20 May 2008

Hidup Memang Indah Jika.......

Hidup memang tidak semudah apa yang kita rencanakan, tetapi bila kita bisa mengatasinya mungkin hidup bisa seperti yang kita bayangkan..Yah mungkin saya tidak bisa merasakan sepenuhnya apa yang akan terjadi tanggal 23 Mei 2008,selain pengiritan total,padahal saya adalah anak kos yang hidup serba kepasan ^^;..Ya memang tanggal 23 ini direncanakan oleh pemerintah untuk menaikkan harga BBM, yah yang salah satunya adalah bensin yang akan naik sekitar Rp.6000. Mimpi buruk tepatnya, kalau kita lihat penduduk indonesia lebih banyak rakyat miskin, sekarang saja dengan harga bensi Rp. 4500 sudah membuat mereka susah ditambah lagi akan dinaikkan lagi. Ya memang tulisan ini tidak mungkin dibaca oleh presiden atau anggota DPR, ini hanya tulisan mengenai kenaikan harga ini. Ya jika harga bensin naik, dipastikan semua harga barang atau bahan pokok akan naik juga. Di tempat kos saya sebagai contoh sudah ada harga makanan yang sudah naik padahal kemarin masih gosip saja tentang kenaikan ini. Ya kita tidak bisa menyalahkan mereka karena mereka juga menaikkan harga gara-gara biaya transportasi juga akan naik nanti. Sebenarnya di negara kita itu sumber daya alamnya melimpah ruah, salah satunya seperti minyak bumi dan batu bara. Tapi mengapa rakyat tetap sulit untuk mendapatkannya. Ya karena semua sumber daya alam di Indonesia ini bukan milik rakyat indonesia tetapi sudah dikuasai oleh bangsa lain yang dapat mengolah bahan mentah menjadi bahan bakar. Jadi bahan mentah dari indonesia diolah oleh negara lain dan orang indonesia akan membeli bahan bakar itu dari negara yang mengolahnya itu. Ya jelas dengan harga yang mahal. Sebenarnya jika bangsa indonesia sudah dapat mengolahnya pasti tidak akan seperti sekarang. Saya berharap suatu saat indonesia menjadi negara yang lebih baik dari sekarang. Tulisang ini mengenai pendapat penulis,mungkin banyak kekurangan.

Share this

Blogger nyantai yang jarang posting

0 Comment to "Hidup Memang Indah Jika......."

Post a Comment

Kolom Untuk Mengisi Komentar.