7 November 2018

Bagaimana Film Menjadi Suatu Media Pembelajaran

Media pembelajaran saat ini sudah mulai disesuaikan dengan situasi masyarakat yang lebih banyak menerima informasi menggunakan media modern. Seiring dengan kemajuan teknologi yang dapat mempengaruhi masyarakat dapat mempermudah penyampaian pesan yang cukup banyak dan menyesuaikan dengan media dan alat - alat yang sesuai dengan kemajuan teknologi. Media pembelajaran adalah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Pembelajaran merupakan sebuah proses komunikasi antara peserta didik, pendidik dan bahan ajar. Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan atau media (Simamora,2009:65). Keberadaan media pembelajaran akan menjadikan materi pembelajaran yang bersifat abstrak menjadi lebih konkrit. Masyarakat menjadi aktif dan memperoleh pengalaman langsung melalui media pembelajaran.


Gambar 1. Kerucut Pengalaman (Cone of experience) Edgar Dale
Sumber: http://www.google.co.id/imgres?imgurl (2017, Oktober 30).

Dalam hal ini penyampaian pembelajaran melalui media Film mendapatkan 50% perhatian dimana masyarakat dapat mendengar dan melihat secara langsung bagaimana pesan tersebut di representasikan dalam keadaan lain. Pada saat ini banyak wacana - wacana yang ada dalam kehidupan nyata kita, direpresentasikan melalui sebuah adegan atau peristiwa - peristiwa. Representasi nyaris sama dengan pencitraan, yaitu proses pembentukan citra melalui proses yang diterima oleh khalayak, baik secara langsung maupun melalui media social atau media massa (Lestari danIskandar ,2016:22).

Film dapat menyampaikan pesan yang lengkap selama waktu putarnya dan menjadi alat peraga, sehingga para masyarakat tanpa disadari akan menjadi Captive Audiece atau penerima pesan tanpa disadari. Selain itu, di dalam sebuah film terdapat pelaku atau artis yang dijadikan alat peraga sesuai dengan karakter yang dibuat dan pelaku itu sendiri dapat menarik audience untuk menontonnya karena telah memiliki image tersendiri di mata audiencenya. Pada saat ini media Film banyak digunakan untuk pembelajaran salah satunya adalah pemberian ilmu mengenai agama terutama agama yang sudah tercatat di Indonesia. Pembelajaran agama melalui sebuah Film sudah banyak di Indonesia dengan berbagai judul yang menarik dan juga jalan cerita yang mudah di terima oleh para masyarakat. Salah satu filmnya berjudul “Assalamualaikum Beijing”. Singkat cerita film ini menceritakan seorang wanita bernama Asma yang bertemu dan berkenalan dengan Zhongwen, pemuda yang sangat terkesan dengan kisah cinta sejati Ahei dan Ashima, dan memanggil Asma dengan Ashima, karena menurutnya keduanya memiliki kemiripan wajah. Lewat pertemanannya dengan Asma, Zhongwen banyak mendapat pencerahan tentang Islam, dan hidayah akhirnya menuntunnya menjadi mualaf, akibatnya Zhongwen terusir dari keluarga. Bagi Zhongwen, pengorbanannya itu belum seberapa dibandingkan dengan pengorbanan Mush'ab bin Umair, sahabat Nabi Muhammad SAW yang rela melepaskan harta, kedudukan dan kehormatannya demi memperjuangkan agama Islam, dan mati syahid saat berperang melawan kaum musyrikin dalam kondisi kedua tangannya putus ditebas lawan.

Di dalam alur cerita film tersebut banyak memberikan informasi mengenai Agama Islam dan bagaimana Islam dapat mengubah seoranglaki - laki menjadi mualaf yang pada saat ini banyak terjadi di dunia terutama di Indonesia. Mualaf di Indonesia kerap mengalami penolakan dalam keluarganya, sehingga harus memilih jalannya sendiri dalam kehidupan. Film ini pun memiliki solusi yang baik untuk membantu para mualaf yang memiliki kesulitan dalam membawa dirinya di dalam keluarga maupun di lingkungan baru Agama Islam.

Share this

Blogger nyantai yang jarang posting

0 Comment to "Bagaimana Film Menjadi Suatu Media Pembelajaran"

Post a Comment

Kolom Untuk Mengisi Komentar.