobatan, pencegahan, pembelajaran mengenai wabah penyakit yang terus meningkat di seluruh dunia, keringat yang dikeluarkan oleh para anggota untuk bekerja di seluruh penjuru dunia, dan tentu saja dana yang dikeluarkan oleh setiap negara anggotanya untuk membantu negara sahabatnya sendiri dalam kesulitan terutama kesehatan. Hubungan relasi yang dibuat sangatlah memberikan manfaat yang besar terutuk negara Indonesia yang saat ini banyak kekurangan baik dari kesehatan, ekonomi maupun pangan sandang papan dan pekerjaan.

Share this

Blogger nyantai yang jarang posting

1 Response to "Kegiatan Vaksin Rubella Di Dunia Oleh WHO Dalam Menjaga Hubungan Diplomasi Multiteral Berdasarkan Teori Modernisasi Dan Globalisasi"

  1. Tp soal vaksin ini yg saat ini msh disuplai dri India kalau tdk bnr, msh jd prdebatan soal kehalalannya. Ketika negara berusaha berperang trhdp pnyakit bagi wrg ny, dg kondisi blm pny vaksin dg "kehalalalan" yg diakui ddlm negeri, lalu apakah hrs menunggu korban trlbh dahulu bru trpksa menggunakan?
    Prtukaran tenaga ahli pencetak2 vaksin jg perlu, demi kemandirian bidang kshtn itu sndiri.

    ReplyDelete

Kolom Untuk Mengisi Komentar.