10 April 2008

Ratusan Guru 'Jagoan TI' Unjuk Kebolehan


Hanoi - Ratusan guru dan pengajar yang dinilai 'inovatif ' berkumpul di Hanoi, Vietnam, untuk sharing ilmu bagaimana menerapkan Information & Communication Technology (ICT) dalam kegiatan belajar mengajar. Indonesia pun tak ketinggalan mengirimkan wakilnya.

Ada lebih dari 200 partisipan yang berasal dari 21 negara meramaikan ajang The Microsoft Partners in Learning (PIL) Regional Innovative Teachers Conference 2008 ini. Mereka adalah pemenang ajang serupa di tingkat negara masing-masing.

Tahun ini, Indonesia diwakili oleh Bakrowi, guru dari SMP Nasional Balikpapan, Mampuono dari SMPN 18 Semarang, Anim Hadi Susanto dari SMAN 1 Geger Madiun dan Rima Malfiensi, calon guru lulusan dari Universitas Negeri Jakarta.

Mereka dipertemukan dengan para pendidik dari Australia, India, Korea, Taiwan, Thailand, Malaysia, Filipina, Vietnam, Jepang, Kanada, Selandia Baru dan negara lainnya yang dinilai telah berhasil mengoptimalkan ICT dalam penyampaian ilmu pengetahuan kepada para anak didiknya juga.

Acara ini digagas oleh Microsoft Corp. yang berkolaborasi dengan United Nations Educational, Scientific & Cultural Organisation (UNESCO) dan berlangsung dari 8 - 11 April di Sheraton Hanoi Hotel, Vietnam.

Michael Donlan, Managing Director Public Sector Asia Pasific Region Microsoft Corp mengatakan, pihaknya yakin bahwa salah satu cara untuk meningkatkan daya saing ekonomi di suatu negara dan menghadapi globalisasi adalah dengan pendidikan. "Nah, untuk meningkatkan kualitas pendidikan itu kita dapat mengoptimalkan teknologi," ujarnya ketika memberikan sambutan dalam pembukaan acara di Sheraton Hanoi Hotel, Rabu (9/4/2008).

Berbagai metode unik yang dikemas dengan bantuan ICT disajikan dalam konferensi ini. Ada yang memanfaatkan ICT untuk pelajaran kimia, bahasa inggris, fisika, biologi, mengenalkan robot bagi anak-anak hingga membuat game RPG sederhana bagi anak SD.

Setiap peserta juga diminta membuat semacam poster besar yang menampilkan konsep yang mereka bawa untuk kemudian dijelaskan kepada juri dan peserta lainnya. Sehingga terjalin interaksi antar peserta tersebut. Di tiap negara selanjutnya bakal dipilih satu orang pemenang untuk mengikuti konferensi global yang akan diselenggarakan di Bangkok.

Vincent Quah, Director Public Sector Programs Microsof Asia Pasific berharap, setiap peserta mendapat metode baru bagaimana cara mengemas ICT untuk kemudian dapat dijalankan kepada anak didiknya untuk membuat kegiatan belajar mengajar lebih menarik.

"Jadi ketika mereka datang ke tempat ini, mereka membawa satu inovasi. Namun ketika pulang diharapkan mereka membawa lebih banyak lagi inovasi untuk diterapkan ke negaranya," tukasnya ketika berbincang dengan detikINET, di sela-sela acara, Rabu (9/4/2008).

Keterangan foto: Bakrowi, guru dari SMP Nasional Balikpapan, menjelaskan inovasinya (atas); Suasana unjuk kebolehan para guru dan pengajar (bawah). Fotografer: ash/inet.

Share this

Blogger nyantai yang jarang posting

1 Response to "Ratusan Guru 'Jagoan TI' Unjuk Kebolehan"

  1. Bapak kami coba tulis media yang dulu saya pakai ke vietnam, termasuk beberapa media yang sudah pernah saya buat misal polimer, kalo berkenan silahkan didownload di
    http://animhadi.wordpress.com/2008/11/23/polimer/

    ReplyDelete

Kolom Untuk Mengisi Komentar.