21 August 2017

Menelusuri Kejayaan Islam di Istanbul


Umumnya beberapa travel Umroh selalu menawarkan tur mengenal zaman-zaman kejayaan islam salah satunya ke Turki. Turki memiliki Kota yang besar dan awal mulanya penyebaran agama Islam di Eropa yakni Istanbul. Selain sebagai perjuangan umat muslim, letak Kota Istanbul ini pun unik karena menempati dua benua yakni Asia dan Eropa. Karena kecantikan dan keunikan yang dimiikinya, tak heran banyak wisatawan muslim atau non muslim ingin mengenal dan menjelajahi objek wisata yang dimilikinya. Berbagai maskapai penerbangan pun menyediakan destinasi Turki dengan pilihan Bandara Udara Internasional Ataturk ataupun Sabiha Gökçen.

Tertarik ingin mengunjungi Istanbul sembari mengetahui jejak peninggalan kejayaan islam? Berikut ini tiga objek wisata di Istanbul yang dapat membuat kamu lebih bersyukur dan bersemangat!

1.    Blue Mosque

Masjid Biru, begitulah para traveler menjuluki Masjid megah ini yang berlokasi di Sultan Ahmet Mahallesi, Atmeydanı Cd. No:7, 34122 Fatih/Istanbul, Turki. Julukan Masjid Biru karena bangunannya menggunakan 20.000 keramik Iznik yang berwarna biru. Sedangkan penduduk setempat menyebutnya Sultan Ahmet Mosque. Masjid ini dibangun  pada masa pemerintahan Sultan Ahmad 1 antara tahun 1609 M sampai 1616 M.  Maka disebutlah Masjid Sultan Ahmet, selain itu makam beliau pun berada di dalam Masjid ini.
 
Dulunya Masjid ini dibangun untuk menandingi Hagia Sophia (Gereja Byzantium) yang berada persis di depannya dan hanya dibatasi oleh sebuah taman kecil. Hingga Kini Masjid Sultan Ahmet masih sering digunakan untuk beribadah dan dapat menampung hingga 10.000 jemaah. Sedefkar Mehmed Aga merupakan seorang arsitek yang membangun Masjid ini dengan gaya bangunan Turki Utsmani. Masjid Biru memiliki enam buah menara, empat menara menjulang tinggi dengan tiga balkon. Kurang lebih terdapat 30 kubah yang ada di Masjid Biru. Keunikan dari Masjid Biru ini, kamu tidak akan melihat jaring laba-laba yang mengotori langit-langit Masjid. Bukan karena langit-langit di Masjid ini sering dibersihkan melainkan Masjid Kubah memiliki trik yakni menyimpan telur burung unta di tengah kubah yang besar.

2.    Topkapi Palace

Di Topkapi Palace kamu dapat mempelajari sejarah peninggalan kekuasaan Islam semasa di Turki. Pada 1453 Masehi, Konstantinopel atau Turki ditaklukan oleh Sultan Muhammad (Muhammad Al Fatih). Atas kemenangannya, ia memerintahkan untuk membangun istana baru yang kini dikenal dengan Topkapi Palace. Sebagai tempat tinggal Raja, Topkapi Palace pun digunakan sebagai tempat pemerintahan sekaligus tempat tinggal untuk 4.000 orang. Saking luasnya Istana ini dan berbagai fungsi yang dimiliki membuat istana ini bagaikan kota dalam kota. Selama empat abad lamanya dari 1465 Masehi hingga 1853 Masehi menjadi tempat tinggal Sultan, area pemerintahan dan rumah bagi warga Turki. Namun, semenjak Sultan pindah ke istana lain yakni Dolmabache, Topkapi Palace dijadikan museum pemerintah Turki. 

Di Museum Topkapi Palace, kamu dapat melihat barang-barang langka dan mahal dari peninggalan kesultanan Turki Utsmani, di antaranya: berbagai perhiasan yang terbuat dari emas ataupun zamrud ruby, perabotan rumah tangga yang terbuat dari emas dimasa kekuasaan Utsmani, jubak, lukisan, senjata. Di Museum Topkapi juga terdapat Paviliun Relikui Suci sebuah ruangan khusus untuk barang-barang peninggalan Nabi Muhammad Shalllahualahi Wassalam, berupa mantel, bakiak benderan, segenggam jangggut, sajadah, busur, dan juga pedang. Di Museum ini juga terdapat manuksrip Al-Qur’an pertama yang ditulis pada kulit binatang. Lembaran Qur’an yang ada di Topkapi yakni Surat Al-Qadar. Saat kamu memasuki Museum Topkapi, kamu dapat mendengarkan alunan ayat suci Al-Qur’an dari 24 orang Hafiz yang bergantian membaca.

3. Grand Bazar

Pekerjaan yang dianjurkan dalam agama islam yakni berdagang. Pengaplikasian dari anjuran tersebut dibuktikan di Grand Bazar yang telah bersia lebih dari 500 tahun. Grand Bazar merupakan tempat perbelanjaan terbesar di Istanbul kurang lebih 3.000 toko berdiri di tempat yang telah dibangun sejak 1461 Masehi pada masa Sultan Muhammad. Sebagai pusat perbelanjaan tertua, Grand Bazar masih banyak diminati oleh warga lokal dan wisatawan, kurang lebih 500 ribu orang datang tiap harinya untuk membeli berbagai bumbu-bumbu khas Turki, pakaian, karpet, kopi, barang-barang antik, kerajinan kulit atau sekedar menikmati suasana Grand Bazar.

Dari tiga objek wisata di atas, sudah tampak bahwa Istanbul memang memiliki keindahan yang tak dimiliki oleh negera-negara di Eropa atau Timur lainnya. Setelah lebaran haji berencana untuk pergi ke Istambul dan menelusuri jejak-jejak agama islam di sini? Kamu dapat cari tiket murah pesawat dengan destinasi Ataturk (Turkey, Istanbul) melalui situs online

Beberapa maskapai penerbangan menyediakan penerbangan langsung dari Jakarta ke Turki salah satunya Garuda Indonesia. Dari Jakarta ke Turki, jika dilihat dari harga tiket Garuda Indonesia di Reservasi.com berkisar mulai dari Rp9.412.000,- hingga Rp39.307.300. Harganya lebih murah dibandingkan maskapai lainnya yang mematok harga paling rendah di Rp9.885.200 dan termahal Rp87.982.000,-.
img src : link

Share this

Blogger nyantai yang jarang posting

6 Responses to "Menelusuri Kejayaan Islam di Istanbul"

  1. Kasih gambar dong bang biar ada gambarnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu kayaknya ada gambarnya......
      haha

      Delete
  2. satu lagi gan,..jembatan bosphorus, saksi sejarah gagalnya kudeta di turki

    ReplyDelete
  3. salah satu cita2 gw adalah ngopi di turki, karena warung kopi pertama-tama asalnya dari turki waktu kekaisaran Ottoman.

    ReplyDelete
  4. turki indah, kayak merge nuansa asia dan eropa

    ReplyDelete
  5. Turki ya Allah :)
    dari jaman kapan pingin kesini.....tapi masuk ke list jangka panjang sih. Karena emang ga semudah itu kesini. Hmm. Nah, letaknya yang di dua benua tuh yg bikin kece. Perpaduan budayanya jadi unik dan khas.

    ReplyDelete

Kolom Untuk Mengisi Komentar.